Kerajinan Batik

Mengenal Bahan Pewarna Alami Batik

Bahan Pewarna Alami Batik

Dalam membuat karya batik pewarna menjadi salah satu elemen penting untuk menciptakan karya seni batik yang indah dipandang mata. Bahan pewarna alami batik manjadi salah satu pilihan untuk menghasilkan warna-warna batik klasik alami.

Meski zat pewarna alami batik semakin sulit didapatkan namun beberapa bahan-bahan ini masih bisa diperoleh di sekitar kita ataupun membelinya di pasar-pasar tradisional.

Bahan pewarna alami batik biasanya dibuat dari bahan ekstrak tumbuh-tumbuhan, mulai dari akar, batang, kulit, daun, bunga maupun buahnya.

Dari masing-masing bahan tersebut akan mampu menghasilkan warna yang beragam meski tidak selengkap jika menggunakan zat pewarna batik sintetis.

Ada puluhan hingga ratusan bahan pewarna alami batik yang bisa digunakan, namun beberapa tumbuhan yang seringkali digunakan dan masih mudah dicari diantaranya adalah :

Bahan Pewarna Alami dari Teh (Camelia sinensis),

Daun teh Camellia sinensis

Daun teh selain dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman, bagian daun yang sudah tua bisa dimanfaatkan untuk zat pewarna alami batik.

Bagian daun teh ini jika diolah akan dapat menghasilkan warna cokelat pada kain yang dibatik.

Bahan Pewarna Alami dari Alpukat (Persea),

Apukat atau Persea americana

Tanaman berbiji tunggal ini selain dapat menghasilkan buah yang banyak vitaminnya juga dapat menghasilkan bahan alami batik.

Daunnya yang cukup banyak dan mudah didapatkan ini bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan warna hijau kecoklatan pada batik.

Bahan Pewarna Alami dari Jati (Tectona Grandis L),

Daun jati bahan pewarna alami batik

Pohon Jati merupakan salah satu tanama keras yang kayunya bisa menjadi bahan terbaik pembuatan mebel ataupun bahan bangunan rumah.

Pohon Jati hingga saat ini masih sangat mudah ditemukan di desa-desa maupun di hutan.

Daunnya yang lebar dan rimbun saat musim hujan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami batik.

Daun Jati yang masih muda biasanya memiliki warna hijau kecoklatan, daun muda inilah yang dapat digunakan sebagai pewarna alami batik yang menghasilkan warna merah kecoklatan.

Bahan Pewarna Alami dari Indigo/tarum (Indigofera tinctoria),

daun tarum Indigofera tinctoria Guadeloupe

Tanaman Tarum merupakan salah satu tanaman perdu yang ada di sekitar kita.

Daun maupun ranting dari tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik yang menghasilkan warna biru.

Bahan Pewarna Alami dari Mangga (Mangitera Indica Lina),

kayu mangga sebagai bahan alamai warna batik

Pohon mangga selain dapat dimanfaatkan buahnya untuk dimakan, bagian kulit kayu pohon ini bisa digunakan untuk bahan dasar membuat pewarna batik.

Kulit kayu dan daun pohon mangga jika diolah bisa menghasilkan warna hijau pada batik alami.

Pace/Mengkudu (Morinda citrifolia),

buah mengkudu

Tanaman mengkudu hingga saat ini masih mudah dijumpai dan ditemukan karena tanaman ini merupakan tanaman obat yang bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Jika ingin membuat pewarna batik alami, akar pohon mengkudu dapat dimanfaatkan dan diolah untuk menghasilkan warna merah.

Andong (Cardyline Futicosa Backer),

Andong (Cardyline Futicosa Backer)

Andong merupakan jenis tanaman yang biasanya ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias.

Tanaman ini berasal Asia Timur dan hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.900 m di atas permukaan laut.

Andong termasuk tanaman perdu tumbuh tegak dengan tinggi mencapai 2-4 m.

Daun andong merupakan daun tunggal dengan warna hijau atau merah kecoklatan, dari daun inilah yang dapat menghasilkan warna hijau ketika diolah menjadi bahan alami batik.

Kelapa (Cocos nucifera),

pohon kelapa untuk bahan pewarna batik

Pohon kelapa merupakan salah satu pohon yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia, baik dari akar, batang, buah, daun, kulit kayu dan lain sebagainya.

Untuk pembuatan bahan batik alami, kulit luar (sabut/serabut) buah kelapa bisa dijadikan bahan pewarna.

Warna yang dihasilkan adalah krem kecoklatan.

Putri Malu (Mimosa Pudica),

putri malu untuk pewarna batik alami

Tanaman putri dapat dijumpai dimanapun juga, mulai di pinggir jalan, semak-semak belukat ataupun di kebun.

Ciri khas tanaman Putri malu adalah ketika daunnya disentuh maka ia akan menutup.

Bunga dan daun putri malu dapat digunakan sebagai pewarna alami batik yang menghasilkan warna kuning kehijau-hijauan.

Tingi (Ceriops condolleana), jambal (Pelthopherum pterocarpum) dan tegeran (Cudrania javanensis),

merupakan tiga jenis tumbuhan yang dapat dicampur menjadi satu dari kulit dan kayunya sehingga menghasilkan warna soga pada kain batik.

Secang (Caesaslpinia Sapapan Lin),

Kayu secang

Tanaman secang selain dapat digunakan sebagai minuman kesehatan, jenis tanaman keras ini dapat diambil bagian kulit kayunya untuk menghasilkan warna merah pada pembuatan pewarna batik alami.

Warna merah adalah hasil oksidasi, setelah sebelumnya dalam pencelupan berwarna kuning.

Kunyit (Curcuma domestica val),

kunyit bahan batik

Merupakan salah satu tanaman obat dan bumbu kuliner yang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna batik.

Bagian tanaman yang diambil adalah rimpang dan umbi akarnya yang dapat menghasilkan warna kuning.

Bawang Merah (Allium ascalonicium L),

bawang merah

Selain bisa dimanfaatkan sebagai bumbu masak, bawang merah yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna batik.

Bahan yang diambil adalah bagian kulit yang dapat menghasilkan warna jingga kecoklatan.

Selain terdapat bahan alami, dalam pembuatan batik juga terdapat bahan sintetis/kimia dalam pembuatannya.

Baca juga : Batik Tulis, Proses dan Teknik Membuatnya

1 Comment

1 Comment

  1. Dodi

    21 Februari 2017 at 19:15

    cara buatnya gimana?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top