Membuat Foto Produk dengan HP, 6 Tips Bikin Orang Ngiler

oleh
foto produk menggunakan smartphone
foto produk menggunakan smartphone

Seiring dengan perkembangan dunia digital yang semakin canggih, foto produk kini memiliki peran yang sangat penting dalam pemasaran dan penjualan, terutama untuk promosi di dunia online.

Tak hanya menggunakan kamera profesional, saat ini juga sudah ngetren membuat foto produk yang hanya menggunakan smartphone.

Dengan menggunakan smartphone, biaya produksi lebih ringan dan dirasa cukup efektif dalam mempromosikan produk secara online.

Bagi pelaku UMKM membuat foto produk sangatlah penting, ini beberapa alasan mengapa foto produk harus dibuat oleh pelaku usaha :

  1. Foto produk dapat dengan cepat menarik perhatian calon pembeli.
  2. Menciptakan kesan pertama yang baik.
  3. Foto dapat menggambarkan fitur dan keuntungan bagi penggunanya.
  4. Dengan foto produk bisa memperjelas keterangan produk dengan bahasa visual.
  5. Foto produk bisa meningkatkan kepercayaan dan keyakinan calon pembeli terhadap produk.
  6. Penyajian foto yang menarik bisa meningkatkan konversi penjualan.
  7. Dapat dengan mudah berbagi dan mengenalkan produk di media sosial dan platform e-commerce.
  8. Foto produk yang konsisten dalam gaya dan tampilan dapat membantu memperkuat identitas merek.

Diakui ataupun tidak, foto produk saat ini telah menjadi jendela utama bagi calon pembeli untuk melihat dan mengevaluasi produk sebelum calon konsumen melakukan pembelian.

Oleh karena itu, meski hanya menggunakan smartphone, penting kiranya untuk memberikan foto produk yang berkualitas agar dapat memaksimalkan potensi penjualan dan menciptakan citra merek yang positif.

Berikut beberapa tips membuat foto produk yang berkualitas dengan menggunakan smartphone:

1. Siapkan alat untuk memotret

Tripod smartphone sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan gambar
Tripod smartphone sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan gambar

Dalam membuat foto produk, perlu dipersiapkan beberapa peralatan yang akan digunakan untuk memotret.

Alat terdiri dari alat perekam dan peralatan pendukungnya.

Peralatan utama yang harus ada adalah Smartphone dengan kualitas gambar terbaik yang berfungsi sebagai kamera, dan memory card untuk penyimpanan hasil tangkapan foto.

Peralatan pendukung yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah tripod smartphone, lampu, background, properti foto pendukung, dan alat pembersih.

Tripod smartphone sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan gambar dan menghindari hasil foto yang buram.

Lampu bisa menggunakan lampu LED atau yang lain, alat ini digunakan untuk menerangi subyek foto agar terlihat lebih jelas.

Jika diperlukan, siapkan background foto, bisa berupa kain, kertas, kayu atau yang lainnya guna menambah estetika foto produk.

Properti pendukung yang disiapkan perlu disesuaikan dengan produk yang akan difoto. Misalnya, jika ingin memotret foto kuliner yang perlu disiapkan adalah piring, sendok, garpu, dan lainnya.

Satu hal yang tidak kalah penting, siapkan alat pembersih yang gunanya untuk membersihkan semua properti yang akan difoto.

2. Persiapan produk yang akan difoto

Pastikan produk dalam kondisi bersih dan bebas dari debu
Pastikan produk dalam kondisi bersih dan bebas dari debu

Untuk menghasilkan karya foto produk yang baik, langkah selanjutnya adalah menyiapkan produk yang akan difoto dengan kondisi yang terbaik.

Pastikan produk dalam kondisi bersih dan bebas dari debu, noda, atau sidik jari. Jika perlu gunakan kain mikrofiber atau alat pembersih khusus untuk membersihkan produk secara menyeluruh sebelum difoto.

Amati secara teliti dan menyeluruh, ini untuk memastikan tidak ada cacat atau kerusakan yang mungkin akan terlihat dalam foto. Jika pada produk terdapat goresan atau cacat kecil, pertimbangkan untuk menyempurnakan, memperbaikinya atau sekalian diganti dengan yang lebih baik.

Buatlah konsep penataan produk sebaik mungkin, pertimbangkan cara terbaik untuk menampilkan produk dalam frame foto

Aturlah produk dengan tampilan yang paling menarik dan sesuai dengan tujuan foto.

Anda bisa mengatur produk dengan gaya yang rapi atau menghadirkannya dalam gaya yang lebih alami, ini tergantung pada konteks atau tema yang ingin Anda sampaikan.

Jika diperlukan, Anda bisa menambahkan aksesori untuk memperkuat produk utama.

