Manajemen Keuangan

10 Tips Membuat Rencana Keuangan Usaha

Rencana Keuangan Usaha

Membuat rencana keuangan usaha menjadi satu hal yang sangat penting untuk dilakukan baik untuk usaha kecil, menengah maupun besar.

Dengan memiliki rencana keuangan, ini bisa membantu Anda dalam mengelola keuangan usaha dengan lebih baik.

Misalnya dalam membuat anggaran, mengidentifikasi sumber pendapatan dan pengeluaran, serta memperkirakan arus kas.

Dengan rencana yang jelas, Anda dapat memantau dan mengontrol keuangan usaha Anda dengan lebih efektif.

Satu hal yang tidak kalah penting, dengan memiliki rencana keuangan usaha yang baik, Anda dapat membuat berbagai keputusan penting dengan lebih baik karena berdasarkan data dan informasi yang akurat.

Hal ini secara tidak langsung akan membantu Anda dalam mengurangi kemungkinan kesalahan atau kerugian dalam menjalankan usaha.

Bisnis selalu dihadapkan pada ketidakpastian.

Dengan memiliki rencana keuangan usaha, Anda dapat mempersiapkan diri dan mengelola risiko yang terkait dengan ketidakpastian tersebut.

Anda dapat membangun cadangan dana darurat, mempertimbangkan strategi pengelolaan risiko, dan membuat skenario perencanaan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.

Dalam rangka mencapai keberhasilan finansial dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, penting untuk memiliki rencana keuangan usaha yang terencana dengan baik.

Rencana ini memberikan arah dan panduan dalam pengelolaan keuangan, membantu Anda mengatasi tantangan, dan mencapai tujuan keuangan yang telah ditetapkan.

Membuat rencana keuangan adalah langkah penting untuk mengatur keuangan secara terencana dan efisien.

Berikut langkah-langkah membuat rencana keuangan:

1. Tentukan Tujuan Keuangan Usaha

Tentukan Tujuan Keuangan UsahaUntuk membuat rencana keuangan usaha, mulailah dengan menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Menentukan tujuan keuangan untuk usaha adalah langkah penting dalam merencanakan keberhasilan bisnis Anda.

Untuk bisa menentukan tujuan, Anda bisa mulai dengan mengevaluasi keadaan keuangan uasaha saat ini. Tinjau laporan keuangan, termasuk pendapatan, pengeluaran, arus kas, dan aset serta utang yang dimiliki.

Mengetahui keadaan keuangan saat ini akan membantu Anda membuat tujuan yang lebih realistis dan terukur.

Langkah selanjutnya adalah tetapkan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

Tujuan jangka pendek biasanya berkisar antara 1-3 tahun, sementara tujuan jangka panjang melibatkan periode waktu yang lebih lama, misalnya 5-10 tahun.

Contoh tujuan jangka pendek mungkin termasuk meningkatkan pendapatan sebesar 20% dalam setahun, sedangkan tujuan jangka panjang mungkin meliputi pembukaan cabang baru dalam waktu 5 tahun.

Pastikan tujuan keuangan yang Anda tetapkan spesifik dan dapat diukur.

Sebagai contoh, bukan hanya mengatakan “ingin meningkatkan pendapatan,” tetapi tetapkan target pendapatan yang spesifik, seperti “mencapai pendapatan tahunan sebesar 600 Juta pada akhir tahun ini.”

Tujuan yang spesifik dan terukur akan membantu Anda melacak kemajuan Anda dan memastikan bahwa Anda dapat mengevaluasi pencapaian tujuan tersebut.

Jika Anda memiliki beberapa tujuan keuangan, penting untuk memprioritaskan tujuan mana yang paling penting atau mendesak.

Pertimbangkan juga faktor risiko dan kendala yang mungkin dapat mempengaruhi pencapaian tujuan keuangan Anda.

Identifikasi risiko yang potensial, seperti fluktuasi pasar, persaingan, perubahan regulasi, atau masalah operasional, dan pikirkan strategi untuk menghadapinya.

