kewirausahaan, pendidikan, pernikahan, ibu hamil, teknologi informasi>

Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film



Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film harga terjangkau

Keterbatasan dana untuk produksi film saat ini masih menjadi alasan klasik bagi sebagian besar orang. Sewa alat produksi yang mahal, membayar kru, biaya konsumsi, promosi, distribusi dan lain sebagainya, menyebabkan banyak gagasan dan ide brilian berhenti di atas kertas.

Memang tidak mudah menyatukan kepentingan antara pemilik modal dengan pembuat film, namun mereka yang berhasil mewujudkan mimpinya adalah mereka yang tangguh dalam memperjuangkan rencananya.

Film bisa dikatakan sebagai media untuk menyalurkan kepentingan. Kepentingan uang, kepentingan menyuarakan pendapat, propaganda, penyadaran, hingga untuk sekedar curhat kepada publik yang lebih luas.

Mencari dana untuk produksi film, berarti proses mencari penyandang dana untuk ikut memiliki kepentingan dalam film tersebut, baik kepentingan komersial maupun non-komersial.

Peran produser film menjadi sangat penting. Perencanaan matang dalam menjual ide yang tertuang dalam proposal mutlak diperlukan, hal ini untuk meyakinkan penyandang dana agar bisa membiayai produksi film.

Ada banyak pemilik modal yang bisa dilibatkan dalam pembuatan film, namun sebelum ide/gagasan diajukan ke mereka, ada baiknya persiapkan dulu apa yang ingin kita tawarkan.

Buatlah proposal penggalangan dana untuk produksi film, proposal yang kuat adalah proposal yang mampu memberi informasi tentang rencana produksi film secara spesifik, padat, jelas dan langsung ke pokok persoalan (tidak bertele-tele). Pastikan bahwa deskripsi dalam proposal menarik, realistis dan ditulis dengan baik. Pastikan juga untuk menyertakan timeline yang realistis dan jadwal produksi.

Lampirkan surat pengantar yang singkat namun mampu memberi gambaran mengenai tujuan dan isi proposal rencana produksi film. Surat pengantar adalah ujung tombak dari proposal, untuk itu periksa ejaan dan tata bahasanya. Jangan berasumsi bahwa semua pemilik modal adalah orang yang paham tentang produksi film. Mencari dana untuk produksi film bisa diartikan juga sebagai proses menjual film sejak dari ide.

Untuk itu bolehlah kita meminjam strategi dasar dalam managemen pemasaran yang sering disebut bauran pemasaran (marketing mix).

Bauran pemasaran ini terdiri dari 4 macam yang biasa disingkat dengan 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Inti utama dari bauran peasaran ini adalah bagaimana membuat produk yang terbaik, penetapan harga sesuai, distribusi yang tepat sasaran dalam waktu yang tepat, dan penggunaan media promosi yang efektif.

Pruduct,

Mencari Dana Untuk Produksi film - produk harus terbaik
Jaminan produk terbaik/ilustrasi

Product mengacu pada value yang terdapat pada produk tersebut, bagaimana produk tersebut memenuhi kebutuhan konsumen, serta penanganan kualitasnya. Produk yang baik adalah produk yang bisa menjual dirinya sendiri, ia dapat menarik perhatian dan meyakinkan orang untuk membali.

Setelah Ide terbaik didapatkan, segera buat alternatif-alternatif judul, kemudian tentukan satu judul film yang paling menarik, karena judul ini yang akan menjadi brand dalam film. Pemilihan judul yang mudah diingat, mudah dibaca, serta pemilihan font yang tepat akan mampu memberi banyak informasi dan kesan tentang film yang dibuat.

Ide dasar film yang unik, sudut pandang baru, kontribusi film terhadap sebuah persoalan, akan menjadi point paling penting. Perencanaan dan konsep yang matang, terukur, akurat serta didukung dengan kemampuan teknis produksi yang baik akan bernilai lebih untuk ditawarkan. Membuat semacam simulasi berupa trailer film bisa menjadi pilihan untuk dapat memberi gambaran produk kepada calon konsumen.

