5 Jenis Buah Terbaik untuk MPASI Pertama Bayi

Buah merupakan sumber vitamin yang sangat baik untuk bayi. Sekiranya Bunda perlu memilih buah terbaik untuk MPASI, setiap buah memiliki kandungan vitamin yang berbeda.

Setiap vitamin yang terdapat dalam buah juga memiliki manfaat yang berbeda bagi tumbuh kembang bayi.

Meski semua buah memiliki manfaat untuk bayi, namun seringkali ibu kebingungan harus memberikan buah apa dalam tahap mengenalkan MPASI pertama bayi.

Anda harus pintar-pintar memilih buah terbaik untuk MPASI bayi. Pasalnya, kandungan vitamin dalam buah dapat berpengaruh pada perkembangan bayi.

Menurut ahli gizi, semua buah memiliki manfaat yang baik untuk bayi.

Hanya saja, ibu harus tahu bahwa pemberian buah harus disesuaikan dengan usia bayi.

Buah dapat diberikan pada bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan. Pada usia ini, kematangan pencernaanya siap untuk mendapatkan makanan padat berupa buah.

Nah, kali ini kami akan mengulas buah terbaik untuk MPASI pertama bayi.

Meski semua buah dapat diberikan pada bayi, namun anda harus mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya tekstur.

Pertama kali mengenalkan buah, berikan buah yang bertekstur lembut. Anda bisa menghaluskan buah terlebih dahulu sebelum diberikan pada bayi.

Pencernaan bayi masih dalam tahap penyempurnaan, sehingga jika anda ingin memberikan buah sebagai MPASI, berikan buah yang manis terlebih dahulu.

Kenali dalam waktu satu minggu, jika bayi tidak mengalami gangguan pencernaan seperti BAB tidak normal, maka dapat diberikan kembali.

Berikut adalah 5 jenis buah terbaik untuk MPASI pertama bayi.

1. Pisang

buah pisang mengandung fosfor, kalium, asam folat dan juga vitamin A

Pisang adalah makanan yang kaya akan nutrisi penting, kandungan yang terdapat pada buah pisang yaitu fosfor, kalium, asam folat vitamin C, dan juga vitamin A yang baik untuk kesehatan bayi anda.

Pilih pisang yang matang dengan kulit yang kuning atau kuning kecokelatan. Pisang yang matang lebih lembut dan lebih mudah dicerna oleh bayi.

Pastikan Anda telah mencuci pisang dengan bersih sebelum mengupasnya. Kupas kulit pisang dan buang bagian ujungnya.

Untuk penyajian pisang pada tahap pengenalan MPASI adalah dengan mengeruk daging buah pisang hingga lembut kemudian sajikan pada bayi.

Ada pula yang dibuat campuran bubur atau pure sehingga menambah rasa dan tidak membuat bayi anda bosan.

Mulailah dengan memberikan sedikit pisang yang sudah dihaluskan pada sendok bayi.

Perhatikan reaksi bayi dan pastikan ia mengunyah dan menelannya dengan baik. Jika bayi terlihat menyukai dan merespons dengan baik, Anda dapat memberikan pisang lebih banyak pada sesi makan berikutnya.

Seperti saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, perhatikan kemungkinan reaksi alergi saat memberikan pisang pertama kali.

Jika bayi mengalami gejala seperti ruam kulit, gatal-gatal, atau perubahan napas setelah mengonsumsi pisang, hentikan pemberian dan konsultasikan dengan dokter.

Namun, penting untuk diingat bahwa pisang tidak boleh menjadi satu-satunya makanan dalam MPASI bayi.

Pastikan Anda memperkenalkan berbagai jenis makanan dalam MPASI bayi untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

2. Jeruk

Kandungan gizi jeruk sangat bagus yaitu untuk kalsium, kalium, vitamin C, vitamin A

Jeruk umumnya dapat diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia sekitar 6 bulan, tetapi perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan baru.

Pemberian buah jeruk memang ada yang mencemasakan ketika dikenalkan pada usia pemberian MPASI.

Perlu anda ketahui bahwa jeruk yang baik adalah yang memiliki rasa manis sehingga anda tidak perlu khawatir dengan masalah kesehatannya.

Kandungan gizi jeruk sangat bagus yaitu untuk kalsium, kalium, vitamin C, vitamin A, serat dan asam folat yang baik untuk kesehatan bayi.

Pilih jeruk yang matang dengan kulit yang berwarna cerah dan berat. Cuci jeruk dengan bersih sebelum mengupasnya.

Kupas kulit jeruk dan pastikan tidak ada biji atau serat yang tertinggal. Dalam penyajiannya anda dapat mengupasnya kemudian peras hingga air nya yang diberikan pada bayi.

Anda bisa menggunakan blender sebagai jus jeruk. Namun, perhatikan bahwa jus jeruk bisa memberikan rasa yang terlalu asam bagi bayi, jadi disarankan untuk memperkenalkan jeruk dalam bentuk yang lebih halus terlebih dahulu.

Untuk memperkenalkan jeruk pada bayi, Anda dapat mencampurkannya dengan makanan lain dalam MPASI.

