Tekstur Nyata dan Tekstur Semu dalam Seni Rupa

Dalam konteks seni rupa dan desain, tekstur nyata dan tekstur semu mengacu pada sifat permukaan atau nilai raba yang tercipta dari penggunaan berbagai unsur seni rupa.

Tekstur adalah karakteristik fisik maupun visual yang dapat dirasakan atau dilihat pada sebuah permukaan benda.

Karakter tekstur bisa halus, kasar, lunak, keras, berpori, berstruktur, atau berbagai variasi lainnya, tergantung pada sifat fisik benda tersebut.

Permukaan tanah, kayu, batu, kaca, kain, anyaman bambu, dan lainnya, memiliki teksturnya masing-masing dengan karakteristiknya.

Terdapat dua jenis tekstur utama dalam konteks seni rupa yaitu:

1. Tekstur Semu (Tekstur Visual)

Tekstur semu (tekstur visual) adalah kesan atau persepsi visual tentang tekstur yang tidak terkait langsung dengan sifat fisik permukaan sebuah benda.

Suatu permukaan bila secara visual tampak kasar, namun ketika Anda raba ternyata halus, maka ini termasuk dalam tekstur semu.

Tekstur semu dapat Anda ciptakan melalui berbagai metode, termasuk pengolahan gambar digital, simulasi komputer, gambaran, lukisan atau penggunaan bahan lainnya.

Dalam tekstur semu, ini sangat berhubungan dengan persepsi visual dan interpretasi kita terhadap apa yang kita lihat.

Hal ini seringkali terkait dengan ilusi visual dan teknik pengolahan untuk menciptakan tampilan tertentu.

Cara membuat tekstur semu

Anda bisa menggunakan beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan tekstur semu pada karya seni dua dimensi antara lain:

Teknik Arsir

Anda bisa menggunakan pensil dengan berbagai ketebalan atau kekerasan untuk menghasilkan goresan yang dapat menciptakan berbagai variasi visual pada permukaan kertas.

Baca juga : Macam-Macam Pensil dan Fungsinya

Teknik sapuan kuas

Anda juga bisa menggunakan sapuan kuas untuk menghasilkan tekstur semu, tekstur bisa Anda buat dengan memberikan variasi gelap terang pada karya.

Teknik stempel

Gunakan objek atau benda dengan tekstur menarik, seperti spons, kain berbulu, atau benda bertekstur lainnya, sebagai stempel.

Celupkan stempel tersebut ke cat dan aplikasikan pada permukaan karya seni untuk menciptakan pola atau tekstur visual yang menarik.

Teknik cetak digital

Ini adalah cara praktis untuk membuat tekstur semu.

Anda bisa memotret obyek-obyek yang memiliki tekstur nyata, kemudian mencetaknya menggunakan printer.

Contoh Tekstur Semu pada Karya Seni Rupa

Ada banyak sekali tekstur semu yang bisa kita jumpai di sekitar kita. Beberapa contohnya diantaranya:

Tektur semu pada gambar pointilis

tekstur semu pada karya pointilis

Contoh Tektur semu pada lukisan

tekstur semu pada karya lukisan kuda

Tektur semu pada Fotografi

tekstur semu pada karya fotografi

2. Tekstur Nyata (Tekstur Taktis)

Tekstur nyata (tekstur taktis) adalah sifat permukaan alami suatu benda yang dapat dirasakan secara langsung secara fisik dengan indra peraba. Sifat permukaan alami ini bisa kasar, halus, berpori atau padat, atau yang lainnya.

Tekstur nyata dapat dirasakan melalui sentuhan atau pengalaman meraba secara langsung pada permukaan benda tersebut.

Ini sangat terkait dengan pengalaman sensorik langsung dan dapat diukur secara objektif oleh berbagai individu.

Namun, persepsi terhadap tekstur nyata juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor individu seperti sensitivitas kulit dan pengalaman pribadi.

Cara membuat Tekstur Nyata

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan tekstur taktis pada karya seni dua dimensi antara lain:

Menggunakan bahan yang bertekstur

Anda bisa membuat karya dengan menggunakan bahan fisik seperti kertas kasar, kain, pasir, serbuk besi, kulit kayu, atau bahan lain yang dapat memberikan tekstur nyata saat di sentuh.

Teknik Collage atau kolase

Yaitu membuat karya dengan menambahkan bahan seperti kertas, kain, atau material lain yang memiliki tekstur nyata ke permukaan karya dengan menempelkannya.

Misalnya, Anda bisa menggunakan potongan kain berbulu untuk memberikan efek lembut dan tekstur yang dapat dirasakan.

Teknik Impasto

Ini merupakan teknik pengaplikasian cat atau media lainnya secara tebal pada permukaan kanvas atau media lainnya.

Cara ini untuk menciptakan tekanan dan ketebalan yang memberikan tekstur nyata ketika disentuh.

