Proses Editing Video, 10 Tahapan untuk Hasil Maksimal

Di era digital yang melaju dengan sangat cepat ini, untuk menciptakan video yang bisa menarik dan komunikatif tidak hanya membutuhkan gambar yang baik saja. Tetapi juga memerlukan proses editing video yang baik.

Editing video adalah proses mengatur, menggabungkan, dan memanipulasi berbagai elemen video. Elemen tersebut bisa berupa adegan, klip, suara, efek visual, maupun berbagai transisi visual yang dibutuhkan.

Pentingnya proses editing dalam produksi konten visual tidak bisa diremehkan, sebenarnya ada beberapa tujuan editing yang bisa Anda capai.

Melalui proses editing video, Anda dapat memperbaiki kualitas gambar dan mengoptimalkan visualisasi video yang sudah Anda buat sebelumnya.

Dengan menggunakan perangkat lunak yang ada, Anda dapat menyesuaikan pencahayaan, kontras, kecerahan, dan warna untuk mendapatkan hasil yang lebih menarik dan profesional.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, dengan proses editing Anda dapat menyusun klip-klip yang ada menjadi sebuah cerita yang nyambung secara terstruktur.

Disini Anda dapat mengatur tempo, ritme, dan alur cerita untuk memengaruhi perasaan dan pengalaman penonton.

Ketika dalam pengambilan gambar Anda sempat melakukan beberapa kesalahan, melalui proses editing video, Anda akan bisa memperbaiki kesalahan atau ketidaksempurnaan tersebut.

Bahkan, jika dalam melakukan pengeditingtan bisa dilakukan dengan baik, Anda akan dapat menambahkan berbagai efek visual, transisi, teks, grafis, dan elemen kreatif lainnya untuk meningkatkan daya tarik.

Hal ini membantu menciptakan video yang lebih profesional dan menarik perhatian penonton.

Ingin video panjang atau pendek?

Editing video memungkinkan Anda untuk menyesuaikan durasi video agar sesuai dengan platform atau media yang akan Anda gunakan.

Anda juga dapat mengonversi video ke berbagai format file yang kompatibel dengan perangkat atau aplikasi tertentu.

Berikut ini kami sajikan tahapan proses editing video yang bisa Anda lakukan:

1. Logging dan Organisir Bahan Rekaman

Logging dan Organisasi Bahan Rekaman

Logging adalah proses dokumentasi dan pencatatan detail tentang isi dari bahan rekaman video yang dimiliki.

Adapun yang dicatat adalah setiap informasi penting tentang klip video, seperti waktu, tempat, orang, adegan, dan detail lainnya yang relevan.

Tujuan dari logging video adalah untuk mengorganisir bahan rekaman video agar lebih mudah dicari, diakses, dan digunakan dalam proses pengeditan.

Dengan ini Anda dapat dengan cepat menemukan klip yang diperlukan untuk pengeditan, mengurangi waktu pencarian file, dan efisiensi dalam produksi video.

Buatlah struktur folder yang terorganisir di penyimpanan, buat folder utama untuk proyek video kemudian buat subfolder berdasarkan kategori atau jenis rekamannya.

Ketika menyimpan file rekaman video ke dalam folder, gunakan nama file yang deskriptif dan jelas.

Jika memiliki banyak bahan rekaman, gunakan penomoran atau kode untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi setiap klip.

Bisa dengan memberikan nomor urut berdasarkan urutan rekaman, atau bisa juga dengan menggunakan kode kategori untuk membedakan jenis rekamannya.

Buatlah backup secara rutin dari bahan rekaman video untuk mencegah kehilangan data. Simpan salinan cadangan di hard drive eksternal, cloud storage, atau media penyimpanan lainnya.

2. Impor dan Mengatur Timeline

Mengatur Timeline

Setelah video tersusun rapi di setiap folder penyimpanan, langkah selanjutnya adalah mengimpor video ke software editing.

Pertimbangkan untuk memilih software editing video yang sesuai dengan preferensi Anda.

Pastikan untuk menempatkan klip-klip video pada timeline dalam urutan yang sudah ditentukan untuk membangun struktur cerita.

Di timeline ini memungkinkan editor untuk membuat urutan cerita, durasi waktu, dan tata letak video.

Gunakan track terpisah di timeline untuk mengatur klip video yang berbeda.

Misalnya, Anda dapat menggunakan track terpisah untuk klip asli, efek, audio dialog, audio musik, teks, dan lainnya.

Ini akan sangat membantu  dalam pengengelolaan klip dan mempermudah akses saat melakukan penyesuaian.

3. Pemotongan dan Penyuntingan dalam Proses Editing

Pemotongan dan Penyuntingan pada proses editing video

Setelah klip-klip video sudah tersusun berdasarkan alur cerita di timeline, durasi viseo biasanya lebih panjang dari durasi yang direncanakan dalam film.