Setelah Anda menetapkan tujuan keuangan, buat rencana tindakan yang jelas untuk mencapainya.

Identifikasi langkah-langkah konkret yang perlu diambil, termasuk peningkatan penjualan, pengurangan biaya, investasi dalam pemasaran, atau pengembangan produk baru.

Ingatlah bahwa tujuan keuangan harus realistis, dapat diukur, dan terkait dengan visi jangka panjang bisnis Anda.

Usahakan untuk selalu beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar dan lingkungan bisnis untuk memastikan tujuan keuangan yang relevan dan dapat dicapai.

2. Hitunglah Pendapatan Usaha Anda

Hitunglah Pendapatan Usaha AndaSetelah Anda menetapkan tujuan keuangan usaha, langkah berikutnya adalah mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan Anda.

Jika Anda sudah menjalankan usaha, tentukan sumber-sumber pendapatan utama dari bisnis Anda. Misalnya, apakah pendapatan berasal dari penjualan produk atau jasa, sewa, royalti, iklan, atau sumber lainnya.

Jika Anda menjual produk atau jasa, tentukan harga jual untuk masing-masing item atau layanan tersebut.

Pertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi, markup yang diinginkan, persaingan pasar, dan harga yang ditawarkan oleh pesaing.

Jika Anda memiliki sumber pendapatan lain seperti sewa atau iklan, tambahkan pendapatan tersebut ke pendapatan penjualan.

Jika Anda memperhitungkan pengembalian barang atau memberikan diskon kepada pelanggan, kurangi jumlah ini dari pendapatan penjualan Anda.

Jumlahkan semua pendapatan dari berbagai sumber untuk mendapatkan total pendapatan usaha Anda.

Penting untuk diingat bahwa perhitungan pendapatan usaha adalah perkiraan dan dapat berubah seiring waktu.

Selalu pantau dan evaluasi kinerja keuangan Anda secara teratur untuk memastikan bahwa pendapatan usaha Anda sesuai dengan target dan harapan Anda.

Laporan Keuangan Usaha, Ini Jenis dan Penjelasannya

3. Mencatat Pengeluaran Usaha

Mencatat Pengeluaran UsahaBuat daftar rinci tentang semua pengeluaran bulanan usaha Anda.  Mencatat pengeluaran usaha adalah langkah penting dalam mengelola keuangan bisnis Anda.

Untuk mempermudah mencatat pengeluaran dan pemasukan usaha, buatlah rekening bank terpisah khusus untuk usaha Anda. Ini akan membantu memisahkan transaksi bisnis dari transaksi pribadi.

Pilihlah sistem pencatatan yang sesuai dengan kebutuhan usaha, Anda dapat menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets, atau menggunakan perangkat lunak akuntansi seperti QuickBooks atau Zoho Books.

Pastikan sistem yang Anda gunakan memungkinkan Anda mencatat dan mengkategorikan pengeluaran dengan jelas.

Catat setiap pengeluaran usaha secara teratur, pastikan selalu mencatat tanggal transaksi, deskripsi pengeluaran, jumlah yang Anda keluarkan, dan metode pembayaran yang Anda gunakan.

Pengeluaran usaha dapat mencakup pembelian inventaris, biaya pemasaran, sewa, gaji karyawan, biaya pengiriman, tagihan utilitas, dan lain sebagainya.

Buatlah kategori pengeluaran sesuai dengan jenisnya. Misalnya, kategori pengeluaran umum dapat mencakup biaya operasional, pemasaran, keuangan, atau pengembangan bisnis.

Dengan mengategorikan pengeluaran, Anda dapat dengan mudah melacak dan menganalisis bagaimana uang usaha Anda gunakan.

Jangan lupa untuk selalu menyimpan semua bukti pembayaran yang terkait dengan pengeluaran usaha.

Ini meliputi faktur, kwitansi, dan catatan pembayaran.

Dokumen ini akan sangat penting untuk keperluan pelacakan, audit, atau perencanaan keuangan.

