Tips Lulus Tes Wawancara Kerja

Banyak pelamar kerja gagal saat tes wawancara kerja. Sayang sekali, padahal tes tertulis maupun ujian psikotest hasilnya bagus. Ya, bagi sebagian orang interview atau wawancara kerja memang momok yang menakutkan,  sehingga banyak pelamar kerja gagal melewati proses tes ini.

Memang, wawancara kerja atau Interview merupakan satu hal yang penting untuk dipersiapkan secara matang. Dari setiap jawaban interview inilah perusahaan akan mengetahui gambaran mengenai etos kerja calon karyawannya.

Melalui wawancara, perusahaan juga dapat mengetahui kemampuan dan keterampilan yang kamu miliki, kesesuaiaan dengan bidang pekerjaan yang dilamar, dan motivasi seseorang dalam bekerja.

Pintasan isi artikel :

Menjaga Sikap Saat Wawancara

Perhatikan-penampilan-sebelum-wawancara-kerja

Wawancara kerja adalah tes yang dilakukan terakhir kali, disinilah nasib pelamar ditentukan. Diterima atau ditolak, itu tergantung performamu saat wawancara. Dari sinilah perusahaan akan menentukan calon mana yang memiliki budaya kerja sesuai dengan visi misi perusahaan.

Berikut ini 6 tips agar Anda bisa lulus wawancara kerja:

1. Perhatikan penampilan

Sebelum Anda melakukan tes wawancara kerja ada baiknya Anda memperhatikan penampilan. Kenakankan pakaian formal seperti kemeja warna terang namun tidak mencolok. Jangan jangan pernah Anda menggunakan jeans untuk wawancara. Ingat, penampilan merupakan nilai awal Anda saat menghadapi pewawancara.

2. Ketuk pintu dan bersalaman

Setelah nama Anda dipanggil untuk memasuki ruangan wawancara kerja, ketuklah pintu terlebih dahulu lalu memberi salam. Setelah dipersilahkan masuk, segeralah Anda menjabat tangan pewawancara. Ini penting untuk mencairkan suasana tegang saat proses wawancara. Jangan lupa memberikan sedikit senyuman.

3. Lakukan kontak mata saat tes wawancara

Jangan mengalihkan pandangan mata dari mata pewawancara. Artinya, saat Anda mendengar dan kemudian menjawab pertanyaan pewawancara, usahakan melakukan kontak mata dengan pewawancara.

Pandang pewawancara dengan tatapan yang wajar (eye contact). Tidak memandang dengan tajam karena ingin tampak percaya diri atau terlalu banyak berkedip yang menunjukkan kegugupan.

Tampilkan wajah yang ramah (pleasant face). Ini dapat dibiasakan dengan berlatih didepan kaca, walaupun pada kepribadian tertentu, wajah ramah ini selalu terlihat natural, tanpa harus berlatih yang kadang justru membuat keramahan seseorang tampak dibuat-buat.

Tatapan Anda jangan kosong, melamun, ataupun menghindari kontak mata langsung. Hal ini untuk menimbulkan kesan bahwa Anda orang yang sangat serius untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan mereka.

4. Jangan menjawab bertele-tele

Berikan Dalam wawancara kerja, berikan jawaban-jawaban yang jelas, fokus dan tidak bertele-tele. Jawaban yang berputar-putar menggambarkan Anda tidak bisa fokus pada suatu masalah.

Tunjukkan semangat (full energy) dan optimisme (optimism) dalam menjawab tiap pertanyaan. Pelamar dengan jawaban jelas, cerdas, cepat dan tepat biasanya akan sukses melewati tes wawancara kerja.

Tunjukkan bahwa anda siap bekerja secepatnya dan yakinkan bahwa anda mampu menjalankan pekerjaan ditawarkan.

5. Jaga emosi saat wawancara kerja

Biasanya saat tes interview para pewawancara akan menanyakan tentang tempat kerja Anda sebelumnya, kemudian alasan Anda pindah atau keluar daru perusahaan sebelumnya. Tips atas pertanyaan ini, jangan sampai Anda menjelek-jelekkan tempat kerja Anda sebelumnya, apalagi menceritakan masalah Anda dengan perusahaan lama.

Jawablah pertanyaan tadi dengan sopan, diplomatis dan tidak menjelek-jelekkan tempat kerja sebelumnya. Anda bisa menjawab secara diplomatis, misalnya, “Saya pindah dari perusahaan lama karena melihat peluang kerja yang lebih baik pada perusahaan ini.”