Ini karena masih ada adegan salah, timing yang belum pas, dan lainnya.

Gunakan alat potong untuk memotong bagian video yang tidak diperlukan dalam klip video.

Anda dapat menghapus bagian yang tidak diinginkan untuk merapikan alur cerita.

Pastikan transisi antar klip tetap lancar setelah melakukan pemotongan.

Sesuaikan durasi klip video, Anda dapat memperpendek atau memperpanjang klip secara proporsional untuk mencapai alur cerita yang diinginkan.

Jangan ragu untuk bereksperimen dengan durasi klip untuk mencapai hasil terbaik.

4. Transisi

menghubungkan klip-klip video

Jenis transisi yang paling sederhana dan umum dalam editing video adalah transisi Cut to Cut.

Ini adalah jenis pemotongan klip yang dilakukan secara langsung tanpa ada transisi visual yang khusus.

Meskipun sederhana, Anda masih tetap bisa menggunakan transisi ini untuk menghasilkan perpindahan gambar yang mulus dan menarik.

Jenis transisi ini paling banyak digunakan saat editing film.

Selain transisi cut-to cut, adaa banyak sekali jenis transisi yang bisa digunakan, seperti fade, dissolve, atau efek transisi lainnya.

Fungsinya sama, untuk menghubungkan klip-klip video secara mulus.

Gunakan efek transisi secara bijak di antara klip untuk menjaga alur cerita yang lancar. Pilih transisi yang sesuai dengan gaya video Anda.

Setelah melakukan penyuntingan dan pemberian berbagai transisi, video bisa di-review ulang untuk melihat alur cerita.

Jika belum sesuai harapan bisa dilakukan pengeditan lagi, jika sudah Anda bisa langsung ke tahap berikutnya.

5. Penyesuaian Visual

Penyesuaian Visual pada proses editing video

Sebelum masuk pada tahap ini, biasanya tampilan video masih terlihat mentah, disetiap klip masih memiliki perbedaan kecerahan, kontras, beda warna, dan lain-lain.

Disini editor dapat melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kualitas visual, menjaga konsistensi, dan menciptakan keselarasan antar klip sehingga keseluruhan video terlihat harmonis.

Dalam penyesuaian visual ini, editor dapat melakukan perubahan-perubahan pada tingkat kecerahan, kontras, saturasi warna, dan penyesuaian warna lainnya untuk mencapai tampilan yang diinginkan.

Penyesuaian visual ini  bertujuan untuk menciptakan suasana atau gaya visual yang sesuai dengan naskah atau visi visual.

6. Pemilihan dan Penyuntingan Audio

Penyuntingan Audio

Selain mengedit semua klip video, editor juga mengelola dan mengedit elemen audio seperti dialog, musik, dan efek suara.

Pemilihan dan penyuntingan audio yang baik akan membantu menciptakan pengalaman audio yang lebih berkualitas dan mendukung alur cerita.

Di timeline, pastikan untuk mengatur audio dengan tepat, memisahkan setiap audio yang berbeda ke dalam track yang berbeda.

Dari masing-masing track Anda dapat menyesuaikan volume audio atau memperbaiki bagian-bagian audio tertentu yang perlu penyesuaian.

Pastikan suara audio seimbang, misalnya ilustrasi musik jangan sampai mengalahkan dialog.

Pastikan juga keseluruhan audio tidak terlalu keras atau terlalu lemah.

7. Efek Visual dan Grafis

Efek Visual dan Grafis

Editor dapat menambahkan efek visual, grafis, atau teks ke klip-klip video untuk memperkuat pesan atau menambahkan elemen kreatif.

Hal ini bisa termasuk penggunaan efek khusus, animasi, atau elemen grafis lainnya.

Pemberian efek visual pada video dapat digunakan untuk menciptakan dunia yang tampak nyata dan meyakinkan di layar.

Ini dapat mencakup efek seperti penciptaan lanskap digital, makhluk fantasi, objek atau kejadian yang sulit atau mahal untuk direkam secara nyata.

Efek visual juga dapat membantu menciptakan atmosfer dan mood yang diinginkan dalam film.

Misalnya, pemilihan warna, pencahayaan, dan penggunaan filter tertentu.

Ini dapat digunakan untuk menciptakan tampilan yang lebih dramatis, misterius, atau romantis, sesuai dengan nuansa yang ingin dicapai dalam cerita.

Untuk memberikan efek visual, di timeline, editor bisa menambahkan efek visual seperti filter warna, pencahayaan, dan penyesuaian lainnya untuk meningkatkan kualitas visual klip.

Anda juga dapat menambahkan transisi visual yang kreatif untuk mengubah antara klip-klip dengan gaya yang menarik.

Jika Anda menggunakan elemen grafis, teks, atau overlay lainnya, pastikan untuk mengatur layer di timeline dengan baik.

Organisir layer agar tidak tumpang tindih dan mudah diakses saat melakukan penyesuaian atau pengeditan lebih lanjut.