Sebisa mungkin upayakan untuk selalu melakukan rekonsiliasi bank secara berkala dengan catatan pengeluaran yang Anda buat.

Bandingkan catatan pengeluaran yang Anda buat dengan pernyataan bank Anda untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau ketidakcocokan. Ini juga akan membantu dalam mengidentifikasi transaksi yang belum Anda catat.

Secara teratur tinjau dan analisis pengeluaran bisnis Anda.

Hal ini akan membantu Anda mengidentifikasi area di mana Anda dapat mengurangi biaya atau mengoptimalkan pengeluaran untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

Dengan mencatat dan melacak pengeluaran usaha secara teratur, Anda dapat memiliki gambaran yang jelas tentang keuangan bisnis Anda dan mengambil keputusan yang lebih baik untuk pertumbuhan dan keberhasilan usaha Anda.

4. Menentukan Dana Darurat

Menentukan dana darurat adalah langkah penting dalam perencanaan keuanganMenentukan dana darurat adalah langkah penting dalam perencanaan keuangan usaha.

Dana darurat adalah jumlah uang yang Anda simpan secara khusus untuk mengatasi kejadian tak terduga atau keadaan darurat, seperti kehilangan pekerjaan, krisis kesehatan, atau kegagalan bisnis.

Untuk dapat menentukan dana darurat, ini caranya:

Pertama, identifikasi pengeluaran bulanan Anda secara rinci. Sertakan biaya rutin seperti sewa atau cicilan, asuransi, biaya makanan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

Pilih periode waktu yang ingin Anda lindungi dengan dana darurat tersebut. Umumnya, disarankan untuk memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi pengeluaran selama 3-6 bulan.

Namun, untuk usaha yang tidak stabil, Anda mungkin perlu mempertimbangkan periode yang lebih lama.

Kalikan pengeluaran bulanan Anda dengan jumlah bulan yang telah Anda pilih sebagai periode dana darurat.

Misalnya, jika pengeluaran bulanan Anda adalah 10 juta dan Anda ingin memiliki dana darurat untuk 6 bulan, maka total pengeluaran dana darurat Anda adalah 60juta.

Selain pengeluaran bulanan, pertimbangkan juga faktor risiko dan kebutuhan khusus yang mungkin mempengaruhi dana darurat Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki cicilan hutang di bank, Anda mungkin perlu meningkatkan dana darurat untuk mengatasi risiko yang lebih tinggi.

Tinjau kondisi keuangan Anda saat ini untuk menentukan seberapa mampu Anda dalam membangun dana darurat.

Pertimbangkan pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan sumber daya keuangan lainnya yang dapat Anda alokasikan untuk dana darurat.

Setelah menentukan jumlah dana darurat yang Anda perlukan, buat rencana untuk mencapainya.

Atur target tabungan bulanan atau mingguan yang realistis berdasarkan kemampuan keuangan Anda.

Buat pengaturan otomatis untuk mengalihkan sebagian pendapatan Anda ke rekening dana darurat.

Untuk menjaga nilai dana darurat Anda dari inflasi, Anda dapat mempertimbangkan untuk menginvestasikan sebagian dari dana darurat Anda dengan instrumen investasi yang likuid dan relatif aman.

Namun, pastikan Anda tetap dapat dengan mudah mengakses dana tersebut saat Anda membutuhkan.

Baca juga : Dana Darurat untuk Usaha, 5 Alasan Kenapa Harus Ada

5. Mengatur Prioritas Rencana Keuangan

Mengatur Prioritas Rencana KeuanganPrioritaskan tujuan keuangan Anda berdasarkan urgensi dan pentingnya. Fokuskan pada tujuan yang paling mendesak dan penting untuk Anda capai terlebih dahulu.

