Ibu dan Buah Hati

Jangan Salah, Kapankah Bayi Boleh Makan Ikan?

kapan bayi boleh makan ikan

Sejak kapan Bayi Boleh Makan Ikan? Setiap bayi memiliki kondisi yang berbada. Termasuk dalam asupan Makanan Pendamping ASI (MPASI) pertamanya.

Beberapa bayi mungkin dapat langsung menerima tekstur dan rasa MPASI yang baru ia terima. Namun adapula bayi yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi dengan tekstur dan rasa yang baru.

Selain MPASI, anda juga harus memperhatikan bahan makanan bayi.

Pada pemberian MPASI pertama, bahan makanan perlu diperhatikan dari sisi kebersihan, kehigeniesan, tekstur dan rasa.

Saat pertama kali mengenalkan MPASI, usahakan mengenalkan sayur untuk pertama kali. Pasalnya, rasa sayuran lebih tawar dan akan lebih sulit dirterma bayi ketimbang buah-buahan yang lebih manis. Namun, anda juga harus tetap memberikan buah-buahan.

Selain itu, dalam memperhatikan bahan makanan bayi anda juga harus memperhatikan beberapa hal. Buatlah catatan kecil yang bisa anda gunakan untuk memantau reaksi sikecil apakah ia memiliki alergi atau tidak terhadap bahan makanan tertentu.

Alergi pada bayi seringkali disebabkan oleh kacang-kacangan, susu atau ikan.

Kapan Bayi Boleh Makan Ikan?

Saat memberikan makanan padat pertama, beberapa ibu mungkin bertanya-tanya, kapankah bayi boleh makan ikan?

Bayi boleh makan ikan saat makanan padat pertamanya.

Jenis ikan yang dapat diberikan untuk MPASI adalah ikan salmon, ikan tuna dan sarden yang memiliki kandungan omega 3. Kandungan omega 3 sangat bermanfaat untuk bayi.

Ikan juga mengandung vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang bayi. Bayi akan mendapatkan 300 mg DHA dalam sehari saat ia menyusu atau tambahan ikan sebanyak 2ons perminggu.

Perhatikan beberapa hal dalam memberi ikan pada bayi

Bayi boleh makan ikan, namun ada beberapa hal yang harus anda perhatikan. Meski ikan sangat baik untuk tumbuh kembang bayi, namun tidak semua anak dapat diberikan ikan sebagai MPASI.

Beberapa anak mungkin mengalami alergi terhadap ikan. Sehingga penting untuk anda mencatat menu makanan bayi dan mengindentifikasi reaksi alergi yang  mungkin terjadi.

Pemeberian ikan sebagai MPASi dapat dilanjutkan jika anak anda tidak menunjukkan reaksi alergi.

Ikan tawar atau beberapa ikan laut seperti salmon, sarden dan tuna baik dikenalkan pada bayi karena kandungan merkurinya rendah.

Berbeda dengan seafood seperti kerang, cumi-cumi atau udang dapat anda kenalkan jika anak sudah berusia 1 tahun.

Anda tidak perlu ragu memberikan ikan pada bayi sebagai salah satu bahan MPASI.

Setelah bayi berusia 6 bulan anda bisa mengenalkan ikan karena ikan merupakan satu sumber nurisi yang penting. Kandungan gizi dalam ikan akan membantu perkembangan otak secara maksimal.

baca juga : Panduan Memberikan Telur Sebagai MPASI Bayi

Manfaat Ikan untuk Bayi

Ikan merupakan sumber makanan yang kaya akan nutrisi penting

1. Membuat bayi lebih cerdas.

Studi dalam jurnal Pediatrics tahun 2003 menemukan bahwa calon mama yang mengonsumsi suplemen omega-3 selama kehamilan dan menyusui, ternyata memiliki bayi dengan kemampuan kognitif lebih tinggi saat usia mereka 4 tahun.

Pada tahun 2005, studi lain menunjukkan bahwa anak-anak sekolah yang diberi suplemen omega-3 menunjukkan peningkatan kemampuan membaca.

Otak anak tumbuh tercepat saat sebelum lahir dan terus tumbuh pesat di tahun pertama kehidupannya.

Jadi, inilah waktu yang ideal untuk memberikan DHA dalam menu sehari-hari.

2. Meningkatkan fokus.

Ikan merupakan sumber makanan yang kaya akan nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, terutama DHA (asam docosahexaenoic) dan EPA (asam eicosapentaenoic).

Asam lemak omega-3 ini sangat penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif, termasuk fokus dan perhatian pada bayi. Oleh karena itu, memberikan ikan pada bayi dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi mereka.

Studi lain menemukan bahwa balita yang mamanya memiliki kadar DHA lebih tinggi dalam darahnya saat persalinan, lebih mampu mempertahankan fokus pada objek dibandingkan balita lain yang mamanya memiliki kadar DHA rendah.

