Cara Rekaman Lagu, dari Guide Musik hingga Mixing dan Mastering

Seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini membuat rekaman lagu yang bisa dinikmati bukan hal yang sulit lagi sebagaimana beberapa dekade yang lalu.

Jika ada masa lalu, ingin produksi satu lagu saja musti melibatkan biaya yang tinggi untuk menyewa studio.

Namun, sekarang ini, dengan peralatan yang lebih terjangkau, para musisi dapat memproduksi lagu mereka sendiri dengan biaya yang lebih rendah.

Dengan semakin banyaknya software audio seperdti DAW, memungkinkan para musisi untuk produksi lagu di rumahnya sendiri. Bahkan beberapa orang bisa merekam di kamar tidurnya.

Baca juga : Bikin Studio Rekaman di Rumah, Cara Musisi Cari Cuan dari Hobi

Terlepas di mana seseorang merekam lagu, namun secara umum urutan perekaman sebenarnya hampir sama.

Utamanya ketika mereka akan melakukan rekaman multitrack. Di mana masing-masing instrumen akan direkam secara terpisah dan digabungkan kemudian dalam proses mixing.

Berikut adalah urutan umum yang sering musisi gunakan dalam proses perekaman:

1. Rekaman Guide

Mendirikan Label Rekaman

Beberapa orang yang sudah profesional, untuk panduan biasanya mereka hanya butuh metronome saja.

Namun jika para musisi yang terlibat di proyek Anda masih awam dengan penggunaan metronome sebagai guide, maka jangan lakukan dulu.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk merekam lagu adalah dengan merekam panduan atau guide track dahulu sebelum merekam instrumen dan vokal utama.

Guide track adalah panduan berupa lagu dummy yang biasanya hanya menggunakan vokal+gitar.

Dalam perekaman, lagu dummy tersebut telah disesuaikan dengan ketukan metronome sehingga menghasilkan tempo dan timing yang konsisten untuk keseluruhan lagu.

Fungsi utama guide track ini adalah membantu musisi agar tetap berada pada tempo dan durasi waktu yang tepat sehingga keseluruhan elemen rekaman bisa singkron dan lebih baik.

Dengan adanya Guide track, ini mempermudah musisi dalam memahami struktur lagu, termasuk bagian intro, verse, chorus, bridge, dan lainnya.

Hasil dari rekaman guide track ini tidak akan masuk dalam rekaman hasil akhir, tetapi penggunaannya hanya sebagai panduan sementara pada saat proses perekaman.

Selanjutnya, setelah instrumen dan vokal utama Anda rekam, maka guide track bisa Anda hapus dan Anda ganti dengan hasil rekaman yang sebenarnya.

2. Rekaman Rhythm

Instrumen ritmis ini bisa berupa kendang, drum

Proses awal rekaman lagu yang sebenarnya ada di tahap ini, yaitu merekam instrumen ritmis.

Instrumen ritmis ini bisa berupa kendang, drum, dan juga bass.

Perekaman pada instrumen ritmis ini berguna untuk membangun fondasi ritme lagu dan struktur lagu dengan tepat.

Drum atau kendang memberikan dasar ritmis dan memberikan pengaturan tempo yang konsisten, sedangkan bass berguna untuk mengunci harmoni dasar yang stabil.

Merekam Rhythm Section di tahap awal memungkinkan musisi lain untuk bermain dan menyanyi sesuai dengan ritme dan groove pada drum dan bass.

Ini membantu dalam sinkronisasi dan koordinasi keseluruhan rekaman, sehingga semua elemen musik dapat berinteraksi dengan baik.

Rhythm Section sering kali berperan dalam membangun groove yang solid dalam lagu.

Dengan merekamnya di tahap awal, musisi dapat fokus pada permainan bersama dan menciptakan energi serta feel dalam lagu.

Hal ini memastikan bahwa groove menjadi dasar yang kuat bagi elemen musik lainnya.

Merekam Rhythm Section di tahap awal perekaman adalah pendekatan yang bisa Anda gunakan sebagai fondasi yang kuat dalam rekaman.

3. Rekaman Harmonic

Proses awal rekaman lagu

Setelah merekam instrumen ritmis, selanjutnya baru masuk pada proses perekaman Harmonic Instruments misalnya gitar dan keyboard/piano.

Pada proses rekaman instrumen harmonis, musisi harus dapat menyesuaikan dan berinteraksi dengan drum dan bass yang sudah ada.

Fungsi instrumen harmonis ini adalah untuk menciptakan interaksi yang lebih dinamis dan mendukung groove yang telah terbentuk.

Hal ini agar terjadi keselarasan antara instrumen ritmis dan harmonis, menciptakan keseimbangan dan koherensi dalam rekaman.

Dengan Rhythm Section yang sudah ada, musisi yang merekam Harmonic Instruments memiliki ruang yang lebih besar untuk improvisasi dan mengekspresikan kreativitas mereka.

