Penyebab Bayi Kuning dan Cara Mengatasinya

Beberapa bayi lahir kebanyakan mengalami kuning atau disebut  bayi kuning. Baik anak yang lahir normal maupun yang prematur. Anak yang lahir cukup bulan sekitar 50-60% mengalami kuning, sedang yang kurang bulan sekitar 75-80% mengalami kuning. Bayi kuning berkaitan dengan tingginya kadar bilirubin terkandung dalam tubuh. Berikut beberapa tandanya :

Dikutip dari laman ayahbunda.com pada anak yang baru lahir, fungsi organ hatinya masih belum matang, sehingga proses perubahan bilirubin itu menjadi lambat. Akibatnya, bilirubin indirek akan menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh. Inilah yang kemudian menyebabkan kulit, mata, dan selaput lendir bayi tampak kuning.

Berikut beberapa tandanya:

  • Warna kuning muncul pada kulit dan mata setelah 2×24 jam kelahiran
  • Derajat bilirubin sekitar 10 mg%
  • Jika bayi mendapat susu formula, warna kuning akan mencapai puncaknya yakni sekitar 6-8mg% pada hari ketiga.
  • Jika bayi diberikan ASI, kadar bilirubin puncak dapat mencapai 7-14 mg%.
  • Bayi tetap aktif menangis dan kuat menyusu.
  • Urin bayi tidak berwarna kuning tua atau cokelat.

Penyebab :

  • Bayi yang baru lahir masih dalam tahap yang selalu tumbuh. Organ-organ tubuhnya belum sempurna, termasuk hati. Hal itulah yang menyebabkan fungsi hati belum berjalan dengan baik yang mengakibatkan penumpukan bilirubin.
  • Bayi mengalami kekurangan cairan.
  • Bayi mengalami memar ketika proses lahir. Tubuh akan bekerja untuk menghancurka darah membeku yang terjadi pada memar. Kerja tubuh tersebut akan meingkatkan produksi bilirubin yang mengakibatkan bayi kuning.
  • Adanya ketidakcocokan antara darah ibu dan bayi mengakibatkan penyakit hemolitik. Akibatnya ibu akan membentuk antibodi yang justru menyerang sel darah merah bayi. Sel darah merah yang terserang akan terpecah dan menghasilakan bilirubin.
  • Bayi yang kekurangan enzim G6PD juga mengalami peningkatan produksi bilirubin. Kelainan enzim G6PD merupakan kelainan bawaan.

Bagaimana menyembuhkannya?

Perlu ada observasi. Kadar bilirubin perlu diperiksa untuk menentukan penanganan yang tepat. Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi, bayi tidak membutuhkan terapi khusus. Cukup dirawat dirumah dengan beberapa tindakan. Berikut cara mengatasinya;

  • Cairan, cairan, cairan

Bayi membutuhkan banyak cairan. Berikan ASI pada bayi sesering mungkin. Jangan berikan air putih untuk bayi dibawah 6 bulan karena akan memperberat kerja ginjal bayi.

Cairan yang cukup dalam tubuh bayi akan membantu mengeluarkan kelebihan bilirubin melalui air seni dan feses. Untuk mengetahui bayi cukup caiaran, anda bisa melihat frekuensi buang air kecil pada bayi. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif akan buang air kecil lebih dari 6 kali sehari.

  • Jemur

Bila kadar biliribun memang tidak terlalu tinggi, anda bisa menjemur bayi selama 10 menit pada pukul 06.00-07.00 WIB. Panas matahari akan membantu memecah bilirubin bayi kuning sehingga kadar bilirubin bisa normal.

Baca juga : Panduan Menyusui Bayi Baru Lahir / New Born

Tinggalkan komentar