Langkah-langkah untuk mengatur prioritas keuangan usaha atara lain:

  1. Lihatlah kembali tujuan keuangan usaha anda pada poin satu.
  2. Tinjau kondisi keuangan saat ini, termasuk pendapatan, pengeluaran, utang, investasi, dan tabungan.
  3. Tentukan prioritas jangka pendek dan jangka panjang. Prioritas jangka pendek bisa meliputi membayar utang, membangun dana darurat, atau menabung untuk tujuan tertentu dalam waktu dekat. Prioritas jangka panjang bisa mencakup investasi jangka panjang, buka cabang, atau lainnya.
  4. Urutkan prioritas keuangan Anda berdasarkan urgensi dan pentingnya.
  5. Buat anggaran berdasarkan prioritas keuangan Anda. Alokasikan dana untuk pengeluaran penting seperti kebutuhan dasar, utang, dan tabungan. Pastikan juga menyisihkan dana untuk mencapai tujuan keuangan yang telah Anda prioritaskan.
  6. Kurangi pengeluaran yang tidak penting. Misalnya, mengurangi biaya makan di luar, berlangganan barang yang tidak terpakai, atau penghematan energi.
  7. Automatisasikan proses menabung atau berinvestasi dengan mengatur transfer otomatis dari rekening usaha atau rekening operasional ke rekening tabungan atau investasi Anda. Ini membantu memastikan bahwa Anda secara konsisten mengalokasikan dana untuk mencapai prioritas keuangan Anda.
  8. Lakukan tinjauan berkala terhadap prioritas keuangan Anda. Periksa kemajuan Anda, evaluasi tujuan, dan sesuaikan perencanaan jika ada perubahan kondisi atau kebutuhan baru.

Mengatur prioritas keuangan membutuhkan pemikiran yang jelas dan disiplin.

Tetap fokus pada tujuan keuangan Anda dan mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk mencapainya akan membantu Anda mencapai stabilitas dan keberhasilan keuangan.

6. Membuat Proyeksi Keuangan

Membuat Proyeksi KeuanganBerdasarkan pendapatan dan pengeluaran Anda, buatlah proyeksi keuangan untuk periode tertentu, misalnya per tahun atau per bulan.

Hal ini akan membantu Anda melihat gambaran besar tentang arah keuangan usaha dan apakah Anda dapat mencapai tujuan Anda dalam waktu yang tepat.

Membuat proyeksi keuangan adalah langkah penting dalam perencanaan keuangan usaha.

Ini terkait dengan estimasi dan perencanaan pendapatan, pengeluaran, dan arus kas di masa depan.

Biasanya, proyeksi keuangan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun, tetapi Anda dapat memilih periode yang sesuai dengan kebutuhan, seperti tiga tahun atau lima tahun.

Kumpulkan data terkait keuangan usaha, seperti laporan keuangan masa lalu, catatan transaksi, kontrak, perkiraan penjualan, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keuangan usaha di masa depan.

Proyeksikan pendapatan usaha berdasarkan data historis, tren pasar, penelitian pasar, atau asumsi bisnis yang relevan.

Hitung arus kas bersih Anda setiap periode. Arus kas bersih adalah selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Ini akan membantu Anda melihat seberapa lancar arus kas Anda dan apakah Anda dapat memenuhi kewajiban keuangan usaha Anda.

Perhatikan bahwa proyeksi keuangan didasarkan pada asumsi tertentu yang mungkin berubah seiring waktu.

Pertimbangkan untuk menguji asumsi sensitivitas dengan memvariasikan faktor-faktor seperti tingkat pertumbuhan pendapatan, biaya produksi, atau tingkat bunga.

Ini akan membantu Anda melihat bagaimana perubahan dalam asumsi ini dapat mempengaruhi proyeksi keuangan Anda.

Untuk membantu membuat dan melacak proyeksi keuangan, Anda dapat menggunakan perangkat lunak keuangan seperti spreadsheet, perangkat lunak akuntansi, atau perangkat lunak perencanaan keuangan yang ada di pasaran.

Membuat proyeksi keuangan akan membantu Anda dalam pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik dan mempersiapkan Anda untuk situasi yang mungkin terjadi di masa depan.

