kewirausahaan, pendidikan, pernikahan, ibu hamil, teknologi informasi>

Mitos Seputar Kopi dan Kafein, Ini Faktanya



Mitos Kopi dan Kafein, Ini Faktanya
Ilustrasi kopi/pixabay.com

Mitos tentang kopi termasuk kafein, zat yang terkandung di dalamnya, muncul sejak zaman kuno. Sebagian orang pun mempercayai berbagai mitos tentang kopi, terutama soal pengaruhnya terhadap kesehatan. Beberapa mitos terbukti ilmiah dan benar, namun beberapa yang lain mungkin hanya sekadar mitor yang hidup dan dipertahankan selama bertahun-tahun.

Kopi sering disalahkan karena kandungan utamanya, yaitu kafein. Zat alami tersebut ditemukan dalam daun, biji atau buah-buahan, di lebih dari 60 tanaman. Biji kopi, kakao, kacang cola dan daun teh digunakan untuk membuat banyak minuman ringan favorit atau minuman seperti kopi, teh, minuman cola dan berbagai makanan, seperti coklat.

Fakta Kopi dan Kafein 

Kopi dikonsumsi setiap hari oleh 80% -90% populasi orang dewasa.

Bagi jutaan orang, kopi adalah gairah yang nyata.

Kopi adalah sebuah kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari.

Ada banyak kesalahan persepsi tentang sifat-sifat kopi dan efeknya pada kesehatan kita.

Orang-orang menyukai minuman yang mengandung kafein sejak zaman kuno.

Kopi mulai digunakan di Afrika sekitar tahun 575 AD, dimana biji kopi digunakan sebagai uang sekaligus dikonsumsi sebagai makanan.

Kafein, kandungan utama dari kopi, ditemukan di lebih dari 60 tanaman yang berbeda.

Kafein juga dapat diproduksi secara sintetis dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, minuman dan minuman ringan.

Kafein juga digunakan dalam obat (biasanya dapat dibeli dengan menggunakan resep).

Mitos Kopi dan Kafein, Ini Faktanya
Tidak hanya kopi, juga mengandung kafein/pixabay.com

 

Produk-produk yang Mengandung Kafein

Bukan hanya kopi yang mengandung kafein. Kafein juga ditemukan dalam produk nabati lainnya seperti teh. Selain itu, ada kecenderungan untuk menambahkan kafein dalam minuman ringan sejenis cola.

Berikut adalah kandungan kafein dalam berbagai jenis minuman :

– Kopi yang disaring : 90 mg

– Kopi Instan : 63 mg

– Kopi yang mangalami pemurnian kafein : (masih mengandung) 3 mg

– Teh: 42 mg

– Es teh: 70 mg

– Cokelat susu: 5 mg

– Minuman ringan cola : 16 mg

– Susu cokelat: 6 mg

– Cokelat hitam setengah manis : 20 mg

– Sirup rasa cokelat : 4 mg

Sifat dari Kafein

Kafein adalah stimulan ringan

Orang-orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda terhadap kafein. Banyak orang bisa minum beberapa cangkir kopi dalam satu jam dan tanpa mendapatkan efek samping. Namun beberapa orang  yang lain mungkin merasakan efeknya meski hanya minum satu cangkir.

Kafein setelah diserap oleh sistem pencernaan, akan didistribusikan dalam tubuh dengan cepat. Kafein tidak menumpuk dalam darah atau tubuh dan diekskresikan normal beberapa jam setelah konsumsi.

Kafein meningkatkan kadar dopamin di otak. Dopamin membuat kita merasa lebih baik dan meningkatkan suasana hati kita.

Kafein memiliki sifat penting yang mempengaruhi sistem dan fungsi tubuh yang berbeda.

Kafein mempengaruhi otak dan pada kenyataannya merupakan stimulan sistem saraf pusat. Survei terbaru menunjukkan bahwa dosis sedang akan memperbaiki daya ingat.

Kafein mempengaruhi juga sistem kemih. Ia memiliki sifat diuretic. Hal ini dianggap bahwa dalam dosis tinggi dan diuresis meningkat dapat menyebabkan dehidrasi. Itulah mengapa mereka yang minum minuman dengan konsentrasi tinggi kafein juga harus minum banyak air putih.

Kafein juga dapat menyebabkan nafsu makan menurun.

Sensitivitas dari setiap individu terhadap kafein berbeda-beda. Hal ini berarti bahwa setiap orang memiliki respon yang berbeda terhadap kafein dan kuantitas yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek positif atau negatif pada kesehatan masing-masing.

Mitos Kopi dan Kafein, Ini Faktanya
Ilustrasi kopi/pixabay.com

 

Seputar Mitos tentang Kopi

Selama bertahun-tahun orang telah mengembangkan beberapa persepsi tentang kopi. Banyak hal yang diyakini benar, tetapi ada juga beberapa kesalahpahaman tentang efek kopi terhadap kesehatan kita.

Berikut ini penjelasan mengenai mitos kopi yang paling populer:

Mitos Kopi Mengakibatkan Insomnia

Mitos ini terutama berlaku bagi mereka yang tidak terlalu sering meminum kopi. Mereka mungkin mengalami insomnia dan tidur mereka terganggu jika kopi dikonsumsi 30-60 menit sebelum tidur.

Beberapa orang bahkan tidak bisa tidur sama sekali, meskipun mereka minum kopi tiga atau empat jam sebelum tidur. Semua kembali pada kepekaan setiap orang pada kopi.

Berlawanan dengan mitos itu, bagi mereka yang minum kopi secara teratur, kafein tidak mempengaruhi tidur mereka. Untuk mencegah insomnia dari kopi, solusi terbaik adalah dengan tidak minum kopi atau tidak mengkonsumsi produk yang mengandung kafein setelah jam lima sore. Jadi, kopi menyebabkan insomnia hanya mitos.

