Tips Memilih Baju Anak dan Bayi

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam memilih baju untuk anak atau bayi. Memilih baju anak tentu harus dengan banyak alasan, yang utama tentu nyaman dan aman untu mereka.

Baju anak yang lucu dan menggemaskan belum tentu cocok untuknya.

 Jangan sampai, karena salah memilih bahan baju bayi, kulit bayi yang masih peka dan halus tersebut malah memerah, mengalami bintik-bintik atau iritasi.

Iritasi ini biasanya dikarenakan baju bayinya mengandung zat-zat berbahaya yang membuat kulit bayi menjadi alergi.

Atau jangan sampai sistem pencernaan bayi terganggu karena, bayi yang suka mengemut ujung pakaian ternyata bajunya malah mengandung zat aditif.

Nah, mari kita simak kriteria apa saja yang harus dicermati sebelum memutuskan membeli baju anak. Berikut ulasannya;

1. Belilah baju anak yang berkualitas

memilih baju yang berkualitas bisa lebih awet
memilih baju yang berkualitas bisa lebih awet

Harga murah memang menggiurkan, tapi jangan mudah tergoda dengan diskon dan harga yang miring tanpa memperhatikan kualitas.

Hindari mengesampingkan kualitas pakaian karena dampaknya cukup tidak menyenangkan buat si anak.

Baju yang tidak berkualitas kebanyakan akan luntur ketika dicuci.

Zat pewarna yang terlepas dari baju akan menempel pada pori-pori kulit dan sangat berbahaya bagi bayi.

2. Pilih bahan pakaian yang aman

Pilihlah bahan pakaian bayi yang lembut
Pilihlah bahan pakaian bayi yang lembut

Pilihlah bahan pakaian bayi yang lembut, bernapas, dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

Bahan-bahan seperti katun organik atau serat alami lainnya umumnya lebih disarankan.

Hindari menggunakan bahan yang terlalu kasar atau mengandung bahan kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi kulit sensitif bayi.

Sebaiknya anda tidak memilih baju bayi yang menggunakan bahan pure nilon, jeans atau parasut.

Sebaiknya jangan membiarkan bayi merasa gerah/kepanasan karena pakaiannya.

Keringat pada bayi dapat mengundang bakteri, selain itu dapat menimbulkan biang keringat.

3. Utamakan kenyamanan

jangan karena demi penampilan mengabaikan kenyamanan.
jangan karena demi penampilan mengabaikan kenyamanan.

Tampil lucu dan menggemskan tentu sangat menyenangkan, tapi jangan karena demi penampilan mengabaikan kenyamanan.

Banyak aksecoris membuat si kecil nampak lucu, tapi jangan berlebihan agar ia tetap merasa nyaman.

Beberapa aksesoris justru berbahaya bagi bayi.

Jangan mengenakan aksesoris berbntuk tali, bros yang mungkin bisa terlepan juga pita yang mungkin bisa menjerat bayi.

Ada baiknya anda juga memilih baju dengan model yang praktis, mudah dilepas sehingga tidak kerepotan ketika harus melepasnya.

Anak juga tidak akan nyaman jika anda memberinya baju terlalu ketat, berikan baju yang longgar sehingga memudahkannya untuk bergerak aktif.

4. Pertimbangkan Musim dan Iklim

Saat musim dingin pilih baju tebal dengan penutup kepala
Saat musim dingin pilih baju tebal dengan penutup kepala

Sesuaikan pilihan baju dengan musim dan iklim di tempat Anda tinggal.

Pilih baju yang lebih ringan dan bernapas untuk musim kemarau, seperti katun atau serat alami lainnya, yang dapat memberikan sirkulasi udara yang baik dan mencegah bayi menjadi terlalu panas.

Pilihlah baju dengan lengan pendek atau tanpa lengan, dan celana pendek atau rok pendek untuk memberikan kenyamanan dan menghindari kelebihan panas.

Hindari bahan yang terlalu tebal atau berat yang dapat membuat bayi merasa tidak nyaman.

Ketika musim hujan, pilih baju yang lebih tebal dan dapat menjaga bayi tetap hangat.

Pilihlah pakaian yang menggunakan bahan lebih tebal, seperti fleece atau wol, ini untuk menjaga bayi tetap hangat di musim dingin.

Pastikan baju bayi dilapisi dengan bahan yang lembut, seperti flanel atau katun, hal ini untuk memberikan lapisan tambahan yang nyaman di kulit.

Pilihlah baju dengan lengan panjang, celana panjang, dan kaus kaki atau kaos kaki yang tebal untuk melindungi bayi dari suhu dingin.

Pastikan bayi tetap hangat dengan menggunakan topi, sarung tangan, dan sepatu yang cocok untuk musim penghujan yang berhawa dingin.

5. Perhatikan Kemudahan Berpakaian

ayah membuka kancing depan baju anaknya
kancing depan memudahkan dalam membuka dan menutup baju

Dalam memilih baju bayi, selalu prioritaskan pada kenyamanan dan kemudahan dalam berpakaian.

Jika bayi Anda merasa nyaman dan baju mudah dipakaikan, proses mengganti pakaian akan lebih menyenangkan bagi keduanya.

Pilih baju yang memiliki kancing depan, baju yang menggunakan kancing di bagian depan akan memudahkan dalam membuka dan menutupnya. Ini sangat berguna saat mengganti baju bayi.