7. Identifikasi Sumber Dana

Identifikasi Sumber DanaTinjau kembali pendapatan dan pengeluaran usaha untuk mengidentifikasi potensi sumber dana tambahan.

Pertimbangkan opsi seperti menambahkan pemasukan dari sumber lain, memotong pengeluaran yang tidak perlu, atau mencari peluang investasi.

Identifikasi sumber dana adalah langkah penting dalam perencanaan keuangan. Berikut adalah beberapa cara untuk mengidentifikasi sumber dana:

Identifikasi semua sumber pendapatan usaha yang Anda miliki. Ini bisa termasuk pendapatan dari penghasilan pasif seperti investasi atau royalti, pendapatan dari bisnis yang Anda jalankan, atau pendapatan lain yang Anda terima secara rutin.

Tinjau rekening tabungan usaha Anda untuk melihat jumlah tabungan yang telah Anda kumpulkan. Baik tabungan bisnis yang telah Anda kumpulkan dari laba bisnis, atau dana cadangan yang telah Anda siapkan.

Pertimbangkan kemungkinan mendapatkan pinjaman sebagai sumber dana. Ini bisa meliputi pinjaman dari bank, lembaga keuangan, atau dari teman dan keluarga. Tinjau opsi pinjaman yang tersedia dan pertimbangkan syarat dan bunga yang terkait.

Anda dapat mencari pendanaan eksternal seperti investasi dari venture capitalist, pendanaan dari program pemerintah atau lembaga keuangan, atau melalui kampanye pendanaan crowdfunding.

Pertimbangkan penjualan aset yang tidak terpakai atau tidak Anda perlukan sebagai sumber dana. Ini bisa termasuk penjualan properti, kendaraan, atau barang berharga lainnya yang dapat menghasilkan dana tunai.

Jika Anda memenuhi syarat, Anda dapat mencari hibah atau bantuan dari pemerintah, atau program bantuan lainnya yang relevan dengan tujuan atau kebutuhan usaha Anda.

Tinjau pengeluaran Anda dan cari cara untuk mengurangi pengeluaran yang tidak penting. Dengan menghemat uang dari pengeluaran yang tidak perlu, Anda dapat memanfaatkannya sebagai sumber dana untuk keperluan lain.

8. Buat Rencana Pengelolaan Utang

Buat Rencana Pengelolaan UtangJika usaha Anda memiliki utang, buat rencana untuk membayar utang dengan efisien. Tentukan besaran cicilan dan jangka waktu pembayaran yang realistis sesuai dengan pendapatan dan kondisi keuangan usaha Anda.

Membuat rencana pengelolaan utang yang efektif adalah langkah penting untuk mengatasi utang dan mengelola keuangan dengan baik.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ikuti dalam membuat rencana pengelolaan utang:

  1. Mulailah dengan mengidentifikasi semua utang usaha, baik itu pinjaman ke pribadi orang, kartu kredit, pinjaman bisnis, atau utang lainnya. Buat daftar utang Anda termasuk jumlah yang masih harus Anda bayar, suku bunga, jatuh tempo, dan persyaratan pembayaran lainnya.
  2. Tinjau kondisi keuangan usaha Anda secara menyeluruh. Hal ini akan membantu Anda mengetahui sejauh mana usaha Anda mampu membayar utang dan seberapa besar kelebihan kas yang dapat Anda alokasikan untuk membayar utang.
  3. Urutkan utang Anda berdasarkan prioritas. Utang dengan suku bunga tinggi atau utang yang jatuh tempo segera menjadi prioritas pembayaran yang lebih tinggi. Prioritaskan pembayaran untuk menghindari keterlambatan pembayaran atau denda.
  4. Buat rencana pembayaran yang terperinci untuk setiap utang. Tetapkan jumlah pembayaran bulanan yang masuk akal dan sesuai dengan kemampuan keuangan usaha Anda. Pastikan untuk membayar setidaknya jumlah minimum yang dibutuhkan agar tetap dalam persyaratan pembayaran.
  5. Evaluasi alternatif pembayaran yang mungkin tersedia. Misalnya, Anda dapat mencoba negosiasi suku bunga yang lebih rendah dengan kreditor, melakukan refinancing, atau mengonsolidasikan utang Anda ke dalam satu pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah.
  6. Tinjau dan kendalikan pengeluaran Anda dengan hati-hati. Buat anggaran dan aturan pengeluaran yang ketat. Hindari pengeluaran yang tidak perlu dan fokus pada pembayaran utang Anda.
  7. Pertimbangkan cara untuk meningkatkan pendapatan Anda, menjual barang tidak terpakai, atau mengembangkan sumber pendapatan pasif.