Mereka dapat berinteraksi dengan groove yang ada, menambahkan riff, fill, atau melodi yang menarik, dan menyesuaikan permainan mereka sesuai dengan dinamika lagu.

4. Rekaman Melodis

melodis atau Lead Instruments, seperti gitar

Merekam melodis atau Lead Instruments, seperti gitar solo, saxophone, vokal atau instrumen solo lainnya, bisa Anda lakukan setelah merekam instrumen harmonis.

Instrumen melodis sering kali menjadi titik fokus dalam lagu.

Merekam Instrumen melodis bisa berfungsi untuk membangun karakteristik yang unik dan menonjol sehingga dapat menarik perhatian pendengar.

Pada umumnya sesi ini bisa menciptakan nuansa dan memberi emosi sehingga akan memperkaya lagu.

Instrumen melodi membantu menciptakan variasi dan dinamika dalam lagu, ia dapat memunculkan kontras dari bagian lain dalam lagu, seperti vokal atau bagian harmonis.

Memasukkan Instrumen melodi dalam lagu juga akan memberikan kesempatan bagi musisi untuk mengekspresikan diri mereka secara kreatif.

Hal tersebut akan lebih memungkinkan bagi musisi untuk melakukan improvisasi dan penambahan elemen musikal yang unik.

Dengan merekam Instrumen melodi, musisi dapat memperlihatkan keahlian teknis dalam memainkan instrumen mereka, menampilkan keunggulan teknik bermain musik, dan menunjukkan bakat musikal.

Instrumen melodi sering digunakan dalam bagian chorus atau bridge untuk memunculkan intensitas atau perubahan dalam lagu.

Baca juga: Cara Menjadi Penyanyi Terkenal di Era Digital, Siap-siap Meroket

5. Rekaman Lapisan dan Sentuhan Akhir

lapisan suara berupa pad atau synthesizer

Jika perlu, Anda juga bisa menambahkan lapisan suara berupa pad atau synthesizer untuk memberikan dimensi tambahan pada musik.

Atau bisa juga Anda menambahkan alat musik lain seperti perkusi, brass, string, efek atau instrumen lainnya yang memperkaya dan mengisi ruang suara.

Rekaman ini membantu menciptakan dimensi, kedalaman lagu, warna dan tekstur yang berbeda.

Tambahan dan lapisan suara dapat memberikan nuansa dan atmosfer khusus pada lagu.

Ini dapat menciptakan suasana emosional yang Anda inginkan, seperti kesan ruang terbuka, kehadiran alam, atau elemen elektronik yang menarik.

Tambahan dan lapisan dapat memberikan sentuhan artistik yang memperkaya pengalaman pendengar.

Tambahan dan lapisan suara dapat ANda gunakan untuk menciptakan transisi yang halus antara bagian-bagian lagu.

Selanjutnya ini dapat berfungsi sebagai penghubung yang mengisi celah antara verse dan chorus, atau memperkuat transisi antara bagian-bagian lain dalam lagu.

Ini membantu menciptakan aliran yang lancar dan kohesif.

7 Editing

Digital Audio Workstation (DAW)

Setelah semua materi musik terekam dengan baik, langkah selanjutnya adala proses editing rekaman.

Dalam editing, ini memungkinkan Anda untuk melakukan penghapusan atau penyesuaian bagian rekaman.

Misalnya kesalahan ringan saat bermain, ketukan yang tidak sempurna, atau noise.

Dengan menghapus atau memperbaiki ketidaksempurnaan tersebut, rekaman menjadi lebih berkualitas dan profesional.

Dalam beberapa kasus, rekaman mungkin memiliki masalah dengan timing atau ritme.

Editing memungkinkan penyesuaian dan pengaturan ulang ketukan atau frase musik yang tidak sejalan dengan tempo atau ritme.

Anda dapat memotong dan mengatur bagian-bagian rekaman untuk membangun intro, verse, chorus, bridge, dan bagian lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Hal ini membantu menciptakan kesinambungan dan alur yang lebih lancar dalam lagu.

Dengan editing, Anda dapat mengatur dan menyeimbangkan level suara instrumen atau vokal agar berada dalam keseimbangan yang baik.

Editing membantu menciptakan keselarasan dan kualitas suara yang konsisten.

Editing memungkinkan pembersihan, penyesuaian, dan peningkatan kualitas rekaman secara keseluruhan.

Dengan menghapus noise, penyesuaian timing, atau penyesuaian level suara, rekaman menjadi lebih jernih, seimbang, dan profesional.

Editing membantu mencapai hasil yang berkualitas tinggi dalam produksi musik.

Meskipun editing adalah proses penting dalam rekaman, penting juga untuk mempertahankan keaslian dan kebermainan musisi yang direkam.