Baju dengan resleting adalah alternatif yang baik jika Anda lebih suka penguncian yang lebih cepat dan mudah.

Namun pastikan resletingnya berjalan lancar dan tidak menggesek kulit bayi.

Pastikan ujung lengan dan kaki baju bayi cukup longgar untuk memudahkan saat mengenakannya.

Hindari baju yang terlalu ketat atau sulit untuk dilewati melalui tangan atau kaki bayi.

Jika memungkinkan, pilihlah bahan yang elastis, dengan ini akan memudahkan saat mengenakannya pada bayi.

Bahan seperti jersey atau katun elastis memberikan ruang gerak yang lebih baik dan membuat pakaian lebih nyaman dipakai.

Pilih baju dengan leher yang luas, dengan begitu akan memudahkan Anda saat melewati kepala bayi.

Ini sangat membantu jika bayi Anda tidak suka saat memasukkan kepala ke dalam baju.

6. Hindari Dekorasi yang Mudah Terlepas

hiasan dan dekorasi pada topi bayi jangan sampai terlepas
Pastikan hiasan dan dekorasi pada topi bayi tidak mudah lepas

Hindari dekorasi yang mudah terlepas pada baju bayi, ini adalah langkah penting untuk menjaga keselamatan si kecil.

Pilihlah baju bayi yang tidak memiliki pita, hiasan kecil, atau potongan-potongan dekoratif lainnya yang dapat mudah terlepas.

Bayi cenderung menarik atau memasukkan benda-benda ke dalam mulut mereka, yang dapat menyebabkan

Pilihlah baju bayi dengan desain yang terintegrasi, di mana dekorasi atau hiasan menjadi bagian dari bahan atau jahitan baju itu sendiri. Hal ini mengurangi risiko benda-benda kecil yang terlepas.

Benda-benda kecil ini bisa menjadi bahaya tersedak bagi bayi yang suka memasukkan benda-benda ke mulutnya.

Jika Anda memilih baju dengan cetakan atau gambar, pastikan cetakan tersebut langsung menyatu pada kain dan tidak menggunakan potongan-potongan kecil yang bisa lepas.

Periksa juga apakah tinta yang digunakan pada pakaian tidak berbahaya.

7. Pastikan Ukuran yang Sesuai

ukuran baju bayi yang sesuai akan lebih nyaman dipakai
ukuran baju bayi yang sesuai akan lebih nyaman dipakai

Kenali ukuran pakaian bayi Anda, setiap bayi memiliki ukuran yang berbeda, jadi penting untuk mengetahui ukuran bayi Anda sebelum membeli baju.

Ukur lingkar kepala, lingkar dada, lingkar perut, dan panjang tubuh bayi untuk menentukan ukuran yang tepat.

Setiap merek pakaian bayi mungkin memiliki ukuran yang sedikit berbeda.

Periksa tabel ukuran yang disediakan oleh merek tersebut dan bandingkan dengan pengukuran bayi.

Bayi tumbuh dengan cepat, jadi lebih baik memilih baju yang sedikit lebih besar daripada terlalu kecil.

Ini juga bisa berfungsi untuk memberikan ruang gerak yang lebih baik dan memastikan bahwa bayi Anda dapat menggunakan pakaian tersebut dalam waktu yang lebih lama.

Pastikan leher dan lengan baju bayi tidak terlalu ketat. Ini akan memastikan kenyamanan bayi dan memudahkan saat memasukkan kepala dan lengan ke dalam baju.

Setelah Anda membeli dan menggunakan baju bayi, periksa kembali apakah ukurannya masih sesuai dengan bayi Anda.

Beberapa baju dapat sedikit menyusut setelah dicuci.

Jika ada perubahan ukuran yang signifikan, pertimbangkan untuk memilih ukuran yang lebih besar untuk pembelian berikutnya.

8. Pertimbangkan Faktor Fungsional

baju bayi yang bagus akan memberikan ruang gerak yang cukup
baju bayi yang bagus akan memberikan ruang gerak yang cukup

Pilihlah baju yang cocok dengan aktivitas dan kebutuhan anak Anda.

Pilihlah baju bayi yang mudah dipakai dan dilepas. Baju dengan kancing depan, resleting, atau snap di bagian depan atau belakang dapat memudahkan proses berpakaian dan mengganti popok.

Pastikan baju juga memberikan ruang gerak yang cukup untuk bayi agar bisa bergerak dengan bebas.

Misalnya, pilih pakaian yang nyaman dan mudah bergerak saat bayi mulai merangkak atau belajar berjalan.

Pilihlah baju bayi yang mudah dirawat dan tahan lama.

Pastikan bahan baju bisa dicuci dengan mudah dan tahan terhadap seringnya pencucian tanpa menyebabkan perubahan bentuk atau kerusakan yang signifikan.

9. Kenali Preferensi Anak Anda

Setiap anak memiliki preferensi yang berbeda dalam hal kenyamanan dalam berpakaian.

Perhatikan bagaimana anak Anda bereaksi terhadap pakaian tertentu, apakah mereka merasa nyaman atau tidak.

Pilihlah baju yang sesuai dengan preferensi mereka.

Baca juga : Cara Menyimpan Mainan Anak dengan Artistik

Tinggalkan komentar