Sebagian besar dalam industri film, melalui penggunaan efek visual yang tepat, sutradara dan pembuat film dapat menciptakan dunia sinematik yang lebih menarik, memukau, dan mendalam bagi penonton.

Efek visual menjadi alat penting untuk menyampaikan cerita, menghidupkan imajinasi, dan menciptakan pengalaman yang tak terlupakan dalam film.

8. Mixing Audio

Mixing audio

 

Mixing audio dalam proses editing video merupakan tahapan menggabungkan, mengatur, dan menyeimbangkan elemen audio yang terkait dengan video, seperti dialog, musik, efek suara, dan nada latar.

Tujuan utamanya adalah untuk mencapai kualitas audio yang optimal dan konsisten sehingga mendukung pengalaman penonton dalam menonton video.

Dalam produksi film dalam skala yang lebih besar, biasanya untuk penyempurnaan video membutuhkan tim khusus audio.

Mereka bertanggung jawab untuk menghasilkan kualitas video yang terbaik dalam film.

Berikut adalah beberapa langkah penting dalam mixing audio dalam proses editing video:

Dalam proses pengeditan Audio, seorang Sound Engineering biasanya akan menggunakan software khusus pengedit audio.

Beberapa aplikasi yang populer digunakan misalnya Studio One, Cubase, Adobe Audition, Audacity, Logic Pro X, dan masih banyak lagi.

Dengan bantuan software audio, Anda bisa mengatur level audio, menggunakan Equalization (EQ) untuk menyesuaikan frekuensi audio, dan menggunakan kompresor untuk mengatur dinamika audio.

Selain itu editor audio juga dapat menerapkan berbagai efek seperti reverb, delay, chorus, atau equalizer tambahan jika diperlukan untuk mencapai suara yang diinginkan.

Setelah selesai melakukan mixing audio, Anda dapat mengekspor dengan pengaturan audio yang sesuai.

Pastikan audio tetap konsisten dan sesuai dengan standar output yang diinginkan, seperti level audio yang tepat dan format file yang sesuai.

9. Penyempurnaan dan Koreksi

Penyempurnaan dan Koreksi dalam proses editing video

Setelah selesai melakukan editing audio dan video, sebagai editor wajib meluangkan waktu untuk meninjau hasilnya secara kritis, memeriksa setiap detail termasuk transisi, pemotongan, efek visual, dan audio.

Disini editor bisa mengidentifikasi setiap area yang mungkin memerlukan perbaikan atau penyempurnaan.

Jika diperlukan, lakukan koreksi warna untuk meningkatkan tampilan visual video.

Gunakan alat penyesuaian warna dalam aplikasi pengedit video untuk menyeimbangkan dan memperbaiki kecerahan, kontras, saturasi, dan tone warna.

Pastikan penyesuaian warna yang Anda lakukan konsisten di seluruh video.

Periksa kualitas audio dalam video dan lakukan penyesuaian jika diperlukan. Pastikan dialog terdengar jelas dan terpisah dari latar belakang audio.

Periksa juga tingkat volume audio untuk memastikan keseimbangan yang baik antara elemen audio yang berbeda.

Periksa pemotongan video secara keseluruhan dan pastikan setiap adegan dan transisi terhubung dengan mulus.

Perhatikan alur cerita dan periksa apakah adegan terpotong dengan tepat untuk menciptakan narasi yang lancar.

Jika ada kesalahan yang terlewat selama proses editing, seperti kesalahan pengetikan, kesalahan transisi, atau kesalahan efek visual, baiknya segera perbaiki.

Perhatikan detail kecil yang mungkin terlewat agar video tetap profesional dan terlihat sempurna.

Jika memungkinkan, mintalah beberapa orang untuk menonton video dalam versi percobaan dan berikan umpan balik.

Dengarkan saran mereka dan identifikasi area di mana penyempurnaan lebih lanjut diperlukan.

Pendapat dari audiens percobaan dapat membantu Anda melihat video dari perspektif yang berbeda.

10. Output dan Rendering

Output dan Rendering

Saat akan menyimpan atau mengekspor video, pastikan Anda mengatur pengaturan output yang sesuai.

Pilih format file yang tepat, resolusi yang sesuai, dan tingkat kompresi yang mempertimbangkan kualitas dan ukuran file.

Pastikan video akan dapat diakses dan dilihat dengan baik pada platform atau media yang ditujukan.

Baca juga : Mudah Dan Murah Bikin Format DCP (Digital Cinema Package)

Editing video adalah proses yang kreatif dan teknis yang membutuhkan keahlian dalam menggunakan perangkat lunak editing video.

Selain itu proses editing video adalah tentang pemahaman narasi visual dan kemampuan artistik untuk menciptakan pengalaman visual yang mampu memikat pemirsa secara efektif.

Baca Juga : Tahap Pasca Produksi Film, Proses Merangkai Cerita