Mise En Scene Dalam Produksi Sebuah Film

oleh
Mise En Scene Film

Mise en scene berasal dari bahasa prancis ( dibaca: mis ong sen), berarti meletakkan satu subjek dalam adegan.

Jika diaplikasikan dalam film, Mise en scene mengacu pada segala aspek visual yang muncul pada film, seperti setting, aktor, latar, kostum, pencahayaan dan lain sebagainya.

Mise en scène pertama kali dipopulerkan oleh para kritikus Perancis yang berkecimpung di dunia teater pada tahun 1950an (Roberts & Wallis, 2001).

Secara sederhana mise en scène dapat diartikan sebagai tindakan menempatkan beberapa hal kedalam kerangka film, seperti mengatur objek yang akan difilmkan atau mengatur posisi kamera (Turner, 2006).

Mengerjakan berbagai aspek visual secara matang dalam film dapat berfungsi untuk membantu mengekspresikan visi film.

Mampu menghasilkan rasa ruang dan waktu, pengaturan susana hati, dan menggambarkan karakter film tersebut.

Mise en scene bersama teknik sinematografi dan editing akan sangat berpengaruh terhadap efek dramatisasi film pada penonton.

Mise en scene juga mempengaruhi penonton untuk tetap duduk mengetahui perkembangan seluruh adegan, atau justru meninggalkan film saat diputar.

Orang yang berperan penting membantu sutradara dalam hal ini adalah desainer produksi.

Desainer produksi memiliki tanggungjawab besar terhadap tampilan umum dari film.

Oleh karena itu keduanya harus bisa saling bekerjasama menyempurnakan berbagai aspek Mise en scene.

Adapun aspek-aspek dalam Mise en Scene diantaranya :

Desain Latar (Setting)

Mise En Scene - tempat atau lokasi dimana suatu adegan dimainkan
Seiring berkembangnya teknologi, tempat atau lokasi dimana suatu adegan dimainkan bisa dibuat dengan teknologi digital

Latar (setting) merupakan tempat atau lokasi dimana suatu adegan dimainkan.

Kemampuan mengatur setting menjadi satu elemen penting dalam Mise En Scene agar film dapat terlihat nyata.

Hal ini barguna untuk memperkuat emosi karakter, mampu menggambarkan makna sosial, psikologis, emosional, ekonomi dan budaya dalam film.

Desain latar membantu menciptakan atmosfer dan suasana yang sesuai dengan cerita film.

Desain latar yang tepat dapat mengubah penonton ke dunia yang diceritakan dalam film, baik itu setting masa lalu, masa depan, tempat fiksi, atau lingkungan nyata.

Melalui elemen visual seperti dekorasi, pencahayaan, warna, tekstur, dan detail lainnya, desain latar dapat membangun suasana yang mendukung cerita dan mempengaruhi emosi penonton.

Desain latar dapat membantu mengembangkan karakter dalam film.

Melalui pengaturan visual yang sesuai, misalnya, lingkungan fisik karakter dapat memberikan wawasan tentang kepribadian, status sosial, atau latar belakang karakter.

Selain itu, desain latar juga dapat membantu memperkuat plot dan membantu perkembangan cerita.

Pengaturan latar yang dipilih dengan cermat dapat menyajikan petunjuk visual yang relevan, menyembunyikan atau mengungkapkan informasi, atau menciptakan kontras yang dramatis.

Desain latar yang realistis dan detail dapat meningkatkan imersi penonton ke dalam dunia film.

Set yang dibangun dengan baik, lokasi yang dipilih dengan cermat, dan properti yang tepat dapat menciptakan keaslian yang diperlukan untuk membuat penonton terlibat sepenuhnya dalam cerita.

Semakin meyakinkan desain latar, semakin kuat pengalaman imersi penonton.

Desain latar dapat membantu menciptakan identitas visual yang unik dan mengingatkan penonton tentang film tertentu.

Ini juga dapat membantu memperkuat merek produksi film dan memberikan daya tarik yang konsisten untuk film-film berikutnya.

Salah satu keputusan terpenting yang dibuat oleh desainer produksi dan sutradara adalah memutuskan latar.