6. Hindari hal ini saat wawancara kerja:

  • Jawaban berbohong saat wawancara kerja.
  • Menggunakan kalimat tidak baku, bahasa gaul atau bahasa alay, misalnya “gue”, “lu”, “kagak”, “rempong”…
  • Memalingkan wajah dari pewawancara saat menjawab pertanyaan
  • Menggaruk-nggaruk kepala, leher ataupun bagian tubuh lain
  • Menyilangkan tangan di dada.
  • Menggoyang-goyangkan kaki atau menyilangkannya.

Itulah beberapa tips agar Anda lulus tes wawancara kerja. Jangan lupa, berdoa sebelum melakukan wawancara kerja. Semoga sukses!

***

Jangan Lakukan Ini Saat Wawancara Kerja!

jangan lakukan saat wawancara kerja

Wawancara kerja menjadi salah satu moment penting yang harus dipersiapkan secara matang saat akan memasuki pekerjaan baru. Dari wawancara kerja inilah nasip pekerjaan Anda akan ditentukan. Lolos atau tidaknya pekerjaan yang Anda lamar sangat tergantung dari performa saat tes wawancara ini.

Ujian wawancara kerja biasanya dilakukan setelah Anda mengirimkan surat lamaran kerja dan  mendapat respons positif dari perusahaan yang dilamar. Proses wawancara sendiri biasanya dilakukan dengan aktivitas tanya-jawab, hal ini dilakukan oleh pewawancara untuk bisa memperoleh data-data tambahan sehingga dapat meyakinkan perusahaan.

Ada banyak hal yang harus dihindari saat melakukan wawancara, beberapa hal tersebut diantaranya adalah :

1. Datang terlambat

Budaya “Jam Karet” yang selama ini masih mewabah di masyarakat memang harus segera dihentikan, setidaknya bisa dimulai dari diri sendiri. Perilaku “molor” ini sangat tidak baik untuk iklim kerja di hampir semua bidang usaha.

Terkait dengan tes wawancara kerja, usahakan bisa datang tepat waktu, lebih baik lagi bisa datang 30 menit sebelum jam yang ditentukan. Bagi sebagian besar perusahaan, keterlambatan merupakan satu hal yang tidak termaafkan saat hari-H wawancara. Profesionalitas Anda akan diuji saat mulai proses rekrutmen.

2. Salah kostum

Ketika Anda sudah mendapat panggilan wawancara kerja, patuhi persyaratan dari perusahaan tentang pakaian yang harus dikenakan. Jika tidak ada persyaratan khusus, maka pilihlah pakaian yang rapi dan nyaman dipakai sehingga saat wawancara berlangsung tidak terganggu. Pakaian yang terlalu kecil dan kesempitan maupun kebesaran bisa membuat perasaan tidak percaya diri dan akhirnya bisa mendapatkan nilai minus saat wawancara berlangsung.

3. Tidak tahu tentang perusahaan yang dilamar

Sebeum Anda melamar pekerjaan, akan lebih baik jika Anda mempelajari tentang seluk-beluk perusahaan dan jenis pekerjaan yang akan dilamar. Mencari lebih tahu mengenai pekerjaan apa yang Anda lamar, bagaimana visi misi perusahaan, dan bagaimana keahlian yang Anda miliki dapat berguna untuk perusahaan merupakan hal-hal mendasar yang perlu Anda ketahui saat mengikuti wawancara kerja.

Jangan berharap perusahaan akan merekrut Anda jika Anda sama sekali tidak mengerti bisnis yang dijalankan perusahaan. Berlatihlah mengemukakan alasan mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan tersebut dan menjelaskan kemampuan Anda yang menunjang.

Ada pula beberapa perusahaan yang sedikit memberikan bocoran mengenai siapa yang akan mewawancara Anda. Jika hal ini terjadi, cari tahulah melalui situs LinkedIn mengenai sang pewawancara, bagaimana pekerjaan yang Anda lamar terhubung dengan pewawancara, sehingga anda lebih ‘nyambung’ saat diajak berbicara dengan pewawancara.

4. Tidak memiliki niat yang kuat atas pekerjaan yang dilamar

Saat wawancara berlangsung, tentunya Anda perlu menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan yang sedang dibuka lowongannya oleh perusahaan. Namun, beberapa orang menunjukkan ketertarikan berlebihan saat proses wawancara. Seperti membahas pekerjaan selanjutnya yang diinginkan jika sudah diterima di perusahaan.

