Melahirkan Tanpa Jahitan? Ini Rahasianya!

melahirkan

Melahirkan tanpa jahitan tentu menjadi idaman setiap wanita yang akan melahirkan. Jahitan memang biasa terjadi dalam proses persalinan. Untuk melebarkan jalan lahir, biasanya dokter atau bidan melakukan robekan pada bagian kewanitaan. Dalam dunia kesehatan/kedokteran, robekan atau guntingan disebut episiotomi. Sebelum jahitan dilakukan, dokter akan memberikan suntikan anestesi lokal agar ibu tidak merasakan sakit saat dijahit.

Melahirkan tanpa jahitan sangat mungkin dilakukan, berikut beberapa tipsnya;

1. Lakukan persiapan yang matang sebelum persalinan

masa bersalin semakin dekat
masa bersalin semakin dekat |Image by StockSnap from Pixabay

Persiapan penting dalam menyambut persalinan adalah mental yang kuat. Selalu percaya bahwa persalinan akan berjalan dengan baik terbukti membantu jalannya persalinan. Ibu yang selalu tenang akan menjadi modal awal menjalani proses persalinan tanpa jahitan.

Lakukan latihan otot sepanjang  akhir trimester ketiga agar otot persalinan lebih lentur. Anda bisa melakukan senam kegel, senam kehamian, mengepel dengan tangan agar melatih otot otot pada lubang pengeluaran bayi.

2. Pastikan Melahirkan di Tempat yang telah anda tentukan

melahirkan

Memilih tempat melahirkan merupakan salah satu faktor yang menentukan proses melahirkan tanpa jahitan. Tempat yang nyaman akan membantu anda lebih rileks dan tenang dalam menjalani persalinan. Meski pengaruh utama melahirkan tanpa jahitan adalah kondisi kesehatan ibu dan janin, tapi kondisi tempat juga punya pengaruh.

Pilihlah ruangan yang nyaman, pastikan anda bisa bergerak bebas karena tempat tidur yang sempit dapat mengganggu persalinan. Pilih suasana yang tidak ramai agar anda tidak cemas dan bisa lebih rileks. Kecemasan dan kepanikan hanya akan mengganggu proses persalinan.

3. Jaga stamina tubuh, jangan sampai kelelahan

ibu-hamil-makan

Jangan sampai anda kelelahan saat mendekati persalinan. Salah satu penyebab eposiotomi adalah adanya gangguang yang terjadi pada ibu hamil, baik gangguan ringan maupun berat. Gangguan ringan yang biasa terjadi seperti kelelahan, oleh karena itu hindari aktivitas yang menguras energi menjelang persalinan. Perbanyak istirahat dan jaga kualitas nutrisis atau makanan anda. Pilih makanan yang mengandung kalori tinggi sebagai simpanan energi menjelang persalinan.

4. Lakukan gerakan melatih otot

Ikut kelas antenatal

Tak perlu gerakan yang berat, gerakan ringanpun dapat elatih otot. Gerakan ringan yang biasanya dapat dilakukan pada trimester akhir yakni menggerakan kepala, dahi, hidung hingga menyentuh lantai. Tangan, lutut dan jari-jari kaki juga harus menyentuh lantai. Gerakan ini dapat membantu bayi memasuki posisi terbaik dan meminimalisir posisi sungsang.

Anda juga dapat melakukan gerakan lain, misalnya melakukan aktivitas rumah atau berjalan kaki. Melakukan posisi jongkok juga mamu melatih otot persalinan. Akan tetapi, sebaiknya saat berjongkok anda berpegangan benda yang kuat agar tidak jatuh.

5. Gunakan arometerapi saat persalinan

Aromaterapi-CC0-Monicore
Aromaterapi-CC0-Monicore

Anda bisa menggunakan aromaterapi saat proses persalinan berlangsung, tujuannya tak lain membuat anda tenang dan rileks. Jika anda ingin pemijatan perineum dengan minyak, gunakan minyak zaitun atau minyak bunga (aromaterapi) agar dapat membantu peregangan otot. Aromaterapi dan pijatan akan membuat anda lebih nyaman dan memberi ketenangan mendekati proses melahirkan. Ketengangan sangat penting karena dapat membantu anda melewati proses persalinan normal, termasuk meminimalisir jahitan dalam proses melahirkan.

6. Konsumsi alpukat dan minyak zaitun

alpukat untuk MPASI

Alpukat dan minyak zaitun dapat membantu peregangan kulit anda dari dalam. Anda juga dapt mengkonsumsi daun teh raspberry selama trimester akhir kehamilan. 2 cangkir teh raspberry dapat memperlancar proses persalinan karena mampu membuat kontraksi lebih produktif.

7. Jangan sampai mengangkat pantat

Mengangkat pantat saat proses melahirkan berlangsung dapat mengakibatkan robekan ada jalan lahir bayi. Pantat yang terangkat tanpa adanya penyangga akan mengakibatkan otot mudah terkoyak.

Semoga proses persalinan berjalan lancar ya mam, si kecil dan ibu sehat. Melahirkan tanpa jahitan juga dapat terwujud.

baca juga:



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*