Teknik Relief

Membuat struktur semi tiga dimensi pada permukaan karya menggunakan bahan seperti kertas, kain, atau bahan lainnya.

Ini bisa menciptakan permukaan yang menonjol dan memberikan tekstur yang dapat dirasakan.

Teknik cetak

Anda juga bisa menggunakan teknik cetakan seperti gravur atau linoleum cut untuk mencetak tekstur taktis pada karya dua dimensi.

Teknik ini menciptakan permukaan cetakan dengan kedalaman yang berbeda, sehingga memberikan kesan tekstur taktis ketika disentuh.

Teknik ukir

Gunakan alat seperti pahat, pisau ukir, gouge, atau alat lainnya untuk mengukir permukaan bahan seperti kayu, linoleum, atau plester.

Buatlah pola, tekstur, atau ukiran sesuai keinginan Anda.

Teknik lainnya

Anda bisa membuat tekstur dengan menggabungkan teknik bordir, sulam, rajut, atau aplikasi bahan tekstil lainnya pada permukaan karya dua dimensi.

Cara Ini juga bisa memberikan dimensi dan tekstur nyata yang khas dari material tekstil.

Contoh Tekstur Nyata pada Karya Seni Rupa

Tekstur Nyata pada lukisan dengan teknik impasto

Contoh Tekstur Nyata pada lukisan yang catnya tebal

Tekstur Nyata pada kolase

Kolase serutan kayu berupa tusuk gigi (sumber foto: @edgar_artis/instagram)
Kolase serutan kayu berupa tusuk gigi (sumber foto: @edgar_artis/instagram)

 

Contoh Tekstur Nyata pada relief candi

tekstur nyata pada relief candi

Tekstur Nyata pada ukiran kayu

tektur nyata pada ukiran kayu

Contoh Tekstur Nyata pada seni rajut

Tekstur Nyata pada rajut

Peran Tekstur dalam Karya

Tekstur dapat digunakan dalam seni rupa dan desain untuk menciptakan variasi, kontras, atau kepentingan visual dalam karya.

Penggunaan tekstur yang tepat dapat memberikan dimensi, kedalaman, serta dapat mempengaruhi interpretasi dan persepsi pengamat terhadap karya tersebut.

Tekstur memainkan peran penting dalam karya seni rupa karena dapat menambah dimensi visual dan sensorik pada karya tersebut.

Berikut adalah beberapa peran tekstur dalam karya seni rupa:

Memberikan keindahan visual

Tekstur dapat menambah keindahan visual pada sebuah karya seni.

Penggunaan tekstur yang halus, kasar, atau berstruktur dapat menarik perhatian dan menambah ketertarikan visual bagi penonton.

Menciptakan perasaan atau mood

Tekstur juga dapat mengkomunikasikan perasaan atau mood tertentu dalam karya seni.

Misalnya, penggunaan tekstur kasar dan gelap dapat menciptakan kesan keras atau berat, sementara tekstur halus dan lembut dapat memberikan kesan tenang atau lembut.

Memberikan kedalaman dan dimensi

Dalam karya dua dimensi, tekstur dapat memberikan kedalaman visual dan menciptakan ilusi ruang.

Tekstur yang lebih dekat dengan mata dapat memberikan kesan dekat, sedangkan tekstur yang lebih jauh dapat memberikan kesan jauh atau dalam.

Memperkaya pengalaman sensorik

Tekstur juga memainkan peran penting dalam pengalaman sensorik.

Ketika kita melihat atau meraba karya seni dengan tekstur yang kaya, hal itu dapat merangsang indera kita dan memberikan pengalaman yang lebih kompleks dan menyenangkan.

Menekankan elemen atau area tertentu

Dengan menggunakan tekstur yang berbeda-beda, seniman dapat menekankan atau mengarahkan perhatian pada elemen atau area tertentu dalam karya.

Misalnya, dengan menggunakan tekstur yang berbeda pada objek utama dan latar belakang, seniman dapat membuat objek tersebut menjadi fokus utama perhatian.

Meningkatkan nilai taktis

Tekstur dalam karya seni juga dapat meningkatkan nilai taktisnya.

Dalam seni tiga dimensi, misalnya, penggunaan tekstur dapat memberikan sensasi sentuhan dan memperkaya interaksi fisik dengan karya tersebut.

Mengungkapkan konteks atau konsep

Pemilihan tekstur juga dapat mengungkapkan konteks atau konsep di balik karya seni.

Misalnya, penggunaan tekstur kasar pada karya seni yang berkaitan dengan tema alam liar dapat mengkomunikasikan kekasaran dan ketahanan alam tersebut.

Melalui peran-peran ini, tekstur menjadi elemen penting dalam menciptakan pengalaman visual dan sensorik yang kaya dan memikat dalam karya seni rupa.

Baca juga : Prinsip Seni Rupa: 12 Tips Mengatur Unsur Visual