Overhead Shot: Menguasai Komposisi Sinematik dari Atas Kepala

oleh
Penggunaan overhead shot dalam sinematografi
sumber: freepik.com

Pernahkah Anda melihat sebuah adegan dalam film yang menampilkan subyek dari atas kepala? Ini adalah jenis pengambilan gambar Overhead shot.

Overhead shot adalah sudut pengambilan gambar yang diambil dari atas dengan menggunakan kamera berada di posisi yang lebih tinggi dari subjek atau adegan.

Dalam shot ini, subjek atau adegan terlihat dari sudut pandang yang lebih tinggi, seolah-olah dilihat dari atas.

Dengan menggunakan jenis shot ini kameraman dapat menggambarkan sudut pandang yang lebih luas, bisa menyoroti relasi spasial antara objek atau karakter dalam adegan.

Kameraman juga sering menggunakan Shot ini untuk memberikan informasi visual yang lebih lengkap tentang lokasi, tata letak, atau interaksi antara karakter dalam sebuah adegan.

Tujuan Megambil Gambar dengan Overhead Shot

Tujuan megambil gambar Overhead shot

Dalam sinematografi, sutradara mengambil jenis shot ini untuk tujuan tertentu, diantaranya:

1. Menampilkan Simetri dan Pola

Dengan sudut pandang dari atas, shot ini dapat menampilkan simetri dan pola yang menarik.

Jenis shot ini sangat berguna dalam adegan yang melibatkan tata letak atau pola yang terorganisir dengan baik, seperti tarian, permainan papan, atau adegan dengan formasi manusia.

Baca juga : Komposisi Simetris, Ciptakan Keseimbangan yang Elegan

2. Membangun Atmosfer atau Lokasi

Overhead shot juga dapat memberikan pandangan luas dan menyeluruh tentang lokasi, menciptakan atmosfer atau konteks yang lebih besar.

Misalnya, dalam film yang menggambarkan kota metropolitan, kameraman bisa menggunakan jenis shot ini untuk menunjukkan keramaian dan kehidupan yang sibuk di jalanan.

3. Menggambarkan Isolasi atau Keterpisahan

Dalam beberapa kasus, kameraman juga menggunakan jenis shot ini untuk menggambarkan karakter yang terisolasi atau merasa terasing.

Dengan melihat karakter dari atas, penonton dapat merasakan jarak atau keterpisahan yang dialami oleh karakter tersebut.

4. Menggambarkan Kekuasaan atau Kontrol

Sutradara film juga sering memilih menggunakan Overhead shot untuk menciptakan perasaan kekuasaan atau kontrol.

Dengan melihat subjek dari atas, subjek dapat terlihat lebih kecil dan terkesan rentan, sedangkan kamera (dan penonton) berada dalam posisi yang dominan atau lebih kuat.

Penggunaannya dalam sinematografi dapat memberikan variasi visual yang menarik dan efek emosional tertentu dalam sebuah film atau produksi.

Penting untuk menggunakan overhead shot secara tepat dan selektif untuk memperkuat pesan dan narasi yang sesuai harapan.

Fungsi Overhead Shot dalam Sinematografi

Fungsi Overhead shot

Sutradara biasanya memiliki berbagai alasan mengapa mereka menggunakan shot ini dalam filmnya.

Berikut ini alasannya:

1. Dapat Memberikan Perspektif yang Unik

Overhead shot dalam sinematografi bisa memberikan perspektif yang unik dengan melihat subjek atau adegan dari atas.

Cara ini dapat menciptakan tampilan yang tidak biasa dan menarik, sehingga bisa memikat penonton dan memberikan pengalaman visual yang berbeda.

2. Mampu Memperlihatkan Tata Letak atau Tata Ruang

Dengan sudut pandang dari atas, jenis shot ini memungkinkan sutradara untuk memperlihatkan tata letak atau tata ruang suatu tempat dengan lebih jelas.

Ini sangat berguna dalam adegan yang melibatkan ruang yang luas, seperti gedung, kota, atau ruang pertemuan, di mana sutradara ingin menyoroti keindahan atau kompleksitasnya.

Baca juga : Prinsip Seni Rupa: 12 Tips Mengatur Unsur Visual

3. Dapat Membangun Skala atau Proporsi

Overhead shot sering digunakan untuk menunjukkan skala atau proporsi suatu objek atau adegan.