Pastikan bahwa aksesori tersebut terpasang dengan baik dan mendukung produk utama tanpa mengalihkan perhatian dari produk itu sendiri.

Jika produk dijual dengan kemasan, pertimbangkan apakah Anda ingin memperlihatkan kemasan tersebut dalam foto atau memfokuskan pada produk yang terlepas dari kemasan.

Jika ada label atau merek yang perlu ditampilkan dalam foto, pastikan label tersebut terlihat dengan jelas dan mudah dibaca.

Dengan melakukan persiapan yang baik pada produk sebelum sesi foto, Anda akan mendapatkan hasil foto produk yang lebih baik dan dapat memperlihatkan produk secara maksimal.

Baca juga : Fotografi Makanan, Membuat Gambar yang Bikin Lapar

3. Pilih latar belakang yang sesuai dengan produk

Tekstur kayu sebagai latar belakang produk
Tekstur kayu sebagai latar belakang produk

Dalam pemotretan produk, pemilihan latar belakang memiliki peran penting untuk memperkuat pesan dan menonjolkan produk secara visual.

Ada banyak pilihan latar belakang yang dapat digunakan untuk menonjolkan subyek foto produk.

Anda bisa menggunakan latar belakang dengan warna solid, warna ini bersifat netral, untuk pilihan warna tergantung dengan warna produk yang akan difoto.

Pilih warna yang selaras dengan warna produk, namun tetap bisa menonjolkan produk.

Penggunaan latar belakang warna putih, hitam, abu-abu, atau warna polos lainnya dapat memberikan tampilan yang bersih dan tidak mengalihkan perhatian dari produk itu sendiri.

Selain menggunakan latar belakang solid/polos, kamu juga bisa menggunakan latar belakang yang memiliki pola hias.

Pola ini bisa berupa tekstur, komposisi garis, susunan warna, atau yang lainnya.

Pastikan latar belakanng pola atau tekstur tidak terlalu mencolok sehingga tidak mengalihkan fokus dari produk.

Latar belakang alam juga sering digunakan dalam foto produk.

Jika produk Anda berkaitan dengan alam atau memiliki unsur-unsur alam dalam merek atau tema, pertimbangkan untuk memotret produk di luar ruangan.

Gunakan latar belakang seperti pemandangan alam, pepohonan, atau langit biru. Ini dapat memberikan nuansa yang segar dan alami pada foto produk.

Selain cara diatas, ada juga beberapa produk yang difoto dengan latar belakang yang telah disesuaikan dengan konteks penggunaan atau tujuan produk.

Misalnya, produk kosmetik lipstik yang menggunakan latar belakang kosmetik lainnya seperti bedak atau tempat makeup.

Salah satu latar belakang yang juga bisa digunakan utuk foto produk adalah dengan menggunakan latar belakang yang menampilkan logo atau elemen merek.

Ini bertujuan untuk membangun citra merek yang kuat dan membantu memperkuat hubungan antara produk dan merek.

Apapun latar belakang yang digunakan, penting untuk mempertimbangkan kontras antara produk dan latar belakang. Pastikan produk Anda tetap menjadi fokus utama dalam foto.

4. Aturlah komposisi dan framing saat memotret

mengatur komposisi produk itu penting saat pemotretan
Mengatur komposisi produk itu penting saat pemotretan.

Mengatur komposisi dan framing yang baik dalam foto produk akan membantu menonjolkan produk secara visual dan menarik perhatian calon pembeli.

Tidak ada aturan yang baku dalam mengatur komposisi dan framing dalam fotografi produk, yang terpenting adalah fotografer bisa menyesuaikan pendekatan fotografi dengan kebutuhan dan karakteristik produknya.

Salah satu cara pengaturan komposisi yang populer adalah prinsip Rule of Thirds. Komposisi ini dilakukan dengan membagi bingkai foto menjadi sembilan bagian dengan dua garis horisontal dan dua garis vertikal.

Letakkan produk utama di salah satu titik potensi dalam bingkai, seperti pada persimpangan garis-garis. Hal ini akan menciptakan keseimbangan visual yang lebih menarik.

Berikan sedikit ruang kosong di sekitar produk utama, ruang kosong bisa membantu menekankan produk dan memberikan kesan yang lebih luas pada foto.

Cobalah untuk mengambil foto dari berbagai sudut pandang yang menarik. Jangan takut untuk mengambil foto dari atas, bawah, atau sudut yang tidak biasa.

Jika ada fitur atau detail khusus pada produk, pastikan untuk menekankannya dalam foto. Misalnya, jika ada logo atau tekstur menarik, pastikan untuk menjadikannya sebagai poin fokus utama dalam komposisi.

Pertimbangkan penggunaan depth of field untuk menonjolkan produk dengan cara yang lebih dramatis. Dengan ini Anda dapat mengaburkan latar belakang dan membuat produk menjadi fokus utama.