Singkatnya, pewawancara menginginkan seseorang untuk mengisi suatu posisi, bukan posisi lainnya. Jadi jelaskan mengapa Anda cocok untuk posisi tersebut, bukan ketertarikan pada posisi yang lebih tinggi, misalnya.

Ketertarikan penting, namun tidak untuk yang terlalu jauh. Pewawancara juga tidak akan lebih terkesan dengan Anda yang menghabiskan seluruh waktu wawancara membicarakan mengenai ketertarikan Anda.

Jika Anda memang tidak terlalu tertarik dengan pekerjaan yang ditawarkan, jangan buang waktu Anda untuk datang ke tempat wawancara.

5. Curhat tentang keburukan perusahaan sebelumnya

Mengeluhkan bos di tempat Anda bekerja sebelumnya juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat Anda gagal saat wawancara kerja. Jangan sekali-kali berbicara buruk mengenai perangai bos di perusahaan sebelumnya.

Misalkan, bos Anda di tempat sebelumnya melarang para karyawannya untuk makan selama berlangsungnya perjalanan bisnis. Walaupun jika mengobrol dengan teman dekat Anda sering menjadikan hal ini bahan lelucon, namun di hadapan para pewawancara hal ini dinilai sebagai tindakan menjelek-jelekkan orang lain.

Pewawancara juga mungkin berpendapat bahwa sebenarnya perusahaan tempat Anda bekerja sebetulnya cukup baik dalam memberdayakan para karyawannya, Anda saja yang kurang cocok bekerja dengan iklim perusahaan sehingga berbicara buruk mengenai perusahaan tersebut.

6. Pertanyaan Yang Salah

Di akhir wawancara, biasanya pewawancara akan menanyakan apakah ada hal yang ingin Anda tanyakan. Berhati-hatilah, karena ini bisa jadi salah satu penyebab mengapa Anda gagal saat wawancara kerja.

Jika di awal wawancara Anda menjelaskan alasan resign dari perusahaan sebelumnya adalah karena menginginkan pengalaman manajemen yang lebih baik, namun di akhir wawancara Anda bertanya ‘Apakah di perusahaan ini melanggar peraturan adalah hal yang biasa?’ maka para pewawancara akan merasa curiga kepada Anda.

Tanyakanlah pertanyaan yang tepat sehingga sebagai karyawan yang potensial sang pewawancara tidak perlu mengintip ke balik tirai karier Anda sehingga Anda jatuh dalam jebakan pertanyaan.

7. Tidak Jujur

Banyak orang berbohong untuk mengakali resumenya sehingga terlihat penuh kegiatan dan tidak ada waktu menganggur. Hal ini tentunya dapat dilacak oleh pihak perusahaan dengan jaringan yang mereka miliki.

Jangan coba-coba berdalih Anda salah ketik dalam membuat resume, yang seharusnya sudah keluar dari perusahaan sebelumnya 6 bulan yang lalu namun tertulis masih bekerja hingga sekarang.

Pewawancara tentu akan langsung menilai negatif terhadap diri Anda. Berbohonh pun dapat dilacak dengan mudah bagi para pewawancara yang dapat menilai gesture tubuh,

Tinggal menanyakan suatu hal yang spesifik dari resume yang Anda buat, kemudian jika penjelasan Anda meragukan atau terdengar mengada-ada, maka ucapkan selamat tinggal pada perusahaan tersebut.

8. Anda Tidak Cukup Impresif

Bagi Anda yang merasa memiliki kepribadian introvert, jangan takut terlebih dahulu. Jujurlah mengenai kepribadian Anda, banggalah dan biarkan para pewawancara menanyakan hal-hal yang kira-kira sesuai dengan Anda.

Misalnya, jika ditanya ‘Apa buku terakhir yang Anda baca?’ Jangan menolak menjelaskan dengan menjawab Anda tidak membaca buku.

Jika Anda sangat menginginkan pekerjaan ini dan pewawancara bertanya apakah Anda bersedia untuk mempelajari sesuatu yang sama sekali Anda belum pahami, jangan katakan tidak dan persiapkan diri Anda untuk menjadi pembelajar terbaik.

