8 Tips Menggunakan Wide Shot untuk Memperkuat Narasi Visual

oleh
gambar wide shot

Salah satu jenis shot dalam pengambilan gambar foto maupun video yang sadalah Wide Shot. Ini merupakan pengambilan gambar yang menampilkan subjek utama atau adegan dalam skala yang luas, namun masih mempertahankan beberapa detail dan konteks subyek di dalam bingkai.

Jika penggunaan Extreme wide shot hampir menghilangkan subyek utama, dalam pengambilan gambar wide shot, subjek utama masih dapat dikenali dengan jelas, tetapi latar belakang juga masih terlihat.

Pengambilan gambar Wide shot banyak digunakan untuk menunjukkan ruang, lokasi, atau lingkungan di mana adegan berlangsung.

Baca juga : 14 Tipe Shot Dalam Pengambilan Gambar Film

Beberapa tips yang bisa dijadikan sebagai panduan dalam pengambilan gambar Wide Shot yang baik:

1. Pilih lensa yang tepat untuk pengambilan gambar

wide shot dengan subyek berdiri
Gambar wide shot dengan subyek berdiri. Nikon D7200. Lensa : 85.0 mm f/1.8. Data Teknis : 85.0mm · ƒ/2.2 · 1/8000s · ISO 100

Tak ada aturan khusus dalam menggunakan lensa saat pengambilan gambar wide shot, namun pada umumnya fotografer dan filmmaker menggunakan jenis lensa wide-angle dengan focal length yang pendek.

Ada tiga jenis lensa yang cukup baik untuk pengambilan gambar untuk jenis shot ini, yaitu: Prime Wide-angle Lens (24mm, 35mm, atau 50mm), Zoom Wide-angle Lens (10-24mm, 16-35mm, atau 24-70mm, dll) dan Ultra-wide-angle Lens.

Biasanya, lensa dengan focal length antara 24mm hingga 35mm pada kamera full-frame atau 16mm hingga 24mm pada kamera APS-C adalah pilihan yang umum untuk pengambilan gambar Wide Shot.

Dalam memilih lensa wide-angle yang tepat, semua tergantung pada preferensi pribadi dan jenis pengambilan gambar yang ingin Anda hasilkan.

Lensa wide-angle akan memberikan efek perspektif yang luas dan memperluas ruang dalam bingkai, sehingga ideal untuk mengambil gambar wide shot yang mengesankan.

Perlu diingat bahwa dengan lensa wide-angle, penting untuk menjaga proporsi subjek agar tidak terdistorsi saat berada di pinggiran bingkai.

2. Penting untuk memperhatikan komposisi

wide shot dengan subyek duduk
Komposisi pengambilan gambar wide shot dengan subyek duduk.

Meskipun gambar Wide Shot menampilkan subjek atau pemandangan secara luas, tetap perhatikan komposisi yang baik.

Ada banyak cara mengatur komposisi gambar wide shot, lakukan eksplorasi visual sehingga bisa menghasilkan komposisi yang paling oke.

Kuncinya, posisikan subjek utama secara strategis sehingga menjadi fokus pengambilan gambar wide shot.

Posisikan subjek berada di salah satu area komposisi yang menarik, seperti pada garis pertigaan (rule of thirds) atau pada titik fokus visual yang kuat.

Untuk membuat komposisi yang menarik, bisa juga menggunakan panduan leading lines.

Cari garis-garis alami dalam latar belakang atau lingkungan untuk membimbing mata penonton ke subjek.

Leading lines dapat memberikan dimensi dan kedalaman visual pada komposisi wide shot.

Jika memungkinkan, kamu juga bisa mencoba menggunakan foreground interest.

Ini bisa menjadi elemen menarik yang berada di bagian depan bingkai, dengan begitu akan memberikan kedalaman pada gambar.

Perhatikan juga konteks penggunaan latar belakang, pastikan latar belakang juga memiliki hubungan dengan cerita.

Hindari elemen yang bisa mengalihkan perhatian dari subjek utama, jangan sampai pemilihan latar belakang justru mengganggu atau membingungkan penonton.

Jika dalam gambar terdapat garis horisontal, seperti garis langit atau garis cakrawala, pastikan garis tersebut tidak memotong gambar di tengah secara horizontal.

Cobalah untuk memposisikan garis horisontal di salah satu garis pertigaan untuk menghasilkan komposisi yang lebih menarik.

Pikirkan cerita atau pesan yang ingin Anda sampaikan melalui gambar wide shot.

Gunakan komposisi untuk memperkuat pesan tersebut dan menciptakan efek visual yang mendukung cerita yang ingin Anda ceritakan.

