30 Lukisan Surealisme: Pelukis Indonesia dan Luar Negeri

oleh
Lukisan Surealisme Opsi Otopsi (2019) karya Roby Dwi Antono
"Opsi Otopsi" (2019) karya Roby Dwi Antono. Sumber

Surealisme adalah gerakan seni yang muncul pada awal abad ke-20 yang mengeksplorasi dunia imajinasi, mimpi, dan bawah sadar.

Gerakan ini pada awalnya dipelopori oleh seniman-seniman seperti Salvador Dalí, René Magritte, dan Joan Miró, yang memiliki pengaruh yang luas dalam dunia seni rupa.

Surealisme muncul di tengah-tengah periode pasca-Perang Dunia I, ketika itu dunia penuh dengan kehancuran dan kacau balau.

Gerakan ini berakar dari teori psikoanalisis Sigmund Freud yang mengeksplorasi bawah sadar manusia dan kekuatan imajinasi.

Para seniman surealis tertarik untuk menggali ke dalam mimpi dan hal-hal yang tak terpikirkan.

Mereka mencari cara untuk mengungkapkan emosi dan perasaan yang lebih dalam melalui karya seni rupa.

Baca juga: 10 Pelukis Terkenal Dunia yang Perlu Anda Tahu

Ciri Khas Lukisan Surealisme

Lukisan surealisme seringkali menyajikan gambar-gambar yang aneh, bentuk tak terduga, dan kontradiktif.

Elemen-elemen dari alam bawah sadar bisa muncul dalam bentuk simbol, bisa dalam bentuk-bentuk organik, dan berbagai kombinasi objek yang tidak biasa.

Dalam karya-karya surealis, logika dan realitas tradisional seringkali diabaikan.

Para seniman lebih banyak mengeksplorasi suasana yang misterius dan magis.

Pendekatan surealis dalam seni rupa salah satunya bertujuan untuk membebaskan imajinasi dari batasan logika dan aturan konvensional.

Para seniman berusaha menciptakan karya-karya yang mampu memprovokasi pemikiran dan mengajak penonton untuk menjelajahi dunia di luar realitas sehari-hari.

Gerakan surealisme selama ini telah memberikan dampak yang cukup besar dalam seni rupa dan budaya populer.

Lukisan-lukisan surealis telah menjadi bagian dari perbendaharaan seni di dunia dan hingga kini terus menginspirasi.

Tak hanya dalam lukisan, pengaruh surealisme juga dapat kita temukan dalam film, fotografi, sastra, dan teater.

Surealisme juga telah membuka jalan bagi eksplorasi tema-tema psikologis dan sosial dalam seni.

Seniman-seniman surealis juga dapat menyuarakan perasaan ketidakpuasan terhadap kenyataan dan peristiwa-peristiwa dramatis dalam lingkungannya.

Pelukis Surealisme

Salvador Dali

Bernama lengkap Salvador Domingo Felipe Jacinto Dalí i Domènech, ia lahir pada tanggal 11 Mei 1904, di Figueres, Catalunya, Spanyol.

Salvador Dalí adalah salah satu seniman surealis paling terkenal dan ikonik.

Ia dikenal karena gaya uniknya yang mencampurkan realisme dengan fantasi dan imajinasi yang liar.

Karya-karyanya, seperti “The Persistence of Memory” dan “Swans Reflecting Elephants,” telah menciptakan ikonografi surealisme yang abadi dan menjadi simbol gerakan ini.

Dali menghembuskan nafas terakhirnya pada 23 Januari 1989, Figueres, Catalunya, Spanyol.

Baca juga: 5 Lukisan Termahal Karya Salvador Dali, Asli Bikin Ngiler

Rena Magritte

Bernama lengkap René François Ghislain Magritte, (21 November 1898 – 15 Agustus 1967).

Ia adalah seorang seniman surealis asal Belgia yang dikenal karena karya-karyanya yang penuh teka-teki dan kontradiksi.

Karyanya seringkali menampilkan gambar-gambar yang biasa, namun dengan cara yang tidak biasa atau di luar konteks, menciptakan efek misterius dan menantang logika.

Joan Miro

Joan Miró i Ferrà (20 April 1893 – 25 Desember 1983), adalah seniman surealis asal Spanyol yang dikenal dengan karya-karyanya yang abstrak dan eksentrik.

Karyanya menampilkan bentuk-bentuk organik dan simbol-simbol yang unik, mencerminkan dunia imajinasi dan mimpi.

Lukisan-lukisannya yang kreatif dan berwarna-warni telah memberikan kontribusi besar bagi seni rupa.

Max Ernst

Max Ernst (2 April 1891 – 1 April 1976) adalah seniman surealis Jerman yang terkenal dengan teknik kolase dan karya-karyanya yang penuh dengan imajinasi dan fantasi.

Ia menciptakan lukisan-lukisan biomorfik dan abstrak yang mencerminkan eksplorasi alam bawah sadar.

Ernst juga terlibat dalam pengembangan teknik frottage dan grattage dalam seni rupa.