Misalnya, dalam adegan pertempuran atau keramaian, jenis shot ini dapat menggambarkan jumlah orang yang banyak dan menunjukkan kebesaran peristiwa tersebut.

4. Untuk Mengarahkan Fokus atau Perhatian

Dengan mengubah sudut pandang dan memberikan pandangan dari atas, shot ini dapat membantu sutradara mengarahkan fokus atau perhatian penonton ke subjek atau detail yang penting dalam adegan.

Hal ini sangat berguna dalam mengungkapkan informasi kunci, mengungkapkan plot twist, atau memberikan penekanan pada suatu elemen.

5. Menciptakan Perasaan Terisolasi atau Rentan

Dalam beberapa kasus, sutradara menggunakannya untuk menciptakan perasaan terisolasi atau rentan pada karakter atau subjek.

Dengan melihat subjek dari atas, ini dapat memberikan efek psikologis yang memperlihatkan kelemahan, ketidakpastian, isolasi.

Penggunaan overhead shot dalam sinematografi dapat memberikan dimensi visual yang menarik dan memberikan dampak emosional tertentu.

Sutradara banyak menggunakan jenis shot ini untuk mencapai tujuan artistik, membangun atmosfer, mengarahkan perhatian, atau menggambarkan elemen tertentu dalam adegan.

Emosi yang Dapat Diciptakan

Penggunaan Overhead shot dalam film dapat menciptakan berbagai emosi bagi penonton, namun ini  juga tergantung pada konteks dan penggunaannya dalam adegan.

Berikut adalah beberapa emosi yang mungkin bisa tercipta dengan menggunakan jenis shot ini:

1. Rasa Keterikatan atau Kebersamaan

Overhead shot dapat menampilkan adegan karakter atau subjek yang berinteraksi secara akrab.

Dalam konteks ini, overhead shot dapat menciptakan rasa keterikatan, keintiman, atau kebersamaan, karena penonton dapat melihat interaksi antara karakter atau elemen dalam satu kerangka yang utuh.

2. Rasa Kekacauan atau Kelebihan

Dalam adegan yang penuh aktivitas atau kerumunan orang, overhead shot dapat memberikan perspektif yang mencolok dan memperlihatkan kekacauan visual.

Dengan melihat dari atas, penonton dapat merasakan tingkat kelebihan, kebisingan, atau kekacauan yang ada dalam adegan tersebut.

4. Rasa Ketenangan atau Keindahan

Overhead shot juga dapat menciptakan perasaan ketenangan atau keindahan, terutama ketika digunakan untuk memperlihatkan pemandangan alam yang luas atau tata letak yang simetris.

Dengan sudut pandang yang jauh, penonton dapat merasakan keindahan alam atau keharmonisan tatanan visual yang dihadirkan.

5. Rasa Tersesat atau Terisolasi

Overhead shot yang digunakan untuk menunjukkan karakter atau subjek yang terlihat kecil atau tersesat dalam ruang yang luas dapat menciptakan perasaan keterasingan atau terisolasi.

Melihat subjek dari atas dengan latar belakang yang dominan atau mencolok dapat memberikan efek emosional ini.

6. Rasa Ketegangan atau Kejutan

Overhead shot juga dapat menciptakan rasa ketegangan atau kejutan dengan memperlihatkan adegan yang penuh dengan konflik atau situasi tak terduga.

Sudut pandang yang tidak biasa dan perubahan dalam komposisi visual dapat memberikan efek dramatis yang menghasilkan emosi yang intens.

Perlu diingat bahwa efek emosional yang diciptakan oleh overhead shot juga dapat dipengaruhi oleh elemen sinematik lainnya, seperti pencahayaan, warna, musik, dan pengaturan adegan secara keseluruhan.

Sutradara bisa menggunakan shot ini dengan cermat untuk memperkuat emosi yang ingin disampaikan dalam cerita.

Cara Menggunakan

cara menggunakan Overhead shot
Image by wayhomestudio on Freepik

Berikut adalah beberapa cara menggunakan Overhead shot dalam sinematografi:

1. Menentukan Tujuan Visual

Tentukan tujuan visual yang ingin Anda capai dengan menggunakan Overhead shot. Apakah Anda ingin menampilkan tata letak yang luas, mengarahkan perhatian penonton ke suatu objek atau aksi, atau menciptakan perasaan tertentu seperti isolasi atau kekacauan?

Memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan akan membantu Anda mengarahkan penggunaan shot ini dengan lebih efektif.