Bereksperimenlah dengan framing kreatif untuk memberikan keunikan pada foto produk. Anda dapat menggunakan objek lain sebagai bingkai alami, seperti pintu, jendela, atau bahan-bahan lain yang sesuai dengan produk Anda.

Buat komposisi foto sesederhana mungkin, jangan terlalu banyak menghadirkan elemen yang tidak perlu dalam foto.

Jangan takut untuk bereksperimen dengan komposisi dan framing.

Cobalah berbagai posisi, sudut, dan pengaturan untuk melihat mana yang paling cocok dengan produk Anda.

Lakukan pengujian dan evaluasi hasilnya untuk menemukan komposisi yang paling efektif.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

5. Optimalkan pencahayaan

penggunaan cahaya alami
penggunaan cahaya alami untuk foto produk

Cahaya adalah kunci dalam fotografi, pencahayaan yang baik dapat membuat produk terlihat menarik, detail yang jelas, dan warna yang akurat.

Ada banyak sekali teknik pencahayaan yang bisa digunakan, pilihlah berbagai macam teknik pencahayaan yang efektif.

Dalam fotografi produk, banyak fotografer yang memanfaatkan cahaya alami dalam proses pemotretan.

Cahaya alami sangat optimal digunakan saar berada di luar ruangan, waktu terbaik yaitu pada saat matahari terbit atau terbenam.

Saat menggunakan cahaya alami, hindari paparan sinar matahari langsung yang dapat menyebabkan bayangan yang keras atau hilangnya detail produk.

Untuk mengatasi bayangan yang keras, Anda juga bisa menggunakan softbox atau payung difuser untuk menciptakan cahaya yang lembut dan merata.

Jika dalam memotret produk Anda menggunakan pencahayaan buatan, coba gunakan lampu cincin. Lampu ini cukup simpel dan mampu menghasilkan cahaya yang merata dan mampu menghilangkan bayangan padaobjek.

Anda dapat mengarahkan lampu cincin langsung ke produk atau menggunakannya sebagai cahaya tambahan untuk mengisi bayangan.

Ingin hasil lebih baik? Cobalah menggunakan Lightbox. Ini adalah kotak transparan yang dirancang khusus untuk memperoleh pencahayaan yang merata dan difus.

Kotak ini bisa beli atau membuat sendiri dengan kertas kalkir. Dengan alay ini bisa membantu menghilangkan bayangan yang tidak diinginkan dan menciptakan pencahayaan yang halus dan seragam pada produk.

Satu hal yang penting, ingatlah untuk selalu menyesuaikan pencahayaan dengan karakteristik produk yang difoto.

Baca juga : Teknik Pencahayaan Fotografi, Tips dan Trik Praktis

6. Lakukan pengeditan saat paska produksi

lakukan pengeditan untuk hasil maksimal
lakukan pengeditan foto untuk hasil maksimal

Setelah produksi foto produk selesai, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan untuk memastikan hasil yang maksimal. Pengeditan dan penyempurnaan foto produk bisa dilakukan saat pasca produksi.

Periksa semua foto yang telah diambil, lakukan seleksi foto-foto terbaik dan hapus foto yang buram, terlalu gelap, atau tidak memenuhi standar kualitas yang diinginkan.

Gunakan perangkat lunak di smartphone maupun komputer untuk proses pengeditan foto. Ini berguna untuk meningkatkan kualitas dan mempercantik tampilan foto.

Sesuaikan kecerahan, kontras, saturasi, dan kehalusan foto sesuai dengan kebutuhan, namun juga pastikan untuk tetap menjaga hasil akhir yang alami dan realistis.

Lakukan pembersihan pada foto jika diperlukan, misalnya menghilangkan noda, goresan, atau elemen yang mengganggu pada produk. Pastikan produk terlihat bersih dan sempurna dalam foto.

Jika diperlukan, lakukan pemotongan atau croping foto sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda akan menggunakan foto tersebut di berbagai platform seperti situs web, media sosial, atau brosur, pastikan foto memiliki ukuran yang sesuai dengan format setiap platform tersebut.

Simpan foto-foto hasil pascaproduksi dalam format yang sesuai dan aman.

Buatlah salinan cadangan (backup) dari foto-foto tersebut di tempat penyimpanan yang andal, seperti hard disk eksternal, cloud storage, atau server backup.

Penting untuk memiliki salinan cadangan untuk menghindari kehilangan foto-foto yang berharga.

Dengan melalui langkah-langkah pascaproduksi yang tepat, Anda dapat memastikan bahwa foto produk Anda siap digunakan dan memberikan dampak yang positif dalam mempromosikan produk Anda.

Sumber Foto : pixabay.com

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.