Info kewirausahaan, pendidikan, pernikahan, ibu hamil, parenting, teknologi informasi, seni budaya>

Ridwan Sururi, Menelusuri “Jalan Sunyi” Bersama Kuda Pustaka

ridwan Sururi bersama anak-anak SD

Pertama berjumpa dengan Beliau pada tanggal 11 Oktober 2017 lalu saat mengisi salah satu kelas interaktif Regional Peer Learning Meeting 2017 yang diselenggarakan oleh Perpuseru di Hotel Santika Premiere, Harapan Indah Bekasi. Kesan pertama melihat sosok Ridwan Sururi begitu nyentrik dengan pakaian ala koboi-nya. Dalam batin saya saat itu, bapak ini pasti “nakal”.

Sesi perkenalan yang ditunggu-tunggupun akhirnya tiba. Pria 41 tahun ini membuka percakapannya dengan mengenalkan diri sebagai tukang kuda di kampunya Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Tak hanya merawat kuda, bagi penulis sendiri, ia juga telah merawat pikiran anak-anak disekitar desanya dengan aktivitas perpustakaan keliling Kuda Pustaka miliknya.

Kuda Pustaka mulai dirintis sejak tahun 2014 silam. Awal berdirinya ia hanya berkonsultasi dengan kawan-kawan yang ada di Jakarta yang juga para pecinta kuda. Merasa mendapat dukungan berupa buku-buku sumbangan, ide membuat perpustakaan keliling dengan menggunakan kuda akhirnya terealisasi.

Portrait Ridwan Sururi dan Luna (kuda poni). Foto Firmansyah Anank
Portrait Ridwan Sururi dan Luna (kuda poni)/Foto Firmansyah Anank

“Dulu saat mencari buku saya tidak kenal dengan orang-orang dari perpustakaan, tapi kebanyakan buku awalnya saya dapatkan dari teman-teman komunitas pecinta kuda. Kemudian setelah dikenal melalui media sosial semakin banyak buku yang berdatangan” katanya saat menceritakan kisah berdirinya Kuda Pustaka.

Bersama anaknya Indriani Fatmawati, 10 tahun, dan Luna (sebutan untuk kuda mungil asli Sumbawa) mereka mengangkut dua kotak penuh buku yang dibawanya keliling ke desa-desa untuk dipinjamkan pada anak-anak.

“Satu hal yang paling lucu saat itu ketika ditanya oleh anak-anak, siapa nama kuda ini? Secara spontan saya jawab Luna, karena dalam pikiran saya saat itu yang ada hanya nama Luna Maya yang sedang terjerat kasus sama Ariel” cerita Ridwan disambut gelak tawa.

Setidaknya Ridwan Sururi bersama kuda kesayangannya selalu berkunjung secara rutin di tiga tempat, yaitu di Sekolah Dasar dan dua Taman Pendidikan Al-quran (TPQ). Di tiga tempat inilah buku-buku selalu diserbu oleh anak-anak maupun ibu-ibu yang seolah haus akan ilmu pengetahuan. Memang, minimnya budaya baca di desanya menjadi salah satu alasan kenapa ia harus bergerak di jalan sunyi ini.

Meski hanya lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia tetap bergairah menjalani aktivitas ini. Baginya, bisa berbagi ilmu pengetahuan merupakan salah satu bentuk ibadah untuk bekal menuju akhirat nanti.

Undangan Presiden Jokowi di Istana Negara
Ridwan Sururi menghadiri undangan Presiden Jokowi di Istana Negara

“Ada banyak cara untuk beribadah untuk mendapatkan pahala, ya salah satunya dengan mendirikan Kuda Pustaka ini” ujar dia.

Memang untuk berkeliling ke kampung-kampung, Ridwan Sururi hanya bermodal semangat berbagi kepada sesama, tak ada gaji tak ada komisi. Meski demikian ia yakin, Tuhan tak akan tinggal diam dengan apa yang telah dilakukannya.

“Pada awalnya istri saya juga sempat khawatir dengan masa depan keluarga, namun setelah dibicarakan dengan baik, akhirnya mendukung sepenuhnya kegiatan saya ini” katanya.

Dari sekian tahun perjalanan Kuda Pustaka mengabdi pada lingkungannya, akhirnya Presiden Jokowi mengundang Sururi bersama 36 pustakawan dari seluruh Indonesia untuh hadir di Istana Merdeka, Selasa, (2/5) lalu. Undangan tersebut wujud penghargaan presiden atas pengorbanan dan pengabdian 36 pustakawan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ridwan Sururi mengaku terharu sekaligus senang atas undangan Presiden Jokowi. “Undangan ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya. Sebab sebagai tukang pencari rumput, saya bisa menghadap bapak presiden,” katanya.



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*