Ingatlah bahwa aturan komposisi dalam fotografi maupun videografi hanyalah panduan, dan terkadang aturan-aturan tersebut dapat ditinggalkan untuk menciptakan efek yang lebih kreatif dan unik.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

3. Pertimbangkan jarak subjek dengan kamera

jaga jarak subjek dan kamera.
Perhatikan jarak antara subjek dan kamera. Canon EOS 700d. Lensa: EF85mm f/1.8 USM. Data Teknis: 85.0mm · ƒ/5.6 · 1/1000s · ISO 200

Jarak antara subjek dan kamera dalam pengambilan gambar wide shot dapat bervariasi, ini tergantung pada hasil yang ingin dicapai.

Jika subjek terlalu jauh, bisa sulit bagi penonton untuk melihat detail atau terhubung dengan subjek tersebut.

Jika subjek terlalu dekat, ini dapat mengakibatkan subyek terpotong atau kehilangan konteks adegan yang lebih luas.

Untuk menyoroti subjek utama secara langsung dan memberikan kesan yang lebih intim, Anda dapat mendekatkan subjek dengan kamera dalam pengambilan gambar wide shot.

Dengan cara ini dapat membantu menangkap ekspresi wajah, detail, atau emosi subjek dengan lebih jelas.

Namun jika ingin menggambarkan subjek dalam konteks lingkungan yang luas, Anda dapat menjaga jarak lebih jauh antara subjek dan kamera dalam pengambilan gambar wide shot.

Cara ini akan membantu memperlihatkan ruang dan latar belakang yang lebih luas, serta memberikan gambaran tentang lingkungan di sekitar subjek.

Pengaturan jarak antara subjek dan kamera juga tergantung pada komposisi dan cerita yang ingin Anda sampaikan.

Pertimbangkan bagaimana penempatan subjek dalam bingkai dan bagaimana subjek berinteraksi dengan latar belakang.

Anda dapat mengatur jarak untuk menciptakan komposisi yang seimbang dan menarik, serta mengarahkan perhatian penonton ke elemen terpenting dalam gambar.

4. Gunakan tumpuan visual

gadis melompat
Mengisi ruang kosong dengan subyek utama gadis melompat. Canon EOS 5d Mark III. Lensa: EF70-200mm f/2.8L IS II USM. Data Teknis : 200.0mm · ƒ/3.5 · 1/500s · ISO 250

Menggunakan tumpuan visual dalam pengambilan gambar wide shot dapat membantu memperkuat komposisi dan mengarahkan perhatian penonton ke elemen penting dalam gambar.

Jika menginginkan subjek utama yang menonjol, letakkan subjek utama di area yang menarik perhatian di dalam bingkai.

Pastikan subjek memiliki kontras warna atau kecerahan yang cukup untuk membedakannya dari latar belakang.

Selain menggunakan kontras warna atau kecerahan, Anda juga bisa menggunakan tekstur untuk membuat subjek utama lebih menonjol dalam gambar wide shot.

Contohnya pada gambar di atas, subjek dengan warna gelap pada latar belakang yang cerah(langit), atau dengan cara sebaliknya.

Jika subjek utama bergerak atau terlibat dalam aksi, arahkan kamera agar subjek berada di bagian frame yang menarik perhatian.

Gerakan atau aksi subjek dapat menjadi tumpuan visual yang kuat dalam pengambilan gambar wide shot.

Dengan menggunakan tumpuan visual dengan bijak, Anda dapat mengarahkan pandangan penonton dan menciptakan tampilan yang lebih menarik dan fokus dalam pengambilan gambar wide shot.

5. Pertimbangkan ketinggian kamera

Pengambilan high angle pada obyek bergerak.
Wide shot dengan high angle pada obyek bergerak. Canon EOS-1d X Mark II. Lensa: EF24-70mm f/2.8L II USM. Data: 50.0mm · ƒ/6.3 · 0s · ISO 400

Ketinggian kamera yang digunakan dalam pengambilan gambar wide shot dapat mempengaruhi perspektif dan tampilan keseluruhan gambar.

Secara umum, pengambilan gambar wide shot diambil sejajar dari ketinggian mata manusia (tinggi orang yang sedang berdiri), ini akan menghasilkan tampilan yang natural dan familiar.

Sudut pengambilan gambar ini dapat memberikan pandangan yang mirip dengan apa yang dilihat oleh mata manusia pada ketinggian tersebut.

Jika Anda mengambil gambar wide shot dari bawah (low angle), dapat memberikan perspektif yang menarik dan memperkuat kesan kedalaman dalam komposisi.

Cara ini sering digunakan dalam fotografi landscape untuk menyoroti elemen di depan seperti tanaman atau batu-batuan.

Anda juga bisa melakukan pengambilan gambar wide shot dari ketinggian (high angle), seperti menggunakan drone atau dari gedung tinggi.

Cara ini dapat memberikan perspektif yang unik dan lebih luas, kesan yang ditimbulkan adalah subyek akan terlihat lemah, minor, ataupun sedih.

