Ibu dan Buah Hati

Langkah-langkah Memberikan MPASI pada Bayi

Bubur Beras Merah Untuk MPASI - memberikan mpasi

Kebutuhan nutrisi bayi usia 6 bulan tidak cukup hanya dari ASI. Maka untuk itu pada usia ini, bunda perlu memberikan MPASI (makanan pendamping ASI) pada Si Kecil.

Saat pertama kali berkenalan dengan Makanan pendamping ASI, sebagian bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Pemberian makanan pendamping ASI sangat menentukan kebutuhan nutrisi bayi sesuai dengan usianya. Namun, tidak semua bayi memberikan respon yang sama dalam menerima MPASI pertama. Beberapa bayi mungkin memberikan reaksi yang berbeda.

Pada pemberian MPASI pertama, beberapa bayi bisa jadi bereaksi seolah menolak.

Reaksi yang mungkin dilakukan bayi adalah dengan menjulurkan lidah, menahan mulut atau malah memuntahkannya.

Perlu mama tahu, reaksi ini bukan penolakan bayi melainkan proses adaptasi bayi terhadap makanan pendamping ASI.

Langkah – langkah memberikan MPASI

Nah, sebelum memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, ada baiknya mama pahami beberapa hal berikut agar sukses memberikan MPASI. Berikut adalah langkah-langkah memberikan MPASI pada bayi:

1. Perkenalkan Sayuran Terlebih dahulu sebelum Buah-buahan

Perkenalkan Sayuran Terlebih dahulu sebelum Buah-buahan

Sayuran | Gambar oleh NjoyHarmony dari Pixabay

Memperkenalkan sayuran lebih awal dalam memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi merupakan pendekatan yang umum direkomendasikan oleh ahli gizi dan dokter anak.

Dalam memperkenalkan makanan pendamping ASI sebaiknya anda mengenalkan terlebih dahulu sayuran dibandingkan buah-buahan.

Sayuran memiliki rasa yang tawar sehingga bayi anda dapat mengenali rasa tawar dari jenis sayuran, sedangkan buah-buahan memiliki rasa manis yang mudah untuk adaptasi pada bayi anda.

Memperkenalkan sayuran terlebih dahulu membantu bayi untuk mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan terbiasa dengan rasa alami makanan.

Sayuran umumnya memiliki rasa yang netral atau sedikit pahit, yang dapat membantu membiasakan bayi dengan rasa makanan yang tidak terlalu manis.

Sayuran memiliki kandungan yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Mengenalkan sayuran lebih awal pada bayi akan memberikan kesempatan bayi untuk masuknya nutrisi dalam tubuh yang beragam dan membantu dalam pembentukan kebiasaan makan sehat.

Memperkenalkan sayuran yang lebih awal dapat membantu dalam membentuk pola makan yang seimbang dan menyediakan nutrisi penting bagi bayi.

Hal ini berguna untuk menghindari kebiasaan makan yang hanya didasarkan pada makanan manis atau buah-buahan yang lebih manis.

Meski demikian, namun penting untuk dicatat bahwa setiap bayi memiliki kebutuhan dan preferensi makanan yang berbeda.

Setiap perkenalan makanan baru harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati, selalu mengawasi reaksi bayi terhadap makanan baru dan memberikan waktu bagi bayi untuk beradaptasi dengan rasa dan tekstur baru.

Setelah bayi sudah terbiasa dengan beberapa jenis sayuran, maka buah-buahan juga dapat diperkenalkan sebagai bagian dari MPASI.

Pastikan dalam memilih buah-buahan yang matang dan segar, Anda mencuci dahulu dengan baik sebelum diberikan kepada bayi.

2. Menjaga Kandungan Vitamin

buah-buahan yang mengandung vitamin

buah-buahan banyak mengandung vitamin | Gambar oleh Welcome to all and thank you for your visit ! ツ dari Pixabay

Dalam proses memasak makanan pendamping ASI seringkali anda mengabaikan dalam menjaga kandungan vitamin di dalam bahan makanan.

Gunakan bahan makanan segar dan berkualitas tinggi untuk MPASI bayi Anda.

Buah, sayuran, daging, dan sumber makanan lainnya yang masih segar banyak memiliki kandungan vitamin yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk olahan.

Sebisa mungkin kurangi pemrosesan makanan, pemrosesan makanan dapat mengurangi kandungan vitamin dan nutrisi padasayur dan buah.

Pada buah-buahan yang mengandung vitamin B dan vitamin C bisa anda berikan langsung dalam bentuk bubur susu tanpa proses memasaknya. Hal ini untuk menjaga dua jenis vitamin tersebut yang terkadang hilang pada saat proses memasaknya.

Untuk menjaga kandungan vitamin, gunakan metode memasak yang minimal seperti merebus, mengukus, atau memanggang dengan sedikit minyak.

Hindari penggunaan metode memasak yang berlebihan seperti penggorengan dalam minyak yang banyak atau memasak dalam waktu yang lama.

Jangan terlalu lama menyimpan makanan, semakin lama makanan disimpan, semakin banyak vitamin yang dapat hilang.

Idealnya, siapkan makanan segar dan berikan kepada bayi sesegera mungkin setelah dimasak. Jika ada sisa makanan, simpan dalam wadah kedap udara di lemari es namun harus tetap digunakan segera.