Dalam konteks rencana produksi film, konsumen bisa diartikan mereka yang mau membeli/membiayai keseluruhan ide dan proses pembuatan film. Melalui berbagai kesepakatan dan aturan main, penyandang dana ini selanjutnya bisa dimasukkan dalam jajaran produser. Konsumen bisa juga diartikan sebagai target audience film, penonton inilah yang menjadi target utama film setelah berhasil diproduksi.

Price,

Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film - harga terjangkau
Harga realistis/Ilustrasi

Price mengacu pada harga produk agar konsumen rela mengorbankan uangnya untuk membeli produk tersebut. Hal ini juga mencakup strategi penentuan harga produk agar bisa bersaing dengan produk kompetitor.

Buatlah bujet yang masuk akal untuk produksi, promosi dan distribusi film. Meskipun berusaha membuat bujet yang masuk akal, tetap tidak boleh menyusun bujet terlalu ketat. Masukkan dana tak terduga sebesar 10 % dari keseluruhan biaya yang dibutuhkan. Angka total itulah yang menjadi harga pokok produksi film, angka ini yang akan ditawarkan kepada penyandang dana produksi film.

Jika film yang akan diproduksi bersifat non-profit, penetapan harga sudah cukup pada tahap pembiayaan diatas. Namun jika produksi film bersifat profit maka peghitungan rugi-laba, BEP dll masih perlu ditambahkan. Berbagai saluran distribusi film bisa dirancang untuk menaikkan omset penjualan, misalnya melalui penetapan harga dan target penjualan tiket, penjualan DVD, screening fee dll. Rencana penjualan beragam marchandise  film juga bisa dimasukkan dalam rencana anggaran.

Sertakan perjanjian untuk membagi profit dengan para investor. Mengenai masalah pembagian profit bisa diatur menjadi beberapa term sesuai dengan perjanjian yang dibuat. Harga tidak selamanya berarti uang, masukkan juga dalam perjanjian tentang kesanggupan untuk memberikan informasi, memberikan undangan ataupun beberapa tiket, jika suatu saat film yang diproduksi berhasil terpilih oleh festival film bergengsi. Tawarkan juga pada investor agar bisa menyisihkan profit untuk produksi film selanjutnya.

Place,

Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film - produk mudah dijangkau konsumen
Produk mudah dijangkau konsumen/Ilustrasi

Place mengacu pada tempat produk tersebut dipasarkan, waktu yang tepat serta bagaimana agar produk bisa dijangkau oleh konsumen.

Merencanakan dan menentukan saluran distribusi film sejak awal menjadi penting agar film tidak hanya menjadi penjaga folder komputer pribadi. Dengan memperluas jaringan distribusi berarti akan semakin mudah mempertemukan film dengan penontonnya. Semakin banyak jangkauan dan jaringan maka akan semakin banyak pula yang akan bisa mengapresiasi karya film tersebut.

Meskipun demikian, menentukan segmen penonton yang sesuai dengan film akan lebih bijak daripada harus memaksakan semua masyarakat umum untuk menonton film yang akan dibuat. Dengan menentukan segmen-segmen yang lebih jelas, film akan lebih bisa diapresiasi dan dinikmati oleh mereka. Selain itu akan mempermudah melakukan promosi karena target pasar sudah jelas, sehingga bisa lebih efektif.

Pembagian segmen bisa dilakukan misalnya dengan menentukan secara geografis (daerah mana saja, lokal, nasional atau internasional), kemudian secara demografi (usia, status keluarga, siklus hidup, pendapatan, pendidikan, dll.) dan juga faktor psikologis (kelas sosial, gaya hidup, dan kepribadian).

Distribusi film juga berkaitan dengan sistem pengiriman, penyimpanan dan ketersediaan film untuk diakses di beberapa format. Hal ini juga berkaitan erat dengan pemilihan waktu yang tepat untuk mendistribusikan karya film. Sebagai contoh, Film pertama kali tayang di bioskop, kemudian diputar ke komunitas-komunitas dengan membuka forum diskusi, kemudian ke televisi, berlanjut lewat penjualan DVD dan jika memungkinkan diupload ke internet. Pilihan penggunaan beragam metode distribusi juga tergantung dengan keadaan, oleh karen itu rencana distribusi juga harus dibuat se-realistis mungkin.