Baca Juga : Camera Angle, Berbagai Sudut Pengambilan Gambar

6. Perhatikan pencahayaan ke subyek

Penggunaan wide shot dengan cahaya alami
Penggunaan cahaya alami untuk pengambilan gambar.

Pencahayaan pada subjek dalam pengambilan gambar wide shot sangat penting untuk memastikan subjek tetap terang dan terlihat dengan jelas.

Jika pengambilan gambar berada di luar ruangan, perhatikan pencahayaan alami yang ada.

Gunakan pencahayaan matahari sebagai sumber cahaya utama, namun pastikan subjek tidak terkena langsung sinar matahari yang keras dan menghasilkan bayangan yang tidak diinginkan.

Waktu yang cukup baik dalam pengambilan gambar dengan cahaya alami adalah pada waktu pagi atau sore hari, ketika itu cahaya matahari masih lembut.

Perhatikan arah cahaya, kontras, dan bayangan yang dihasilkan untuk mencapai efek yang diinginkan.

Jika menggunakan pencahayaan alami tidak cukup, pertimbangkan untuk menggunakan atau menambah pencahayaan buatan sepertim penggunaan lampu studio, strobe, atau lampu sorot.

Anda juga bisa menggunakan reflektor atau diffuser untuk mengendalikan pencahayaan alami.

Reflektor dapat memantulkan cahaya matahari ke subjek, sementara diffuser dapat menghaluskan dan menyebarkan cahaya yang terlalu keras.

Kedua alat tersebut dapat membantu mengurangi bayangan yang tidak diinginkan pada subjek dan bisa menciptakan pencahayaan yang lebih merata.

Pastikan keseimbangan antara pencahayaan latar belakang dan subjek utama dalam pengambilan gambar wide shot.

Jika latar belakang terlalu terang atau terlalu gelap, subjek dapat terlihat tidak jelas.

Gunakan teknik eksposur yang tepat untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan.

Perhatikan arah cahaya yang mengenai subjek.

Cahaya yang datang dari samping atau depan dapat memberikan dimensi dan tekstur yang menarik pada subjek.

Namun, perhatikan juga apakah bayangan yang dihasilkan mengganggu tampilan subjek atau tidak.

Baca juga : Teknik Pencahayaan Fotografi, Tips dan Trik Praktis

7. Jaga stabilitas gambar

Jaga gambar tetap stabil ketika subyek ataupun saat kamera bergerak
Jaga gambar tetap stabil ketika subyek ataupun saat kamera bergerak. Nikon D7200. Data Teknis: 300.0mm · ƒ/11.0 · 1/160s · ISO 100

Menjaga stabilitas gambar dalam pengambilan gambar wide shot penting untuk menghasilkan hasil yang jernih dan tajam.

Gunakan tripod atau alat stabilisasi lainnya untuk menjaga kestabilan gambar.

Tripod adalah alat yang sangat penting untuk menjaga stabilitas gambar.

Pasang kamera Anda pada tripod untuk meminimalkan getaran dan gerakan yang tidak diinginkan.

Pastikan tripod terpasang dengan kokoh dengan mengencangkan pengunci dengan baik.

Selain menjaga stabilitas kamera, penting juga untuk menjaga stabilitas tubuh.

Duduk atau berlutut di tanah untuk mendapatkan titik kontak yang lebih stabil.

Pegang kamera dengan kedua tangan dan letakkan siku Anda di dekat tubuh untuk memberikan dukungan tambahan.

Jika kamera atau lensa Anda dilengkapi dengan fitur Image Stabilization atau Vibration Reduction, aktifkan fitur ini.

Fitur ini membantu mengurangi getaran kamera dan memperbaiki stabilitas gambar, terutama saat menggunakan shutter speed yang lebih lambat.

Perlu diingat, pengambilan gambar Wide Shot yang goyah atau bergetar dapat mengurangi kualitas gambar dan mengganggu pengalaman penonton.

8. Perhatikan Gerakan dalam Adegan

Subyek utama mobil
wide shot dengan subyek utama mobil. Canon EOS Rebel T5i. Lensa: EF50mm f/1.4 USM Data: 50.0mm · ƒ/2.8 · 1/250s · ISO 200

Gerakan dalam adegan saat pengambilan gambar wide shot dapat memberikan nuansa dinamis dan menarik pada komposisi gambar.

Dalam pengambilan gambar video, gerakan bisa tercipta dari subyek, bisa dari gerakan kamera, dan juga gabungan dari keduanya.

Gerakan kamera yang dilakukan secara perlahan akan dapat menciptakan nuansa dramatis pada adegan.

Jika ada aksi atau pergerakan dalam adegan, pertimbangkan penggunaan teknik panning, tracking, zoom, atau kombinasi untuk mengikuti pergerakan subjek dan menciptakan efek yang dinamis.

Baca Juga : Gerakan Kamera dalam Membuat Film

Sumber Foto : pixabay.com

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

No More Posts Available.

No more pages to load.