Menjadi impresif bukan sesuatu hal yang sangat sulit. Membuat resume yang menarik adalah salah satu caranya. Cara lainnya adalah membuat pembicaraan yang mengalir pada saat wawancara (misalnya berbicara dengan tidak tegang dan tidak kaku).

Jika Anda memang menginginkan suatu pekerjaan, ketahui atau riset terlebih dahulu seluk beluk perusahaan yang Anda incar, fokus tehadap keahlian-keahlian Anda, daripada fokus menghindari kegagalan wawancara. Semoga Anda sukses di wawancara berikutnya.

***

Pertanyaan yang Sering Muncul Saat Wawancara Kerja

Jawaban Wawancara kerja

Test wawancara kerja kerap menjadi penentu apakah Anda diterima atau tidak menjadi karyawan. Untuk bisa diterima kerja memang tidak hanya tergantung pada ijasah ataupun transkrip nilai yang tinggi. Penampilan dan jawaban meyakinkan Anda saat wawancara berperan penting. Nah, kenali pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara kerja ini seperti dikutip vemale.com dariforbes.com.

Apa pengalaman kerja Sebelumnya?

Pengalaman kerja menjadi pertanyaan paling sering muncul saat wawancara kerja. Ceritakan saja apa pekerjaan Anda saat wawancara kerja di perusahaan tersebut. Ceritakan bagaimana Anda berhubungan dengan sesama rekan kerja, keberhasilan Anda di perusahaan sebelumnya dan bagaimana Anda berhubungan dengan atasan Anda.

Bagi Anda fresh graduate, Anda bisa menceritakan kegiatan Anda di kampus. Organisasi apa yang pernah diikuti dan bagaimana Anda berinteraksi dengan orang-orang sekitar Anda.

Apa prestasi terbesar Anda?

Prestasi menjadi satu bagian yang kerap ditanyakan karena bisa membuat perusahaan mengetahui seberapa besar kemampuan Anda. Berilah jawaban yang meyakinkan pada perusahaan mengenai prestasi-prestasi yang pernah Anda raih.

Ceritakan bahwa di pekerjaan yang dulu, Anda dapat meningkatkan keuntungan untuk perusahaan dan melakukan hal terbaik selama bekerja. Tawarkan pula prestasi ini kepada perusahaan tersebut ketika Anda nanti diterima menjadi karyawannya. (Baca juga :

Bagaimana gambaran tentang diri Anda?

Gambaran mengenai diri Anda adalah pertanyaan yang kerap diberikan saat wawancara kerja. Berilah jawaban dengan tenang mengenai gambaran diri Anda. Gambarkan bahwa diri Anda adalah seorang yang pekerja keras, teliti, termotivasi untuk lebih maju, dan orang yang disukai rekan-rekan kerja. Berilah jawaban yang jujur, karena hal ini akan meyakinkan perusahaan untuk merekrut Anda.

Apa kelemahan Anda?

Kelemahan adalah bagian pertanyaan yang hampir ada di setiap wawancara kerja. Pertanyaan ini bisa menjadi bahan bagi perusahaan mempertimbangkan Anda lebih dalam. Selalu berikan jawaban jujur namun strategis untuk pertanyaan semacam ini. Misalnya mengakui bahwa Anda adalah orang yang sering lupa. Sering lupa di sini menggambarkan Anda sering melupakan waktu ketika Anda asyik bekerja. Katakan juga bahwa Anda merupakan seorang yang sabar dan bisa melewati semua tekanan saat bekerja.

Mengapa memilih posisi pekerjaan ini?

Posisi kerja menjadi bagian yang sering ditanyakan perusahaan untuk mengetes seberapa besar motivasi Anda mengambil posisi tersebut. Berikan jawaban yang strategis terhadap pertanyaan ini. Motivasi yang tinggi dan keyakinan bahwa Anda mampu di posisi ini bisa mendorong perusahaan menerima lamaran Anda.

Itulah pertanyaan yang paling sering muncul saat wawancara kerja. Ketika melakukan wawancara kerja, disarankan bagi Anda untuk tampil semaksimal mungkin. Hindari bertingkah seolah Anda gugup dan tidak percaya diri.

***

Tips Jawaban Jitu Saat Wawancara Kerja

Apakah Anda akan melakukan wawancara kerja dalam waktu dekat ini, atau Anda ingin pindah pekerjaan? Jangan remehkan sesi wawancara kerja. Sebab, menurut  penelitian, banyak pencari kerja gagal mendapatkan pekerjaannya karena kurang persiapan dan menganggap sepele wawancara kerja.