Apakah latar tersebut pengambilan gambar akan dilakukan di lokasi nyata (Shot on Location), membuat studio indoor/outdoor atau menggunakan manipulasi digital seperti animasi.

Pencahayaan

Mise En Scene - Pencahayaan yang tepat akan sangat membantu membangun suasana dalam setiap adegan
Pencahayaan yang tepat akan sangat membantu membangun suasana dalam setiap adegan

Membuat film bisa diibaratkan melukis dengan cahaya, untuk itu pencahayaan menjadi faktor penting dalam Mise En Scene produksi film.

Intensitas, arah, dan kualitas pencahayaan dapat menunjukkan waktu, tekstur, bentuk, jarak, dan suasana sehingga mampu mempengaruhi pemahaman audiens terhadap film yang dibuat.

Pencahayaan yang tepat dapat membantu menciptakan atmosfer yang sesuai dengan cerita film.

Dengan mengatur intensitas, arah, dan jenis pencahayaan yang digunakan, sinematografer dapat mengubah suasana dan emosi dalam adegan tertentu.

Pencahayaan yang lembut dan redup dapat menciptakan suasana romantis atau sentimental, sedangkan pencahayaan yang tajam dan kontras dapat memberikan efek dramatis atau misterius.

Pencahayaan yang baik membantu menyoroti fokus visual dan mengarahkan perhatian penonton pada objek atau karakter yang penting dalam adegan.

Melalui penggunaan pencahayaan yang cerdas, sinematografer dapat mengatur sorotan, bayangan, dan sorotan pada area tertentu dalam bingkai untuk mempengaruhi perhatian penonton dan membantu mengarahkan alur cerita.

Pencahayaan yang tepat dapat memberikan dimensi dan kedalaman visual pada gambar.

Dengan menggunakan teknik seperti pencahayaan tiga poin (three-point lighting) yang melibatkan penggunaan sorotan utama, sorotan fill, dan sorotan back, sinematografer dapat memberikan tampilan tiga dimensi pada objek atau karakter dalam adegan.

Hal ini membantu menciptakan ruang yang lebih realistis dan memberikan kedalaman visual pada gambar.

Pencahayaan dapat menjadi alat yang kuat dalam membantu menceritakan cerita dalam produksi film.

Pencahayaan yang berubah-ubah selama adegan dapat menandai perubahan suasana, peralihan waktu, atau perkembangan emosi karakter.

Selain itu, penggunaan kontras cahaya dan bayangan dapat menciptakan ketegangan visual yang sesuai dengan narasi cerita.

Pencahayaan yang dipilih dengan baik dapat memberikan estetika visual yang menarik dalam produksi film.

Untuk alasan ini, pencahayaan harus benar-benar direncanakan terlebih dahulu untuk memastikan efek yang diinginkan pada penonton.

Baca Juga : Teknik Pencahayaan Fotografi, Tips dan Trik Praktis

Ruang

 Kesan kedekatan dan kedalaman ruang bisa diciptakan dengan menggunakan lensa
Kesan kedekatan dan kedalaman ruang bisa diciptakan dengan menggunakan lensa

Kedalaman, kedekatan, ukuran dan proporsi dari tempat-tempat dan benda-benda dalam sebuah film dapat mempengaruhi pembacaan film.

Representasi ruang membantu membangun setting dan lokasi di mana cerita film berlangsung.

Melalui penggunaan desain set yang detail, lokasi yang tepat, dan pengaturan properti yang akurat, sinematografer dan desainer produksi menciptakan ruang yang mewakili waktu, tempat, dan lingkungan dalam cerita.

Ini membantu penonton untuk lebih terlibat dalam alur cerita dan menciptakan keaslian visual.

Representasi ruang yang baik dapat meningkatkan imersi penonton ke dalam dunia film.

Dengan menggunakan desain set yang konsisten dan akurat, sinematografer membantu menciptakan perasaan keaslian dan realisme yang diperlukan untuk membangun ikatan emosional antara penonton dan cerita yang sedang diceritakan.

Penonton merasa seolah-olah mereka berada di dalam ruang yang diwakili dan lebih terhubung dengan karakter dan narasi film.