2. Pilih Posisi Kamera yang Tepat

Tentukan posisi kamera yang tepat untuk mengambil Overhead shot.

Anda bisa menggunakan drone, crane, Overhead Camera Mount atau alat lain untuk mendapatkan ketinggian yang diperlukan.

Pastikan kamera berada dalam posisi yang stabil dan aman.

3. Pertimbangkan Komposisi Visual

Perhatikan komposisi visual dalam Overhead shot.

Pilih subjek atau adegan yang memiliki elemen visual menarik, seperti pola simetris, gerakan yang terorganisir, atau kontras yang kuat antara objek.

Juga, pastikan bahwa elemen utama dalam adegan tetap terlihat jelas meskipun sudut pandang dari atas.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

4. Atur Pencahayaan dengan Bijak

Pertimbangkan pencahayaan dalam mengambil gambar dengan Overhead shot.

Pastikan subjek atau adegan memiliki pencahayaan yang memadai dan menghasilkan kontras secukupnya agar detail tetap jelas.

Anda juga dapat menggunakan pencahayaan kreatif untuk menciptakan efek emosional.

Baca juga : Teknik Pencahayaan Fotografi, Tips dan Trik Praktis

5. Gunakan Gerakan Kamera

Anda dapat menggabungkan gerakan kamera dengan Overhead shot untuk menciptakan efek visual yang lebih menarik.

Misalnya, Anda dapat menggunakan gerakan kamera perlahan ke bawah atau ke samping untuk mengungkapkan adegan secara bertahap.

Anda juga bisa menggunakan gerakan kamera yang dinamis untuk menciptakan perasaan kekacauan atau ketegangan.

Baca juga : Teknik Gerakan Kamera (Camera Movement) dalam Film

6. Perhatikan Konteks Cerita

Pastikan penggunaan Overhead shot sesuai dengan konteks cerita secara keseluruhan.

Pertimbangkan bagaimana penggunaan sudut pandang ini akan memperkuat narasi, menggambarkan karakter, atau menyampaikan emosi yang sesuai dalam adegan.

Ingatlah, ketika sutradara memutuskan untuk menggunakan Overhead shot, berarti ia sudah  mempertimbangkan dan menyesuaikan shot dengan kebutuhan cerita.

Pastikan penggunaannya memiliki alasan yang jelas dan mendukung narasi film secara keseluruhan.

Contoh Penggunaannya dalam Film

contoh penggunaan Overhead shot
Image by Freepik

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaannya dalam sinematografi:

  1. Adegan Dansa: Dalam adegan tarian di sebuah ruang dansa, kamera mengambil sudut pandang Overhead shot. Hal ini memungkinkan penonton melihat gerakan para penari dari atas, menyoroti pola gerakan mereka dan menggambarkan keindahan dan koordinasi gerakan dalam tarian tersebut.
  2. Pertempuran di Medan Perang: Dalam adegan pertempuran di medan perang, kameraman dapat menggunakan Overhead shot untuk menggambarkan kekacauan dan skala pertempuran tersebut. Dengan kamera yang berada di atas, penonton dapat melihat ribuan pasukan dan tindakan yang terjadi di lapangan dengan sudut pandang yang luas.
  3. Adegan Pasar Ramai: Dalam adegan di pasar yang ramai, kameraman menggunakan Overhead shot untuk menampilkan kerumunan orang, berbagai barang dagangan, dan kegiatan yang berlangsung di pasar tersebut. Ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang suasana pasar dengan melihatnya dari sudut pandang yang tinggi.
  4. Pemandangan Alami yang Luas: Dalam adegan yang menampilkan pemandangan alami yang luas, seperti pegunungan, lautan, atau hutan, kameraman bisa menggunakan Overhead shot untuk memberikan perspektif yang luas dan memperlihatkan keindahan alam dengan mengambil sudut pandang dari atas.
  5. Adegan Pesta atau Perayaan: Dalam adegan pesta atau perayaan yang ramai, seorang kameraman bisa menggunakan Overhead shot untuk menggambarkan kerumunan orang yang berinteraksi. Kameraman bisa menampilkan tarian, musik, dan kegembiraan. Sudut pandang ini memberikan gambaran menyeluruh tentang suasana pesta yang meriah.

Menggunakan Overhead shot dalam contoh-contoh di atas memberikan perspektif yang unik, menggambarkan skala atau interaksi yang luas, dan memberikan pemahaman visual yang lebih lengkap tentang adegan atau situasi.

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.