Misalnya, Anda dapat mencampurkan perasan jeruk ke dalam bubur sereal atau puree buah lainnya. Hal ini membantu bayi terbiasa dengan rasa jeruk dan mengurangi risiko reaksi alergi.

Mulailah dengan memberikan sedikit jeruk pada bayi, dan secara bertahap bisa ditingkatkan jumlahnya jika bayi merespons dengan baik. Ini akan dapat membantu sistem pencernaan bayi untuk beradaptasi dengan makanan baru.

Pemberian secara langsung belum disarankan karena teksturnya masih sulit dicerna oleh bayi.

3. Tomat

Kandungan tomat kalsium, natrium, serat, protein, magnesium, asam folat, vitamin A.

Buah tomat umumnya baru boleh diperkenalkan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) pada usia sekitar 8-10 bulan, tetapi ini juga tergantung dengan kondisi bayi. Setiap bayi memiliki toleransi yang berbeda terhadap makanan baru.

Tomat mengandung senyawa antioksidan seperti likopen yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh bayi dari kerusakan akibat radikal bebas. Likopen juga dikaitkan dengan kesehatan jantung dan melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari.

Tomat mengandung berbagai nutrisi penting bagi bayi, termasuk vitamin C, vitamin A, vitamin K, kalium, natrium, protein, magnesium, asam folat dan serat.

Serat yang ada pada buah tomat dapat membantu menjaga pencernaan yang sehat dan mencegah sembelit pada bayi.

Tomat memiliki rasa yang segar dan dapat memberikan variasi rasa dalam MPASI bayi. Tekstur tomat yang lembut juga dapat membantu melatih kemampuan mengunyah dan mengontrol makanan pada bayi.

Tomat memiliki warna yang cerah, sehingga dapat memberikan stimulasi visual pada bayi dan mendorong minat mereka terhadap makanan.

Anda dapat memperkenalkan buah tomat dengan campuran bubur sehingga memiliki rasa yang berbeda. Jadikan tomat sebagai pelengkap atau saus yang disajikan bersama bubur atau pure.

Pastikan juga untuk memilih tomat yang matang, mencuci dengan baik sebelum digunakan, dan memotong menjadi ukuran yang sesuai dengan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.

4. Pir

kandudngan buah pir yaitu fosfor, kalium, kalsium dan juga vitamin C

Buah pir juga merupakan salah satu buah terbaik yang dapat menjadi bagian dari makanan pendamping ASI (MPASI) pertama bagi bayi.

Dalam buah pir terdapat kandungan berbagai nutrisi penting seperti serat, vitamin C, vitamin K, vitamin B6, dan kalium. Nutrisi ini mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada bayi.

Buah ini banyak mengandung serat yang penting untuk menjaga pencernaan yang sehat dan mencegah sembelit pada bayi.

Serat pada buah ini juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan mempertahankan keseimbangan gula darah pada bayi.

Buah pir memiliki tekstur yang lembut dan mudah dikunyah oleh bayi, sehingga sangat cocok untuk fase awal MPASI, ini juga akan membantu bayi dalam mengembangkan keterampilan mengunyah dan menelan.

Salah satu kelebihan buah pir adalah mengandung banyak air, inilah yang dapat membantu dalam menjaga kecukupan hidrasi pada bayi.

Namun, penting untuk memperkenalkan buah pir secara bertahap dan memperhatikan reaksi bayi terhadap makanan baru.

Jika bayi mengalami gejala alergi atau intoleransi makanan setelah mengonsumsi buah pir, hentikan pemberian dan konsultasikan dengan dokter.

5. Apel

buah apel yaitu kalium,fostor, kalsium, megnesium, vitamin A, vitamin C - buah terbaik untuk MPASI

Buah apel juga menjadi salah satu buah terbaik untuk diperkenalkan dalam makanan pendamping ASI (MPASI) pertama bayi. Buah ini banyak mengandung nutrisi penting seperti serat, vitamin C, vitamin A, kalium, dan antioksidan. Nutrisi ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada bayi.

Buah apel mengandung serat larut dan tidak larut yang baik untuk pencernaan bayi. Serat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mencegah sembelit, dan memperbaiki keberagaman mikrobiota usus bayi.

Tekstur yang lembut pada buah apel membuatnya cocok untuk bayi yang mulai menjelajahi makanan padat. Tekstur ini yang akan membantu bayi mengembangkan kemampuannya dalam mengunyah dan menelan makanan.

Buah apel juga memiliki rasa yang cukup manis alami, ini bisa menarik minat bayi terhadap makanan. Rasa manis khas apel ini akan membantu mengenalkan bayi pada beragam rasa dan membangun kebiasaan makanan yang sehat.

Saran penyajian kupas kulit apel lalu potong kecil-kecil sesudah itu masukan ke dalam panci, tambahkan air secukupnya atau bisa juga sampe potongan ampel terendam oleh air.sesudah apel lunak kita bisa langsung masukan ke dalam blender.

Baca juga : 7 Jenis MPASI Buah yang Baik untuk Bayi

Tinggalkan komentar