Kapan Bayi Pakai Sabun Biasa?

oleh
mandi-pakai-sabun-biasa

Mungkin anda bertanya-tanya, kapan bayi pakai sabun biasa? Ya. Biasanya bayi menggunakan sabun bayi khusus yang memang dirancang menyesuaikan kulit bayi.

Kulit bayi yang sensitif dan sangat lembut tentu tidak boleh menggunakan sabun biasa layaknya orang dewasa.

Sabun bayi dirancang untuk bayi yang berusia 0-5 tahun. Anda bisa menggunakan sabun bayi sampai ia berusia lima tahun.

Tetapi pilihan tetap ada ditangan anda. Produk yang dirancang untuk bayi didasarkan pada peneletian tentang kulit mereka.

Sabun bayi cenderung lebih lembut, tidak membuat iritasi kulit dan tidak menyerap kedalam pori-pori kulit bayi.

Selanjutnya anda bisa menggunakan yang khusus dirancang untuk anak-anak.

Sabun anak-anak diciptakan untuk mereka yang berusia 5-13 tahun dimana mereka dalam masa yang sangat aktif.

Kulit mereka masih terbilang sensitif, tetapi keaktifan mereka juga menghasilkan keringat yang lumayan berbau.

Sedangkan sabun dewasa diciptakan untuk menghilangkan bau badan yang berminyak.

Padahal bayi tidak memiliki masalah dengan bau badan sehinga tidak perlu menggunakan sabun biasa.

 Ada kalanya memandikan bayi tanpa sabun. Jika mereka mandi sehari dua kali, maka dipagi hari anda bisa memandikan mereka tanpa sabun sampai ia berusia satu tahun.

Mandi dengan sabun terlalu sering dapat membuat kulit bayi lebih kering terutama saat musim dingin.

Berendam dalam bak air berbusa juga dapat membuat kulit mereka mengalami iritasi uretra dan resiko infeksi saluran kemih, terutama pada anak perempuan.

Jika bayi anda mengalami bercak merah, kering, kulit bersisik terutama pada wajah, siku dan lutut sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Beberapa anak sangat sensitif terhadap lotion dan sabun.

Berikut adalah panduan umum mengenai penggunaannya:

  1. Mandi air biasa: Pada bulan-bulan pertama kehidupan, sebagian besar bayi hanya membutuhkan mandi dengan air biasa. Air hangat dapat membantu membersihkan kulit bayi tanpa menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit mereka. Gunakan tangan Anda untuk membersihkan lipatan kulit dan area-area yang kotor, seperti pantat, dengan lembut.
  2. Setelah beberapa bulan, ketika bayi mulai aktif dan terlibat dalam kegiatan yang lebih kotor, Anda dapat mempertimbangkan penggunaan sabun bayi yang dirancang khusus untuk kulit bayi. Pilih sabun bayi yang lembut, bebas pewangi, dan hypoallergenic untuk menghindari iritasi kulit.
  3.  Ketika memilih, baca label dengan cermat dan periksa bahan-bahan yang digunakan. Hindari sabun yang mengandung bahan kimia keras, pewangi buatan, atau pewarna yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi.
  4. Hati-hati dengan daerah sensitif: Daerah tertentu pada bayi seperti wajah, mata, dan daerah genital cenderung lebih sensitif. Gunakan yang lembut atau hanya air biasa saat membersihkan area ini. Pastikan untuk menghindari kontak langsung dengan mata bayi.
  5. Frekuensi penggunaan: Bayi tidak perlu mandi setiap hari. Mandi sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu biasanya sudah cukup. Terlalu sering mandi dapat menghilangkan minyak alami dari kulit bayi dan menyebabkan kekeringan.
  6. Ketika menggunakan sabun, gunakan jumlah yang sedikit. Setetes sabun bayi yang lembut sudah cukup untuk membersihkan tubuh bayi. Bersihkan dengan lembut dan bilas dengan air hangat.

Penting untuk dicatat bahwa setiap bayi memiliki sensitivitas kulit yang berbeda.

Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penggunaan sabun pada bayi Anda, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli kesehatan untuk rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kulit bayi Anda.

Baca juga : Tips Memilih dot dan Botol Susu yang Aman

Tentang Penulis: Anna Subekti

Gambar Gravatar
Ibu rumah tangga yang suka berbagi cerita tentang kehidupan rumah tangganya, suka curhat tentang anak-anak, suami dan kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.