Representasi ruang dapat digunakan untuk menciptakan kontras visual yang kuat dalam produksi film.

Melalui pengaturan ruang yang berbeda, sinematografer dapat mengekspresikan perbedaan antara karakter atau situasi.

Misalnya, menggunakan ruang sempit dan gelap untuk menggambarkan perasaan terkurung atau menghadirkan ruang yang luas dan terang untuk menciptakan perasaan kebebasan.

Kontras visual ini memberikan dimensi emosional yang lebih dalam pada cerita film.

Representasi ruang dapat membantu penceritaan dan alur cerita dalam produksi film.

Pemilihan ruang yang tepat dapat memberikan petunjuk visual atau sembunyikan informasi penting dalam cerita.

Ruang yang dipilih dengan cermat dapat memberikan penekanan pada adegan penting, menggambarkan perubahan emosional karakter, atau memberikan petunjuk tentang alur cerita yang sedang berkembang.

Representasi ruang juga dapat digunakan untuk menyampaikan simbolisme dan metafora dalam produksi film.

Melalui pengaturan ruang yang kreatif, sinematografer dan desainer produksi dapat menyampaikan pesan yang lebih mendalam dan emosional.

Representasi ruang dapat dimanipulasi melalui penempatan kamera dan penggunaan lensa.

baca juga : 14 Tipe Shot Dalam Pengambilan Gambar Film

Komposisi

 Salah satu contoh komposisi asimetris yang memberi kesan lebih artistik
Salah satu contoh komposisi a-simetris yang memberi kesan lebih artistik

Pengaturan komposisi objek, pelaku pada ruang di dalam frame film juga tidak kalah penting.

Penggunaan komposisi simetris maupun a-simetris yang tepat akan memberi kesan yang artistik pada tiap shot.

Pengaturan komposisi dapat mengacu pada intensitas cahaya, gerakan, warna, dan benda-benda dalam frame pengambilan gambar.

Komposisi yang baik membantu memandu perhatian penonton ke area yang paling penting dalam bingkai.

Melalui pengaturan objek, penggunaan garis, dan penempatan visual, sinematografer dapat menarik perhatian penonton pada karakter, objek, atau elemen cerita yang penting dalam adegan.

Ini membantu memperkuat narasi dan memastikan penonton fokus pada apa yang seharusnya dilihat dalam adegan.

Komposisi yang baik menciptakan keseimbangan dan harmoni visual dalam bingkai.

Pengaturan properti, penempatan karakter, dan penggunaan ruang negatif dengan bijaksana dapat menghasilkan tampilan yang estetis dan menarik.

Keseimbangan yang tepat antara elemen-elemen visual membantu menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi mata penonton dan meningkatkan kualitas visual film secara keseluruhan.

Komposisi yang tepat dapat meningkatkan pemahaman penonton tentang cerita dan karakter.

Melalui pengaturan visual yang cerdas, sinematografer dapat menggambarkan hubungan antar karakter, dinamika emosional, dan makna yang lebih dalam dalam adegan.

Komposisi yang benar-benar dipikirkan dapat membantu menyampaikan pesan dan emosi dengan lebih kuat kepada penonton.

Komposisi yang kreatif dan inovatif dapat menciptakan efek visual yang kuat dalam produksi film.

Penggunaan sudut kamera yang unik, perspektif yang tidak biasa, atau simetri yang menarik dapat memberikan daya tarik visual yang lebih besar.

Komposisi dapat digunakan sebagai alat untuk mengomunikasikan tema, pesan, dan ide dalam produksi film.

Komposisi yang berani dan berbeda dapat memberikan kesan yang tak terlupakan pada penonton dan menciptakan pengalaman sinematik yang lebih menarik.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

Makeup & Kostum

Makeup dan kostum dapat memperkuat karakter setiap tokoh dalam adegan
Makeup dan kostum dapat memperkuat karakter setiap tokoh dalam adegan film

Kostum merupakan sesuatu yang mengacu pada penggunaan pakaian pada tiap karakter.

Sebagai salah satu aspek dalam Mise En Scene, pertimbangan penggunaan warna atau desain tertentu pada kostum akan turut membantu dalam membentuk karakter setiap tokoh yang diperankan.