Dikutip dari laman businessinsider, berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa Anda pelajari, sekaligus jawabannya, sebelum melakukan wawancara kerja :

Bagamaimana jika Anda bekerja di sini selama lima tahun dan tidak dipromosikan? Banyak karyawan kami yang tidak mendapatkan itu. Apakah Anda akan frustasi?

Saya menganggap diri saya orang ambisius, tapi aku juga seorang yang praktis. Selama saya terus belajar dan tumbuh dalam posisi saya, saya akan bahagia. Setiap perusahaan mempromosikan orang pada tingkat yang berbeda, dan saya cukup yakin bahwa dengan bekerja di sini akan membuat saya termotivasi dan terstimulasi untuk beberapa tahun yang akan datang.

Dari resume Anda, sepertinya Anda dipecat dua kali. Bagaimana perasaan anda akan hal tersebut?

Setelah saya sembuh dari shock kedua kali itu akan membuat saya merasa lebih kuat. Memang benar bahwa saya dipecat dua kali, tapi saya juga berhasil bangkit kembali kedua kali. Jika pekerjaan ini memberi saya tanggung jawab lebih, membayar saya dengan lebih banyak uang, dan saya berada di perusahaan yang lebih baik. Maka semangat saya sangat tinggi disini.

Berapa jam dalam seminggu anda biasanya bekerja, dan mengapa?

Saya biasa kerja selama berjam-jam dengan waktu cukup panjang. Dengan adanya tambahan waktu ini, saya akan mencoba untuk menemukan cara guna ‘menambah nilai’ pada setiap tugas yang saya kerjakan. Ketika klien membaca laporan dari perusahaan ini, saya ingin mereka berpikir bahwa tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan tersebut kecuali perusahaan ini.

Apakah lebih penting untuk menjadi beruntung atau terampil?

Saya pikir itu lebih penting untuk menjadi beruntung, meskipun menjadi sangat terampil dapat membantu untuk menciptakan lebih banyak peluang.

Kapan Anda berpikir Anda akan mencapai puncaknya dalam karir?

Saya seorang yang sehat, kuat, bermental untuk selalu aktif, jadi saya tidak pernah berpikir soal mencapai puncak dalam karir saya. Saya pikir yang penting adalah seberapa pengetahuan yang ada dalam diri saya.

Apakah Anda menganggap diri seorang pemimpin?

Oh, ya, tentu saja. Saya memiliki semua kualitas seorang kepemimpinan. Saya seorang yang ekstrover, tapi saya juga bisa menjadi pendengar yang hebat. Saya menganggap diri saya sebagai seorang yang mempunyai ide yang besar, tetapi saya juga bisa keras kepala dan praktis bila diperlukan.

Dapatkah Anda menjelaskan pekerjaan apa yang menjadi impian Anda?

Ini adalah pekerjaan impian saya dan itulah sebabnya saya berada disini.

Apakah Anda lebih suka mendapatkan izin dari atasan Anda sebelum melakukan sebuah proyek baru?

Selama minggu pertama saya di tempat kerja, saya akan bertanya atasan saya bagaimana dia akan memilih saya untuk menangani proyek. Jika dia bilang dia ingin saya untuk menjalankan ide yang pertama, saya akan mematuhi. Saya pikir tantangan yang nyata adalah mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja Anda, dan saya orang yang fleksibel.

Apakah Anda akan bersedia untuk memulainya dari posisi entry-level lagi?

Kadang-kadang Anda perlu mengambil langkah mundur untuk memindahkan karir Anda ke depan. Kerja yang dimulai pada peran entry-level akan memungkinkan saya untuk mempelajari bisnis Anda dari bawah ke atas.

Apakah sebuah perusahaan membutuhkan pekerja b (kedua)? atau lebih baik hanya memiliki pekerja a (utama) pada level staf, dan mengapa?

Saya percaya bahwa perusahaan perlu keduanya yaitu pekerja A dan B. Ketika Anda melempar bisnis baru, Anda ingin pekerja A di lini depan. Namun di balik pekerja A ini, Anda memerlukan yang B yang bisa menuntaskan rincian proyek dan menyerahkan tongkat pekerjaan sehari-harinya kepada mereka. Memiliki terlalu banyak pekerja di tim A akan mengarah pada bentrok ego dan tidak teratur.

Baca juga : Tips Membuat Lamaran Kerja yang Baik


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*