Promotion,

Strategi Mencari Dana Untuk Produksi film - Strategi promosi yang tepat
Membuat strategi promosi yang tepat/Ilustrasi

Promotion, merupakan usaha untuk berkomunikasi dengan calon konsumen. Melalui media promosi diharapkan dapat memberikan informasi selengkap mungkin kepada mereka. Hal ini dilakukan untuk membantu konsumen dalam membuat keputusan untuk membeli.

Melakukan promosi melalui iklan, publisitas, hubungan massa sering kali membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu kreativitas menjadi sangat penting untuk menekan biaya promosi. Cobalah membuat-media-media baru yang unik dan diluar kebiasaan promosi.

Buatlah blog/website yang berisikan informasi lengkap mengenai film yang akan diproduksi. Informasi yang diberikan haruslah sejelas dan sekreatif mungkin agar para investor di luar sana dapat mengerti mengenai ide dari film. Membuat akun di beberapa jejaring sosial, menjadi pilihan menarik yang bisa dilakukan. Selain murah, media ini juga bisa dimanfaatkan untuk berdialog secara langsung dengan calon investor dan audience.

*****

Tips mendapatkan dana untuk produksi film

Mendapatkan Dana Untuk Produksi Film sering menjadi obrolan menarik bagi para filmmaker. Sebetulnya banyak cara dan banyak tempat untuk mendapatkannya. Telah dibahas di artikel sebelumnya mengenai bagaimana mempersiapkan strategi dan membuat proposal penggalangan dana.

Berikut beberapa tips dan dimana saja mendapatkan dana untuk produksi film :

1. Jual Diri

selalu bekerja dan berkarya untuk mendapatkan dana produksi film
Selalu bekerja dan berkarya/pixabay.com

Menjadi Pria/Wanita  panggilan untuk menjual kemampuannya di bidang film sering dilakukan oleh pembuat film pemula. Bekerja freelance sebagai editor, juru kamera, marketing, atau apapun yang sesuai dengan bakatnya bisa menjadi pilihan pertama yang dilakukan dalam rangka mendapatkan dana untuk produksi film. Dari hasil bekerja paruh waktu tersebut, dana dapat disisihkan dan dikumpulkan untuk produksi.

2. Patungan

 

Membentuk tim produksi dari kawan-kawan sendiri bisa menjadi pilihan yang asik daripada harus berjuang sendiri. Jangan jadi superman kalau memang tidak mampu, bentuklah superteam agar apa yang sudah direncanakan bisa segera terealisasi. Usahakan memilih tim tersebut dari beragam keahlian, karena bentuk patungan tidak musti berwujud uang. Ada yang punya kamera, ada yang pinter editing, ada yang punya katering dan lain sebagainya.

Berbekal rincian rencana yang telah tersusun dalam proposal, utarakan dan yakinkan gagasan kepada calon tim agar bisa ikut terlibat. Seberpa banyak tim yang direkrut, semua tergantung kebutuhan dan tidak ada patokan khusus. Bisa jadi yang direkrut bukanlah orang-orang yang paham tentang produksi film, tapi mereka punya jaringan luas dalam mendapatkan dana untuk produksi film, paham strategi penggalangan dana yang efektif, atau potensi lainnya. Kuncinya satu, dalam satu tim usahakan bisa satu visi.

3. Mencari Donatur

pembeli akan melakukan transaksi sesuai kesepakatan harga

Mendapatkan dana untuk produksi film juga bisa dilakukan dengan mencari donatur, baik individu perorangan, kelompok, lembaga donor, ataupun badan usaha. Carilah donatur yang memiliki visi sama dengan tema film. Sifat donatur biasanya tidak meminta kompensasi apapun, namun karena kepedulian dan kesamaan tujuan terhadap film yang dibuat.

