Seni Rupa Dasar

Warna Sekunder : Campuran Warna Primer dalam Sistem Warna

warna skunder terbentuk dari warna primer

Setelah kita sebelumnya telah mempelajari warna primer, langkah selanjutnya adalah memahami warna sekunder.

Dalam posting ini, kami akan membahas tentang teori warna sekunder, apa hubungannya warna sekunder dengan warna peimer pada roda warna.

Dengan memahami warna sekunder, Anda akan dapat mengembangkan pemahaman warna yang lebih kuat, sehingga akan lebih mudah dalam bekerja menggunakan warna.

Warna Primer

Kembali kita ulas sedikit tentang warna primer, ini adalah warna dasar atau warna pokok (satu-satunya warna) yang tidak dapat Anda hasilkan melalui pencampuran dari warna lain.

Dalam lukisan, warna primer adalah merah (Red),  kuning (Yelllow), dan biru (Blue), ini lebih banyak dikenal dengan sistem warna RYB.

Ketika Anda mencampur warna dalam cahaya (misalnya pada layar komputer), warna primernya adalah merah (red), hijau (Green), dan biru (Blue), sistem ini populer dengan nama sistem RGB.

Namun ketika Anda mencampur mencampur pigmen warna dengan printer atau sistem cetak, warna primernya adalah Cyan, Magenta, Yellow, dan Key/Black (CMYK).

Warna Skunder

Dalam sistem pewarnaan yang umum digunakan, seperti model warna RYB (Red Yellow Blue), RGB (Red-Green-Blue) dan CMYK (Cyan-Magenta-Yellow-Key), warna sekunder dapat dihasilkan dengan mencampurkan dua warna primer secara proporsional.

Memiliki nama warna sekunder karena warna-warna ini lebih dekat hubungannya dengan warna primer daripada dengan kumpulan warna lainnya.

Warna ini adalah turunan langsung dan eksklusif dari warna primer.

Selain itu, warna sekunder mudah kita temukan di roda warna; ia berjarak sama antara warna primer.

Berikut ini adalah definisi warna sekunder dalam beberapa sistem pewarnaan yang umum digunakan:

Warna Sekunder pada Model Warna RYB (pada warna cat)

sistem warna RYB

Model warna RYB dan CMYK bersifat subtraktif , ia hasil dari pigmen warna, Ini berarti Anda menciptakan warna baru dengan menambahkan dan mencampurkan warna dari pigmen warna tersebut.

RYB merupakan sistem warna tradisional, sedangkan CMYK adalah sistem warna modern yang banyak penggunaanya pada sistem cetak.

Dalam mencampur warna RYB akan menghasilkan warna yang lebih gelap daripada warna aditif RGB (hasil dari warna cahaya).

Saat Anda menggabungkan semua warna dalam jumlah yang sama dalam model warna subtraktif, Anda akan mendapatkan warna hitam.

Dalam model warna RYB (Red-Yellow-Blue), yang biasanya ada dalam campuran warna cat dan lukisan, warna sekunder adalah hasil dari campuran dua warna primer:

Pencampuran warna pada sistem RYB

Pencampuran warna pada sistem RYB

 

Oranye (Orange) adalah hasil campuran dari warna Merah (Red) dan Kuning (Yellow)

Hijau (Green) adalah hasil campuran dari warna Biru (Blue) dan Kuning (Yellow)

Ungu (Purple) adalah hasil campuran dari warna Merah (Red) dan Biru (Blue)

Model warna RYB lebih umum penggunaanya dalam konteks seni dan campuran pigmen fisik daripada dalam pengaturan digital atau percetakan.

Dalam sistem pewarnaan modern, seperti model RGB atau CMYK, campuran warna primer yang berbeda akan menghasilkan warna sekunder yang berbeda pula.

Warna Sekunder pada Model Warna RGB (Cahaya)

Sistem Pewarnaan RGB Red, Green, Blue

Model warna RGB bersifat aditif, ia hasil dari warna cahaya, Ini berarti menciptakan warna baru dengan menambahkan dan mencampurkan warna dari sumber cahaya.

Dalam mencampur warna RGB akan menghasilkan warna yang lebih cerah daripada warna subtraktif (hasil dari warna pigmen atau cat).

Saat Anda menggabungkan semua warna dalam jumlah yang sama dalam model warna aditif, Anda akan mendapatkan warna putih.

Warna sekunder utama dalam model RGB adalah:

Warna skunder sistem RGB

Pencampuran warna pada sistem RGB

 

Cyan adalah hasil campuran Green dan Blue

Magenta adalah hasil campuran Red dan Blue

Yellow adalah hasil campuran Red dan Green

Warna Sekunder pada Model Warna CMYK (Pigmen cetak)

Sistem Pewarnaan CMYK

Sama dengan sistem warna RYB, dalam warba CMYK juga bersifat subtraktif , ia adalah hasil dari pigmen warna.

Dalam mencampur warna CMYK akan menghasilkan warna yang lebih gelap daripada warna aditif RGB.

Hasil campuran dari semua warna dalam jumlah yang sama dalam CMYK, Anda akan mendapatkan warna hitam.

Namun, pada kenyataannya, warna hitam campuran dari ketiga warna CMY tidaklah solid atau kurang pekat.

Maka agar bisa berwarna lebih pekat, dalam percetakan akan menambahkan warna hitam (Black) sebagai pengunci (Key).

Warna skunder sistem CMY

Pencampuran warna pada sistem CMYK

Red adalah hasil campuran warna Magenta dan Yellow

Green adalah hasil campuran warna Cyan dan Yellow

Blue adalah hasil campuran warna Cyan dan Magenta

Baca juga: 6 Skema Warna untuk Menghasilkan Karya yang Menawan

Referensi : colorsexplained.com 

To Top