Yves Tanguy

Bernama lengkap Raymond Georges Yves Tanguy (5 Januari 1900 – 15 Januari 1955).

Yves Tanguy adalah seorang seniman surealis asal Prancis yang dikenal dengan karya-karyanya yang menciptakan suasana misterius dan dunia imajinatif yang unik.

Lukisan-lukisannya sering menampilkan lanskap surealis dengan bentuk-bentuk organik dan atmosfer yang tidak biasa.

Ia menggunakan teknik goresan kuas yang ekspresif untuk menciptakan komposisi yang memukau.

Andre masson

André-Aimé-René Masson (4 Januari 1896 – 28 Oktober 1987, Paris, Prancis)

ia adalah seorang seniman surealis asal Prancis yang dikenal dengan karya-karyanya yang ekspresif dan dinamis.

Karyanya sering menggambarkan eksplorasi bawah sadar dan alam manusia dengan goresan kuas yang bebas dan spontan.

Ia juga menggunakan teknik kolase dalam karyanya untuk menciptakan efek tekstur yang menarik.

Leonora Carrington

Leonora Carrington (6 April 1917- 25 Mei 2011), adalah seorang seniman surealis asal Inggris yang aktif dalam gerakan surealisme di Meksiko.

Karyanya sering menampilkan gambar-gambar gaib dan makhluk-makhluk fantastis, mencerminkan dunia imajinasi dan mitologi yang kaya.

Ia menggunakan teknik cat minyak dengan detail yang halus untuk menciptakan lukisan-lukisan yang penuh dengan simbolisme dan makna tersembunyi.

Remedios Varo

Remedios Varo (1908-1963) adalah seorang seniman lukisan Surrealis Spanyol-Meksiko.

Ia lahir pada 16 Desember 1908 di Anglès, Catalonia, Spanyol, dan meninggal pada 8 Oktober 1963 di Meksiko City, Meksiko.

Varo adalah salah satu dari sedikit seniman wanita yang mencapai popularitas besar dalam lingkungan gerakan Surrealis.

Ia menghadapi tantangan dalam mengejar karir seni karena stereotip gender pada masanya, tetapi dia berjuang untuk mempertahankan kemandirian kreatifnya.

Varo juga dikenal karena teknik lukisannya yang canggih dalam menciptakan dunia yang surreal dan magis.

Karyanya mencerminkan minatnya pada filosofi, literatur, dan ilmu pengetahuan, serta pengalaman hidupnya sendiri.

Pada akhir hayatnya, Varo menderita penyakit serius yang mempengaruhi karyanya, tetapi dia terus melukis sampai wafatnya pada tahun 1963.

Amang Rahman

Amang Rahman (1931 – 2001), pria kelahiran Surabaya 21 November 1931 ini, bersama OH Supono, adalah pendiri Akademi Seni Rupa Surabaya (AKSERA) di tahun 1967.

Ia juga salah satu tokoh seniman yang mendirikan Dewan Kesenian Surabaya pada tahun 1971.

Gaya lukisan surealismenya disebut oleh sebagian pengamat sebagai monolog dan dialog mistis mengenai pengalaman hidup, harapan, dan pandangan hidupnya.

Roby Dwi Antono

Roby Dwi Antono (30 Oktober 1990) adalah seniman muda asal Yogyakarta  yang menekuni seni lukis pop surealis.

Dalam karya-karyanya ia banyak mencampurkan unsur khalayan anak-anak dengan gaya pop surealis sehingga tercipta karya seni yang sedikit aneh dan menyeramkan.

Ia sering memasukkan unsur-unsur kanibalisme, kesedihan dan kekerasan, namun di sisi lain ia mampu memunculkan ada kesan yang berbeda dan segar.

Menurut pengakuannya, ia terinspirasi dari karya-karya Mark Ryden dan Marion Peck meski pada akhirnya ia meninggalkan kiblat Mark Rayden.

Baca juga: 10 Pelukis Terkenal Indonesia dan Karya Lukisannya

Contoh Lukisan Surealisme

1. Lukisan “The Persistence of Memory”

The Persistence of Memory karya Salvador Dali.
The Persistence of Memory karya Salvador Dali. Sumber

 

2. Lukisan “Daddy Longlegs of the Evening-Hope!”

Daddy Longlegs of the Evening-Hope (1940) karya Salvador Dali
“Daddy Longlegs of the Evening-Hope!” (1940) karya Salvador Dali. Sumber

 

3. “Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man”

Lukisan Surealisme Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man (1943) karya Salvador Dali
“Geopoliticus Child Watching the Birth of the New Man” (1943) karya Salvador Dali. Sumber

 

4. Lukisan “The Son of Man”

Lukisan Surealisme The Son of Man, 1946 karya Rene Magritte
“The Son of Man,” (1946) karya Rene Magritte. Sumber

 

5. Lukisan “The Lovers II”

Lukisan Surealisme The Lovers II, (1928) karya Rene Magritte
“The Lovers II”, (1928) karya Rene Magritte. Sumber

 

6. Lukisan “The Blank Signature”

Lukisan Surealisme The Blank Signature, (1965) karya Rene Magritte
“The Blank Signature”, (1965) karya Rene Magritte. Sumber

