Ibu dan Buah Hati

Bolehkah Memberi Santan Untuk MPASI Bayi?

Bubur MPASICC0Yess jangan memberi resep mpasi 8-12 santan untuk mpasi

Saat bayi sudah berusia 6 bulan, mama mulai memberikan Makanan Pendamping ASI. Tapi ingat, jangan sekali-sekali memberi santan untuk MPASI.

Pemberian MPASI sangat penting untuk mengenalkan nutrisi lain yang terkandung dalam bahan makanan. Selain itu, MPASI juga mengajarkan bayi untuk belajar mengunyah makanan. Perubahan tekstur dari bubur saring menuju nasi harus disesuaikan dengan perkembangan pencernaan bayi.

Saat memberikan MPASI pada bayi, sebaiknya anda selektif dalam memilih menu sikecil. Tidak hanya selektif memilih bahan makanan bayi, anda juga harus memperhatikan bumbu yang digunakan.

MPASI tidak membutuhkan tambahan gula dan garam. Pasalnya, terlalu banyak penyebab dalam MPASI dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi.

Bolehkah Menambahkan Santan untuk MPASI?

Dalam memberikan MPASI, bolehkah menambahkan santan?

Santan atau air dari hasil perasan kelapa mempunyai kandungan lemak yang terasa gurih. Santan dijadikan tambahan dalam memasak atau membuat kue.

Meski rasa gurih santan sebenarnya alami, namun pencernaan bayi masih belum sempurna menerima beberapa makanan termasuk santan.

Kapan Boleh Memberi Santan untuk MPASI?

Memberi Santan untuk MPASI

Jika ingin memberi santan untuk MPASI, jangan berikan pada bayi yang masih berusia 6 bulan. Tunggu sampai bayi anda berusia 9 bulan saat pencernaan bayi sudah lebih siap.

Pada usia 9 bulan, anda bisa memberi santan untuk MPASI berupa tim dengan campuran sayuran. Santan yang diberikan cukup satu sendok makan saja.

Sayuran memang sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pertumbuhan bayi. Kandungan sayuran yang kaya akan vitamin akan lengkap dengan tambahan lemak yang berasal dari santan.

Sebaiknya anda membuat makanan bersantan untuk satu porsi saja. Jika anda membuat makanan bersantan dalam suhu ruang, makanan akan mudah basi dan menganggu kesehatan pencernaan bayi.

Manfaat santan untuk tubuh :

1. Santan sumber lemak yang bergizi

Kandungan lemak yang ada di dalam santan merupakan sumber kalori paling tinggi yang akan memberikan kelengkapan nutrisi pada bayi.

Meskipun demikian, tidak semua pencernaan bayi akan menerimanya sehingga anda dapat memberikan MPASI dengan tambahan santan pada usia 9 bulan ke atas.

Santan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang terbatas kepada bayi.

Meskipun santan mengandung lemak yang baik dan bergizi, mengonsumsi terlalu banyak lemak dapat memengaruhi asupan nutrisi yang seimbang dan menyebabkan kelebihan kalori.

2. Melancarkan metabolisme tubuh

Lemak alami yang terdapat di dalam santan, pada usia bayi 9 bulan dapat diperkenalkan pada bayi.

Kandungan lemak santan dapat melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh pada bayi, meskipun demikian anda harus membatasi dalam jumlah yang wajar dikarenakan pencernaan bayi masih rentan.

3. Membantu penyerapan vitamin

santan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang tepat

Santan tidak saja baik untuk tubuh anak anda melainkan juga untuk membantu dalam penyerapan vitamin, salah satunya vitamin A, E, D, dan K secara optimal.

Santan, yang merupakan sumber lemak alami, dapat meningkatkan penyerapan vitamin-vitamin tersebut dalam tubuh bayi.

Misalnya, vitamin D, yang penting untuk penyerapan kalsium dan pertumbuhan tulang yang sehat, memerlukan lemak dalam pencernaannya.

Oleh karena itu, saat santan dikonsumsi bersama makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan berlemak, dapat membantu penyerapan vitamin D tersebut.

Pemberian santan secara teratur dan dalam jumlah wajar dapat anda tambahkan pada MPASI anak anda yang berusia 9 bulan.

Namun, perlu diingat bahwa santan sebaiknya diberikan dalam jumlah yang tepat dan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Terlalu banyak lemak, termasuk santan, dalam makanan bayi dapat menyebabkan kelebihan kalori dan berisiko obesitas.

Penting untuk memberikan makanan dengan variasi nutrisi yang mencakup berbagai jenis makanan sehat, termasuk sumber-sumber vitamin lainnya seperti buah-buahan, sayuran, dan sumber protein lainnya.

4. Lemak sangat membantu pembentukan organ

Kandungan lemak santan dapat membantu dalam pembentukan empedu, jaringan otot, hati, ginjal, kelenjar adrenalin dan juga plasma darah pada bayi.

Pada beberapa kondisi bayi mungkin saja tidak dapat mencerna santan, sehingga anda dapat menghentikan pemberian santan pada MPASI bayi.

Lemak adalah salah satu sumber energi utama bagi tubuh dan juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh, perlindungan organ internal, penyerapan vitamin larut lemak, dan pembentukan membran sel.

Dalam perkembangan awal bayi, lemak yang cukup dan seimbang diperlukan untuk pembentukan organ-organ vital seperti otak, sistem saraf, jaringan kulit, dan organ dalam lainnya.

Lemak esensial, seperti asam lemak omega-3 dan omega-6, sangat penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf yang optimal pada bayi.

Namun, penting untuk memperhatikan bahwa sumber lemak yang dikonsumsi haruslah sehat dan seimbang.

5. Zat penting dalam meningkatkan kecerdasan

Santan memiliki zat penting dalam perkembangan sel otak salah satunya dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Santan, sebagai sumber lemak sehat, dapat memberikan kontribusi dalam pemenuhan kebutuhan lemak bayi.

Lemak esensial seperti asam lemak omega-3, yang ditemukan dalam ikan berlemak dan beberapa sumber makanan lainnya, memiliki peran penting dalam perkembangan otak.

Walaupun sebaiknya pemberian makanan bersantan sesuai menu keluarga pada usia anak 1 tahun. Namun jangan berikan anak anda makanan dengan bumbu yang tajam dan teksturnya yang sulit dicerna oleh anak anda.

Baca juga : Jangan Salah, Ini Cara Memasak Bubur Bayi yang Benar


Warning: Attempt to read property "term_id" on bool in /home/tumz2839/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 999
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top