Mereka membantu menciptakan penampilan fisik karakter yang sesuai dengan kepribadian, latar belakang, atau periode waktu tertentu.

Desain makeup dan kostum yang tepat dapat memberikan informasi visual yang kuat tentang karakter, meningkatkan pemahaman penonton, dan membantu aktor menghidupkan karakter yang mereka perankan.

Gaya makeup akan terkait erat dengan kostum, karena mengungkapkan ciri-ciri karakter dan perubahan dalam karakter dapat dibentuk oleh keduanya.

Makeup dan Kostum bisa menjadi satu simbol terhadap sebuah zaman, negara, status sosial, ekonomi, budaya, pendidikan maupun ideologi tertentu.

Desain kostum yang akurat dan makeup yang sesuai dengan periode waktu tertentu dapat memberikan suasana autentik dan meningkatkan kredibilitas visual film.

Hal ini membantu penonton merasakan keterkaitan dengan waktu dan tempat yang ditampilkan dalam cerita.

Makeup dan kostum membantu meningkatkan imersi penonton ke dalam dunia film.

Melalui perhatian terhadap detail dan kualitas riasan serta kostum, penonton dapat lebih terlibat dan terhubung dengan karakter dan cerita yang sedang diceritakan.

Makeup dan kostum yang realistis dan berkualitas membantu menciptakan perasaan keaslian yang diperlukan untuk menciptakan pengalaman sinematik yang kuat.

Makeup dan kostum dapat digunakan untuk mengungkapkan emosi dan melakukan transformasi karakter dalam film.

Riasan yang dramatis atau kostum yang ekspresif dapat membantu menyoroti perubahan emosional yang dialami oleh karakter selama cerita berlangsung.

Transformasi fisik melalui makeup dan kostum juga dapat membantu penonton memahami perjalanan karakter dan memberikan efek yang lebih kuat pada cerita.

Karakter-karakter ikonik atau kostum yang mencolok dapat membedakan film dan memberikan kesan yang tak terlupakan pada penonton.

Baca juga : Makeup dan Key Hair Stylist aktris film

Akting

Mise En Scene - Mampu menjiwai setiap peran dan adegan menjadi salah satu kunci sukses akting film
Mampu menjiwai setiap peran dan adegan menjadi salah satu kunci sukses akting film

Akting berasal dari kata to Act (beraksi). Itulah sebabnya sutradara sering memberi aba-aba “ACTION..!” pada saat aktor diminta untuk ber-aksi.

Dalam bahasa Indonesia akting diterjemahkan menjadi peran (berperan/ memerankan) atau memeragakan terhadap satu tokoh.

Akting dalam media film tentu berbeda dengan akting dalam media panggung.

Dengan alat bantu kamera, seorang aktor bisa berperan lebih natural karena tidak membutuhkan gestur yang berlebihan jika dibandingan ketika beraktiing di panggung.

Melalui akting, aktor membantu mengkomunikasikan cerita dan pesan yang ingin disampaikan dalam film.

Mereka adalah alat utama untuk menerjemahkan naskah dan mengungkapkan tujuan narasi.

Dengan menggunakan teknik akting yang tepat, aktor dapat menghantarkan dialog, menyampaikan makna dalam adegan, dan menjalankan peran mereka dengan autentikitas yang memengaruhi penonton.

Akting memungkinkan aktor untuk mentransfer emosi dan pengalaman ke penonton.

Dengan memainkan peran dan menggali emosi yang tepat, aktor dapat membuat penonton merasakan berbagai emosi seperti sukacita, sedih, ketakutan, atau kegembiraan.

Mereka menjadi jembatan emosional antara karakter dan penonton, mempengaruhi penonton secara langsung melalui ekspresi, intonasi suara, dan gerakan tubuh.

Melalui akting, aktor membawa karakter-karakter dalam film ke hidup.

Mereka menggunakan keterampilan akting mereka untuk menghidupkan karakter, memberikan dimensi emosional, dan menceritakan kisah yang meyakinkan.

Dengan interpretasi dan penghayatan yang baik, aktor dapat membuat karakter-karakter menjadi lebih relevan, menarik, dan mampu menghubungkan dengan penonton.