 

7. Lukisan “Catalan Landscape”

Lukisan Surealisme Catalan Landscape, (1924) karya Joan Miro
“Catalan Landscape”, (1924) karya Joan Miro. Sumber

 

8. Lukisan “Sobreteixim 2”

Lukisan Surealisme Sobreteixim 2, (1972) karya Joan Miro
“Sobreteixim 2”, (1972) karya Joan Miro. Sumber

 

9. Lukisan “The Tilled Field”

Lukisan Surealisme The Tilled Field, (1924) karya Joan Miro
“The Tilled Field”, (1924) karya Joan Miro. Sumber

 

10. Lukisan “The Triumph of Surrealism”

Lukisan Surealisme The Triumph of Surrealism, (1973) karya Max Ernst
“The Triumph of Surrealism”, (1973) karya Max Ernst. Sumber

 

11. Lukisan “Woman, Old man and Flower”

Lukisan Surealisme Woman, Old man and Flower, (1923) karya Max Ernst
“Woman, Old man and Flower”, (1923) karya Max Ernst. Sumber

 

12. Lukisan “The Barbarians”

Lukisan Surealisme The Barbarians, (1937 ) karya Max Ernst
“The Barbarians”, (1937 ) karya Max Ernst. Sumber

 

13. Lukisan “Divisibilité indéfinie”

Lukisan Surealisme Divisibilité indéfinie, 1942 karya Yves Tanguy
“Divisibilité indéfinie”, 1942 karya Yves Tanguy. Sumber

 

14. Lukisan “Through Fire but Not Through Glass”

Lukisan Surealisme Through Fire but Not Through Glass, (1943) karya Yves Tanguy
“Through Fire but Not Through Glass”, (1943) karya Yves Tanguy. Sumber

 

15. Lukisan “Multiplication of the Arcs”

Lukisan Surealisme Multiplication of the Arcs (1954) karya Yves Tanguy
“Multiplication of the Arcs” (1954) karya Yves Tanguy. Sumber

 

16. Lukisan “Pedestal Table in the Studio”

lukisan surealisme Pedestal Table in the Studio (1922) karya André Masson
“Pedestal Table in the Studio” (1922) karya André Masson. Sumber

 

17. Lukisan “Ibdes in Aragon”

lukisan surealisme Ibdes in Aragon (1935) karya André Masson
“Ibdes in Aragon” (1935) karya André Masson. Sumber

 

18. Lukisan “Paysage en forme de poisson”

Paysage en forme de poisson, (1941) karya André Masson
“Paysage en forme de poisson”, (1941) karya André Masson. Sumber

 

19. Lukisan “Self-Portrait (Inn of the Dawn Horse)”

Self-Portrait (Inn of the Dawn Horse) (1938) karya Leonora Carrington
“Self-Portrait (Inn of the Dawn Horse)” (1938) karya Leonora Carrington. Sumber

 

20. Lukisan “Play Shadow.”

Play Shadow. karya Leonora Carrington
“Play Shadow.” karya Leonora Carrington. Sumber

 

21. Lukisan “Crookhey Hall”

Crookhey Hall (1987) karya Leonora Carrington
“Crookhey Hall” (1987) karya Leonora Carrington. Sumber

 

22. Lukisan “Stealing the Essence”

Lukisan Surealisme Stealing the Essence (1955) karya Remedios Varo
“Stealing the Essence” (1955) karya Remedios Varo. Sumber

23. Lukisan “The Souls of Mountains”

Lukisan Surealisme The Souls of Mountains (1938) karya Remedios Varo
“The Souls of Mountains” (1938) karya Remedios Varo

24. Lukisan “A Woman Leaving the Psychoanalyst’s Office”

A Woman Leaving the Psychoanalyst’s Office (1960) karya Remedios Varo
“A Woman Leaving the Psychoanalyst’s Office” (1960) karya Remedios Varo. Sumber

25. Lukisan “Penantian”

Penantian karya Amang Rahman
“Penantian” karya Amang Rahman. Sumber

 

26. Lukisan “Self Portrait”

Lukisan Surealisme Self Portrait (1997) karya Amang Rahman
“Self Portrait” (1997) karya Amang Rahman. Sumber

27. Lukisan “Reflesi”

lukisan surealisme Reflexi karya Amang Rahman
“Reflesi” karya Amang Rahman. Sumber

 

28. Lukisan “Opsi Otopsi”

Lukisan Surealisme Opsi Otopsi (2019) karya Roby Dwi Antono
“Opsi Otopsi” (2019) karya Roby Dwi Antono. Sumber

 

29. Lukisan “Lunar Rituals #3”

Lunar Rituals 3 (2022) karya Roby Dwi Antono
“Lunar Rituals #3” (2022) karya Roby Dwi Antono. Sumber

 

30. Lukisan “A Miraculous Self-Healing”

Lukisan Surealisme A Miraculous Self-Healing (2017) karya Roby Dwi Antono
“A Miraculous Self-Healing” (2017) karya Roby Dwi Antono. Sumber

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.