3. Memperbaiki penglihatan.

Benar, makan ikan dapat memberikan manfaat bagi penglihatan bayi. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam lemak omega-3, terutama DHA (asam docosahexaenoic), yang ditemukan dalam ikan.

DHA merupakan komponen penting dalam perkembangan retina mata, yang berperan dalam fungsi penglihatan.

Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung DHA, seperti ikan, dapat membantu memperbaiki dan mempertahankan kesehatan mata bayi.

4. Meningkatkan imunitas.

Memberi makan ikan pada bayi dapat memberikan kontribusi pada peningkatan imunitas mereka.

Hal ini disebabkan oleh kandungan nutrisi penting dalam ikan, seperti asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B12, seng, dan selenium, yang semuanya berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Asam lemak omega-3, terutama DHA (asam docosahexaenoic), memiliki efek antiinflamasi dan dapat mempengaruhi aktivitas sel-sel imun dalam tubuh. Omega-3 juga diketahui dapat membantu mengatur respon imun tubuh dan meningkatkan produksi antibodi.

Vitamin D yang terkandung dalam ikan memiliki peran penting dalam regulasi sistem kekebalan tubuh. Vitamin D diperlukan untuk sintesis antibodi, serta mempengaruhi fungsi sel imun dalam melawan infeksi.

Selain itu, ikan juga mengandung vitamin B12, zat besi, seng, dan selenium yang penting untuk fungsi normal sistem kekebalan tubuh dan produksi sel darah putih.

Dalam sebuah studi, balita yang mengonsumsi susu formula yang diperkaya dengan minyak ikan, memiliki kadar protein lebih tinggi-yang menunjukkan fungsi kekebalan tubuhnya-dibanding balita yang minum susu formula atau susu sapi saja.

Meskipun ikan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan imunitas bayi, namun juga perlu diingat bahwa sistem kekebalan tubuh bayi masih sedang berkembang.

Ada faktor lain juga, seperti pola makan yang seimbang, kebersihan, tidur yang cukup, dan lingkungan sehat yang sangat penting dalam mempengaruhi kekebalan tubuh bayi.

5. Mencegah eksim.

Menurut sebuah studi di Swedia, Omega-3 dapat mengurangi peradangan di seluruh bagian tubuh, termasuk kulit.

Menambahkan potongan salmon atau tuna ke dalam MP-ASI si kecil sebelum usianya 9 bulan, dapat membantu melindungi anak dari risiko alergi.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa pemberian ikan pada bayi dapat membantu dalam mencegah atau mengurangi risiko terjadinya eksim (dermatitis atopik).

Eksim adalah kondisi kulit yang sering terjadi pada bayi dan anak yang ditandai dengan kulit kering, gatal, merah, dan peradangan.

Ikan mengandung asam lemak omega-3, terutama DHA (asam docosahexaenoic) dan EPA (asam eicosapentaenoic), yang memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, termasuk peradangan kulit yang terjadi pada eksim.

Omega-3 juga dapat membantu meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi gejala gatal.

Namun, penting untuk dicatat bahwa eksim adalah kondisi kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, sistem kekebalan tubuh, dan faktor pemicu lainnya.

Pemberian ikan sebagai bagian dari pola makan bayi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kulit secara umum, tetapi mungkin tidak secara langsung mencegah eksim atau menghilangkan risiko sepenuhnya.

Resep MPASI Ikan Salmon

Bayi boleh makan ikan dengan berbagai variasi menu lain. Nah, kali ini kami sajikan salah satu resep ikan sebagai MPASI sikecil.

Bahan:

  • 25 gram ikan salmon
  • 20 gram beras
  • 30 gram tempe
  • 50 gram labu siam
  • 50 gram tomat dipotong kecil
  • 625 cc air
  • 1 sdt mentega

Cara membuat tim ikan salmon:

  • Masak tempe, ikan, beras dan air dalam satu wadah hingga menjadi bubur.
  • Masukkan tomat dan labu siam sampai matang.
  • Tambahkan mentega sambil diaduk hingga matang.
  • Angkat dan sajikan selagi hangat

Dalam membuat sajian nasi tim untuk bayi, sebaiknya selalu menambahkan sayuran. Hal ini untuk mencegah gangguan pencernaan seperti konstipasi atau sembelit.

Sajikan selalu makanan sehat dan bergizi supaya anak tumbuh dengan baik dan sehat sesuai dengan tahap perkembangan yang seharusnya.

Bahan-bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk membuat makanan bayi harus dalam keadaan bersih. Biasakan untuk mencuci semua bahan terutama sayuran sebelum diolah.

Perlu Anda ketahui bahwa anak balita memiliki sistem kekebalan yang belum sempurna sehingga masih rentan terkena infeksi penyakit yang diakibatkan oleh kuman dan bakteri.


Warning: Attempt to read property "term_id" on bool in /home/tumz2839/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 999
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top