Mitos Kopi Menghilangkan Stres

Salah! Itu hanyalah mitos. Kopi jutru bisa menimbulkan stres. Kafein membantu meningkatkan stres pada orang-orang dengan adanya rasa cemas dan akan menambah penderitaan pada orang-orang yang mengalami kepanikan.

Bisakah kita mengkonsumsi kopi sambil meminum obat?

Tidak masuk akal melarang konsumsi satu atau dua cangkir kopi untuk seseorang yang sedang menjalani perawatan dengan obat-obatan. Perlu dicatat bahwa kafein dapat meningkatkan atau melemahkan pengaruh obat-obatan tertentu.

Penjelasan dari mitos itu seperti ini: Obat stres, anti-depresi, dan obat tidur tidak boleh dikonsumsi berbarengan dengan kopi dalam jumlah besar. Namun untuk obat-obatan jenis lain dengan kuantitas kopi yang wajar, satu atau dua cangkir masih diperbolehkan.

Kopi dan Rokok Kombinasi Buruk Hanya Mitos 

Jangan percaya mitos ini. memang, kopi dan rokok biasanya dikonsumsi bersama-sama. Semua penelitian telah menunjukkan bahwa perokok memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan non-perokok.

Nikotin memiliki efek mempercepat penghapusan kafein dari tubuh dan perokok merasa perlu untuk mempertahankan tingkat kafein dalam tubuh sehingga meningkatkan asupan kafein.

Menurut hasil penelitian, mereka yang berhenti merokok tidak mengurangi konsumsi kopi sampai setidaknya enam bulan. Perlu diingat bahwa kopi tanpa kafein akan meningkatkan keinginan untuk merokok.

Kopi dapat memperlancar pencernaan?

Ini mitos. Banyak orang menganggap minum kopi setelah makan diperlukan untuk melancarkan pencernaan. Namun berbagai penelitian tidak mengkonfirmasi pandangan ini, terutama karena kopi membuat proses pencernaan makanan lain menjadi lebih sulit. Sensitivitas setiap orang untuk kopi juga relevan dalam kasus ini.

Kafein meningkatkan risiko penyakit jantung?       

Pada orang sehat, konsumsi kopi dengan tingkat sedang (2-4 cangkir sehari) tidak memiliki efek buruk pada jantung. Tidak ada penelitian yang bisa mengkonfirmasi bahwa ada hubungan antara serangan jantung dan konsumsi kopi.

Sehubungan dengan tekanan darah, kopi, teh dan minuman lain yang mengandung kafein, tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah. Beberapa orang yang sensitif terhadap kafein mungkin memiliki kemungkinan kecil peningkatan tekanan darah, yang biasanya berlangsung tidak lebih dari beberapa jam.

Kopi adalah candu?

Ini bukan mitos. Penjelasannya adala, berhenti mengkonsumsi kopi secara tiba-tiba bagi mereka yang minum kopi secara teratur dapat membawa gejala sebagai berikut : kelelahan, mengantuk, sakit kepala, dan iritasi.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul setelah 12-14 jam dari gelas kopi terakhir. Dengan secangkir kopi gejala-gejala tersebut akan menghilang segera. Namun sebetulnya gejala-gejala tersebut secara bertahap akan hilang sepenuhnya setelah satu minggu.

Tidak ada jumlah tertentu dari kopi, untuk menciptakan ketergantungan pada kafein. Bahkan secangkir kopi atau tiga minuman cola, sudah cukup untuk menimbulkan kecanduan pada individu yang rentan.

Kafein meningkatkan risiko kanker?

Kecurigaan bahwa kafein bisa menjadi pemicu beberapa jenis kanker belum dibuktikan dengan penelitian ilmiah. Dua studi terbaru menemukan tidak ada hubungan antara minum kopi dan kanker. Artinya, kafein meningkatkan kanker hanyalah mitos.

Mitos Kafein Mempercepat Perkembangan Kanker Payudara?

Jelas ini mitos. Semua studi klinis sampai saat ini menunjukkan bahwa konsumsi kafein tidak meningkatkan risiko kanker payudara dan tidak terkait dengan perkembangan penyakit payudara.

Kopi memperkuat kegiatan di ranjangs?

Kopi tidak berhubungan dengan kegiatan di ranjang. Namun dapat membantu menciptakan suasana tubuh yang lebih baik. Meskipun ada kasus-kasus yang berhubungan dengan kesuburan terkait konsumsi kopi yang berlebihan. Dalam kasus seperti itu maka dianjurkan untuk pasangan membatasi konsumsi kopi.

Kafein lebih mempengaruhi anak-anak dibanding orang dewasa?

Ini bukan mitos. Anak-anak tidak lebih sensitif terhadap efek kafein dibanding orang dewasa. Secara umum kafein dikeluarkan dari tubuh dua kali lebih cepat pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.

Terlepas dari kenyataan bahwa konsumsi kopi dengan tingkat sedang pada anak-anak tidak menimbulkan risiko, kita harus tetap menghindari memberikan anak minuman berkafein karena bisa mempengaruhi pola makan mereka.

Sebagai tambahan, anak-anak yang hiperaktif, kafein tidak boleh diberikan karena dapat menyebabkan agitasi (pergolakan emosi).

Mitos Kopi Mengobati Mabuk 

Ini hanya mitos. Kopi tidak memiliki penawar untuk mabuk. Sebaliknya, kopi hanya membantu orang yang mabuk tetap terjaga. Gangguan yang disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan tidak bisa diubah oleh kafein.




Indonesia Kuat – Kang Jais (Official Video Music)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*