Mengelola utang dengan rencana yang baik dan disiplin akan membantu Anda membayar utang dengan lebih efisien dan mencapai kebebasan finansial.

9. Simpan dan Investasikan

menabung dan investasi guna mencapai tujuan keuanganTetapkan alokasi untuk menabung dan investasi guna mencapai tujuan keuangan jangka panjang usaha Anda.

Simpan dana darurat di tempat yang mudah Anda capai dan pertimbangkan investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.

Menyimpan dan berinvestasi adalah langkah penting dalam mengelola keuangan usaha dengan bijaksana. Berikut adalah beberapa tips tentang cara menyimpan dan berinvestasi dengan baik:

  1. Buat anggaran bulanan yang mengatur pendapatan dan pengeluaran uasaha Anda. Tetapkan bagian yang akan Anda sisihkan untuk menyimpan dan berinvestasi.
  2. Sebelum mulai berinvestasi, pastikan Anda memiliki dana darurat yang cukup. Simpan dana darurat setidaknya 3-6 bulan pengeluaran rutin usaha Anda.
  3. Simpan sebagian pendapatan Anda dalam rekening tabungan yang mudah untuk mengakses. Rekening ini dapat Anda gunakan untuk tujuan jangka pendek atau sebagai dana darurat. Pastikan untuk memilih rekening dengan suku bunga yang menguntungkan agar uang Anda tetap tumbuh seiring waktu.
  4. Selain menyimpan di rekening tabungan, pertimbangkan untuk berinvestasi dalam instrumen investasi jangka panjang seperti saham, obligasi, atau properti.
  5. Diversifikasi investasi Anda adalah langkah penting untuk mengurangi risiko. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Sebaliknya, alokasikan investasi Anda ke berbagai kelas aset dan instrumen investasi yang berbeda untuk mendapatkan diversifikasi yang baik.
  6. Jika Anda tidak memiliki waktu atau pengetahuan untuk secara aktif mengelola investasi Anda, pertimbangkan investasi pasif seperti reksa dana indeks atau dana indeks di bursa (ETF). Investasi pasif ini mengikuti kinerja pasar secara keseluruhan dan meminimalkan biaya pengelolaan.

Ingatlah bahwa investasi melibatkan risiko, dan hasilnya tidak ada yang menjamin. Jangan ragu untuk mencari nasihat keuangan dari profesional yang kompeten sebelum membuat keputusan investasi yang besar.

10. Memantau dan Evaluasi Rencana Keuangan

Memantau dan Evaluasi Rencana Keuangan

Setelah rencana keuangan terbentuk, pantau dan evaluasi secara berkala.

Tinjau ulang rencana Anda setiap beberapa bulan untuk memastikan bahwa Anda tetap berada pada jalur yang benar.

Sesuaikan rencana jika ada perubahan keuangan atau tujuan yang muncul.

Ingatlah bahwa membuat rencana keuangan adalah langkah awal.

Penting untuk konsisten dalam menjalankan rencana tersebut dan melakukan penyesuaian jika Anda perlukan.

Juga, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan ahli keuangan atau akuntan untuk mendapatkan nasihat lebih lanjut yang sesuai dengan situasi keuangan Anda.

Baca juga : Inilah Tugas Manajer Keuangan Dalam Perusahaan

Sumber gambar: pixabay.com


Warning: Attempt to read property "term_id" on bool in /home/tumz2839/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 999
To Top