Akting yang kuat dapat membentuk kepercayaan dan identifikasi penonton dengan karakter dan cerita yang sedang diceritakan.

Aktor yang mampu menghadirkan performa yang meyakinkan dan autentik membuat penonton merasa terhubung dengan karakter dan melibatkan diri secara emosional dalam cerita.

Identifikasi penonton dengan karakter dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat dan memperdalam pengalaman menonton.

Akting yang baik juga dapat menjadi daya tarik dan fokus visual dalam produksi film.

Baca juga : Ini yang Harus Dikuasai Jika Ingin Jadi Aktor Film

Filmstock

Dari setiap pilihan warna yang berbeda dalam film akan memunculkan kesan yang berbeda
Dari setiap pilihan warna yang berbeda dalam film akan memunculkan kesan yang berbeda

Pilihan hitam-putih atau warna, fine-grain atau kasar dalam film akan memunculkan kesan yang berbeda. Penggunaan pilihan warna hitam-putih untuk film, ternyata tidak hanya digunakan pada film lawas saja.

Pemilihan stok film yang tepat dapat membantu menciptakan atmosfer dan nuansa yang sesuai dengan cerita yang ingin disampaikan.

Stok film dengan penanganan warna yang khusus atau karakteristik khusus dapat digunakan untuk menciptakan suasana dan emosi yang diinginkan.

Misalnya, stok film dengan kontras yang tinggi dan warna yang tajam dapat memberikan tampilan dramatis, sementara stok film dengan warna yang lebih lembut dapat memberikan tampilan yang romantis atau sentimental.

Pilihan stok film yang tepat membantu menciptakan identitas visual yang kuat dan memberikan pengaruh pada narasi cerita.

Aspek rasio

aspect-ratio-wide-x-hight
Tentukan aspek rasio film sesuai dengan media penayangannya

Aspek Rasio (Aspect Ratio) merupakan perbandingan proporsi antara lebar dan tinggi dalam film.

Ada banyak ukuran perbandingan aspek rasio, hal ini tergantung pada media rekam dan output yang digunakan.

Secara umum aspek rasio dalam media film menggunakan 16:9 (wide screen) atau 4:3 (square screen). Pemilihan aspek rasio ini juga tergantung pada saluran distribusi film yang akan diproduksi.

Aspek rasio mempengaruhi estetika dan komposisi visual dari frame dalam film.

Pemilihan aspek rasio yang tepat dapat menciptakan tampilan yang sesuai dengan visi artistik sutradara.

Misalnya, aspek rasio lebar seperti 2.35:1 (Cinemascope) memberikan tampilan sinematik yang luas dan epik, sementara aspek rasio standar seperti 1.85:1 memberikan tampilan yang lebih dekat dengan pengalaman visual sehari-hari.

Aspek rasio juga mempengaruhi penekanan pada elemen-elemen penting dalam frame.

Misalnya, dalam aspek rasio yang lebih lebar, sutradara memiliki lebih banyak ruang untuk memasukkan elemen penting atau menyajikan komposisi yang simetris.

Aspek rasio yang lebih tinggi, seperti 4:3 (standar televisi), dapat memusatkan perhatian pada objek atau karakter yang berada di tengah-tengah frame.

Pemilihan aspek rasio yang tepat membantu sutradara dalam mengarahkan perhatian penonton pada elemen yang penting dalam adegan.

Aspek rasio dapat memberikan konteks visual yang penting dalam film.

Beberapa aspek rasio, seperti 16:9 (rasio lebar standar HD), memberikan tampilan modern yang cocok dengan platform tayangan saat ini.

Aspek rasio lainnya, seperti 1.33:1 (rasio standar 35mm film) atau 4:3, dapat memberikan nuansa klasik atau retro yang mendukung cerita yang terjadi pada masa lalu.

baca juga : Aspek Rasio Dalam Produksi Film

Mise En Scene Dalam Produksi Sebuah Film menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan, agar visualisai yang akan dicapai bisa diperoleh secara maksimal. Selamat Berkarya

(berbagai sumber + https://en.wikipedia [dot] org/wiki/Mise_en_scene)

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.