4. Mencari dana dengan cara Crowdfunding

dana membuat film dari crowdfunding

adalah sebuah usaha yang dilakukan dalam mendapatkan dana untuk produksi film dari khalayak umum. Crowdfunding sering kali dilakukan di dunia maya seperti di website, dimana pembuat film dapat mempromosikan proyek yang akan dikerjakannya.

Sebagai bentuk kompensasi, pembuat film bisa menawarkan berbagai bentuk merchandise (kaos, pin, stiker dll), video behind the scene, undangan premiere film, atau yang lainnya. hal ini bisa tergantung dari jumlah dana yang disumbangkan. Mira Lesmana misalnya, melakukan Crowdfunding dari wujudkan.com berhasil mengumpulkan sekitar 315 juta untuk produksi Atambua 39C. Contoh web selain Wujudkan.com adalah Kickstarter.com

5. Ikut Program Hibah Karya

program hibah karya biasanya dilakukan oleh lembaga yang peduli dengan seni budaya, lingkungan, isu gender, HAM dll. Untuk di Indonesia program hibah karya sering dilakukan oleh yayasan kelola (kelola.or.id). Selain itu pernah juga diselenggarakan oleh IVAA, SAV Puskat dan Dewan Kesenian Jakarta melalui program hibah karya (arsipbudayanusantara.or.id)

6. Ikut kompetisi

Kompetisi film tak selamanya harus mengirimkan hasil karya film. Eagle Award Documentary Competition (EADC) merupakan salah satu program kompetisi khusus film dokumenter di Indonesia yang menerima ide dalam bentuk proposal untuk dikompetisikan. Diselenggarakan setahun sekali dengan melakukan pendampingan serta pembiayaan untuk memproduksi film yang terpilih. (web : eagleawards-doc.com).

Selain di EADC,  pernah juga dilakukan dalam program pendanaan Festival Film Solo (FSS) khusus untuk pembuatan film fiksi pendek. Dalam progranya, peserta mempresentasikan ide yang dikompetisikan di depan Juri program pendanaan FFS. (festivalfilmsolo.com)

7. Mencari Investor 

bisa dilakukan dalam mendapatkan dana untuk produksi film, Berbicara tentang investor film berarti bicara bisnis film. Sebagian besar pembuat film yang menggandeng investor biasanya mereka yang meproduksi film untuk kepentingan komersial. Mempersiapkan business plan dalam bentuk proposal yang bagus akan lebih dapat meyakinkan calon investor film saat presentasi. Bentuk investasi bisa bermacam-macam, bisa berupa dana segar, peralatan, sumber daya manusia, juga yang lainnya.

8. Kerjasama Sponsorship

dana membuat film dari sponsorship
Kerjasama sponsorship/Ilustrasi

Kerjasama sponsorship juga bisa dilakukan dalam rangka mendapatkan dana untuk produksi film. Dalam kerjasama sponsorship ini biasanya pihak pembuat film memberikan ruang (media placement) kepada sponsor untuk menampilkan produk/jasanya. Beberapa sponsor terkadang juga menginginkann produknya bisa tampil dalam alur cerita film, dalam media publikasi, dan dimanapun tempat sesuai kesepakatan. (Baca juga : Tips Membuat Proposal Kegiatan Untuk Cari Sponsor)

9. Bantuan Pemerintah

Meskipun peluangnya cukup kecil, mencari dan berusaha mendapatkan dana untuk produksi film kepada pemerintah juga perlu dicoba. Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang getol berkampanye tentang pentingnya pertumbuhan Industri Kreatif dan Ekonomi Kreatif.

10. Pinjaman Bank

Mendapatkan dana untuk produksi film melalui pinjaman bank adalah pilihan terakhir yang sangat beresiko. Untuk itu perhitungkana secara matang rugi-laba dari film yang akan dibuat. (Baca juga : Pinjam Uang di Bank untuk Usaha? Baca Ini Dulu)

Baca juga : Ini Proses dan Tahapan Membuat Film




Kuat Tanpa Sambat – Kang Jais (Official Video Music)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*