3. Kenali Porsi Makanan untuk Bayi Anda

Perhatikan porsi Makanan untuk Bayi

Perhatikan porsi Makanan untuk Bayi

Dalam memberikan makanan pendamping ASi seringkali anda membuatnya dalam jumlah yang melebihi porsi anak anda.

Mengetahui porsi makanan yang tepat saat memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) pada bayi sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup.

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, pada awalnya cukup anda kenalkan 2-3 sendok makan. Anda dapat meningkatkan porsi seiring dengan perkembangan kemampuan makan bayi.

Anda tidak perlu memaksaan bayi anda untuk menghabiskannya, anda dapat mengaturnya dengan membuat jadwal pemberian makanan pendamping ASI.

Bayi biasanya akan menunjukkan tanda-tanda kenyang seperti memutar kepala, menutup mulut, atau menolak makanan jika sudah cukup.

Jangan memaksakan bayi untuk makan lebih banyak jika ia menunjukkan tanda-tanda kenyang.

Pada awal pemberian MPASI, Anda dapat memberikan sekitar satu hingga dua kali sehari. Secara bertahap, Anda dapat meningkatkan frekuensi makan menjadi tiga kali sehari, sesuaikan saja dengan kemampuan dan minat makan bayi.

Teus amati reaksi bayi terhadap makanan yang diberikan. Jika bayi menunjukkan ketertarikan dan bisa menghabiskan porsi makanan dengan baik, Anda dapat meningkatkan porsinya sedikit demi sedikit.

4. Pilih Bahan Makanan yang mudah dicerna

Makanan yang mudah dicerna

Makanan yang mudah dicerna | Gambar oleh 泊悦 枫美 dari Pixabay

 

Ketika anda pertama kali memberikan makanan pendamping ASI pada bayi anda, hal yang pertama kali yang harus anda lakukan adalah mengenali tekstur bahan makanan yang mudah untuk dicerna bayi anda.

Proses pengolahan seperti menggunakan blender atau menghaluskan secara manual dengan menggunakan sendok dapat menjadi pilihan anda untuk membuat tekturnya mudah di cerna.

Untuk konsumsi sayur, pilihlah sayuran seperti wortel, kentang, labu, atau bayam yang telah dimasak hingga lembut dan mudah dihancurkan. Pada awal pemberian, hindari sayuran yang berat seperti kubis atau brokoli, bayi akan sulit mencerna.

Buah-buahan seperti pisang, pir, apel yang telah dimasak, dan alpukat adalah contoh buah-buahan yang mudah dicerna oleh bayi. Pastikan untuk menghaluskannya dengan tekstur yang lembut sebelum memberikannya kepada bayi.

Gunakan bahan makanan seperti beras, sereal beras, atau oatmeal halus untuk sumber karbohidrat yang mudah dicerna oleh bayi. Pastikan dalam memasak dan menghaluskannya hingga tekstur menjadi lembut agar sesuai dengan kemampuan bayi dalam mengunyah.

Untuk kebutuhan protein, pilihlah yang mudah dicerna, seperti daging ayam tanpa kulit dan tulang, ikan yang telah dihancurkan, atau tahu yang lembut. Pastikan untuk memasaknya dengan baik dan menghaluskannya agar mudah dikonsumsi oleh bayi.

Jika bayi Anda sudah mencapai usia di mana susu atau produk susu lainnya dapat diberikan, pilih produk susu yang sesuai dengan usia bayi dan mudah dicerna. Misalnya susu formula bayi atau produk susu lanjutan yang dirancang khusus untuk bayi.

5. Pilih Cara yang Membuatnya Menikmati waktu makan

Menikmati waktu makan - memberikan mpasi

Menikmati waktu makan

Buatlah jadwal makan bagi bayi sehingga membuatnya terbiasa dalam beradaptasi.

Anda dapat membuat jadwal makanan dimulai waktu pagi untuk mengenalkan pola sarapan pada bayi anda, berikan jenis buah yang dilumatkan atau dihaluskan.

Menjelang siang berikan jenis snack bayi , kemudian makan siang dengan makanan padat yang kaya nutrisi dan terakhir anda dapat mengenalkan makan pada sore hari menjelang bayi anda beristirahat.

Pastikan lingkungan makan bayi Anda nyaman dan tenang. Pilih tempat yang tenang, bebas dari gangguan atau kebisingan yang dapat mengalihkan perhatiannya saat makan.

Buat suasana yang positif dan menyenangkan selama waktu makan. Ajak bayi Anda berbicara, tersenyum, dan memberikan pujian saat dia mencoba makanan baru atau ketika dia makan dengan baik.

Itulah cara yang dapat anda lakukan dalam mempersiapkan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi anda. Setiap bayi memiliki reaksi yang berbeda pada saat pemberian makanan pendamping ASI, hal yang perlu anda jaga adalah kandungan nutrisi dan gizi sehingga membuat makanan pendamping ASI yang berkualitas.

Nah, demikian artikel kami tentang langkah-langkah memberikan MPASI pada bayi. Semoga bermanfaat.

baca juga :


Warning: Attempt to read property "term_id" on bool in /home/tumz2839/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 999
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top