Editing harus dilakukan dengan hati-hati dan sensitif terhadap visi artistik dan keinginan musisi untuk mempertahankan esensi dan karakter rekaman tersebut.

8. Mixing

mixing adalah menggabungkan semua elemen audio

Fungsi utama mixing adalah menggabungkan semua elemen audio dalam lagu menjadi sebuah kesatuan yang harmonis.

Di dalamnya termasuk menyeimbangkan level suara instrumen, vokal, dan elemen lainnya sehingga tidak ada yang mendominasi atau terlalu teredam.

Mixing memungkinkan penciptaan dimensi dan ruang stereo dalam produksi musik.

Dengan memanipulasi panning (posisi suara di ruang stereo), pengaturan level, dan efek reverb, mixing memberikan kedalaman, lebar, dan kedalaman pada rekaman.

Ini menciptakan ruang suara yang memadai dan mempengaruhi persepsi pendengar.

Proses mixing juga dapat membantu dalam menentukan fokus pada elemen musik yang penting dalam lagu.

Misalnya, vokal utama biasanya ditempatkan di pusat perhatian, sedangkan elemen lainnya ditempatkan dengan baik di sekitarnya.

Mixing memastikan elemen yang penting terdengar dengan jelas dan menonjol dengan baik dalam produksi musik.

Selain itu, pada proses ini Anda bisa melakukan penyesuaian EQ (equalization) untuk mengatur karakteristik frekuensi dari setiap elemen suara.

Misalnya penyesuaian level frekuensi rendah/low (bass), frekuensi tinggi/high (treble), dan frekuensi tengah/mid untuk mencapai keseimbangan frekuensi yang optimal.

Penyesuaian EQ membantu mencapai kejelasan, kejernihan, dan keselarasan dalam suara.

Anda juga bisa menerapkan efek suara seperti reverb, delay, chorus, kompresi, dan lainnya.

Ini bisa membantu menciptakan suasana, tekstur, dan karakteristik yang diinginkan dalam produksi musik.

Pengolahan suara dapat memberikan kesan artistik, mengubah timbre, atau meningkatkan dinamika suara.

Dalam proses ini Anda juga bisa melakukan pengaturan level dan loudness agar rekaman memiliki tingkat yang sesuai dan konsisten.

Misalnya untuk pengaturan level suara secara keseluruhan dan penerapan teknik mastering dasar untuk memastikan rekaman siap untuk didengarkan.

Mixing adalah tahap kritis dalam produksi musik yang mempengaruhi kualitas akhir dan pengalaman pendengar.

Dengan melakukan mixing yang baik, lagu menjadi seimbang, jelas, dan memiliki daya tarik sonik yang kuat.

9. Mastering

Mastering membantu meningkatkan kualitas suara

Mastering membantu meningkatkan kualitas suara keseluruhan rekaman.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam proses ini misalnya penyesuaian dan perbaikan terhadap  keseimbangan frekuensi, kejelasan, kedalaman, dan keselarasan suara.

Mastering juga dapat mengurangi noise yang tidak diinginkan atau menghilangkan cacat kecil untuk mencapai suara yang optimal.

Di tahap ini Anda juga bisa mengoptimalkan level dan pengaturan loudness rekaman agar sesuai dengan standar industri dan platform distribusi.

MIsalnya penyesuaian volume secara keseluruhan, pengaturan headroom yang tepat, dan penerapan teknik kompresi, limitasi, atau penyesuaian dinamika lainnya untuk mencapai kualitas suara yang terbaik.

Dalam konteks album, mastering membantu menciptakan kesinambungan dan keselarasan antara lagu-lagu yang ada.

Ini termasuk dalam penyesuaian transisi, penyesuaian tempo atau karakteristik dinamika antar lagu, dan sequencing yang tepat untuk menciptakan pengalaman mendengarkan yang mulus dan mengalir.

Mastering bisa menjadi proses akhir dari rekaman.

Di proses ini Anda bisa melakukan pemeriksaan akurasi format file, penerapan metadata, dan pengecekan kualitas suara.

Ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kecacatan atau masalah teknis, dan mempersiapkan hasil rekaman dalam format dan kualitas yang sesuai untuk distribusi dan publikasi.

Baca juga : Industri Musik: 17 Contoh Bisnis Kreatif yang Bisa Kamu Coba

***

Selama proses perekaman, penting untuk terus mendengarkan dan mengevaluasi bagaimana setiap elemen saling berinteraksi.

Jika ada revisi atau penyesuaian yang perlu dilakukan, Anda dapat kembali merekam atau mengedit bagian-bagian yang diperlukan.

Fleksibilitas dan eksperimen adalah kunci untuk mencapai suara dan pengaturan yang sesuai dengan visi musik Anda.

Baca juga : 9 Alat Studio Rekaman yang Wajib Ada dalam Home Recording

Sumber gambar: pixabay.com