Fotografi Makanan, 9 Tips Membuat Gambar yang Bikin Lapar

oleh
Fotografi Makanan Menggugah Selera

Kamu punya usaha kuliner? Tak ada salahnya jika Kamu mempelajari fotografi makanan dan memulai memotret sendiri produk kulinermu.

Fotografi makanan atau yang lebih populer disebut dengan food photography adalah genre fotografi yang berkaitan erat dengan teknis dan konsep memotret makanan agar foto makanan lebih menarik dan mampu menggugah selera.

Tujuan utama dari fotografi makanan adalah untuk menciptakan gambar foto makanan agar terlihat lezat, menggoda selera, dan mengundang orang untuk mencicipi atau bahkan ikut memasak makanan tersebut.

Beberapa hal yang musti dilakukan dalam mempraktikkan fotografi makanan diantaranya adalah :

1. Persiapan Makanan

Memotret waffel secukupnya dengan tambahan properti hias bahan baku dan alat pembuat
Memotret waffel dengan jumlah secukupnya, tambahan properti hias bahan baku dan alat pembuatnya | Nikon D5200 | 40mm · ƒ/2.8 · 10/5000s · ISO 250

Siapkan makanan yang akan difoto dalam kondisi terbaik, kalau bisa makanan masih baru, segar, dan hangat agar menarik secara visual.

Makanan yang akan difoto upayakan agar porsinya jangan terlalu banyak, ini untuk menghindari efek “kekenyangan” pada yang melihat.

Sediakan makanan secukupnya saja, satu porsi kecil sudah cukup agar subyek foto terlihat menarik perhatian.

Tata dengan sebaik mungkin makanan yang disajikan, bersihkan noda-noda makanan yang tidak diperlukan.

2. Gunakan Pencahayaan yang Tepat

Pemotretan minuman dengan bantuan cahaya lampu
Pemotretan minuman dengan bantuan cahaya lampu | Sony Slt-A58 |50mm · ƒ/2.8 · 1/25s · ISO 400

Pastikan pada saat memotret memiliki pencahayaan cukup, pencahayaan adalah kunci dalam fotografi makanan.

Usahakan untuk menggunakan pencahayaan alami sebanyak mungkin, memotret di pagi atau sore hari dengan cahaya matahari langsung atau cahaya lembut yang masuk melalui jendela.

Jika tidak memungkinkan melakukan pemotretan di pagi atau sore hari, Kamu juga bisa membuat mini studio dengan bantuan lampu penerangan.

Gunakan setidaknya 2-3 lampu untuk pencahayaan fotografi makanan, lampu-lampu tersebut bisa ditata agar cahaya dalam fot bisa merata.

Pada saat pemotretan hindari penggunaan cahaya yang terlalu terang, ini dapat menyebabkan bayangan yang keras pada foto makanan.

Untuk menghindari cahaya keras, Kamu bisa menggunakan reflektor dan/atau menggunakan filter cahaya di depan lampu.

Reflektor atau pemantul cahaya bisa menggunakan kertas putih, filter cahaya bisa menggunakan kertas kalkir atau kain putih yang tipis.

Hindari pula pencahayaan yang terlalu redup, kekurangan cahaya bisa membuat foto makanan terlihat lebih kusam.

3. Pilih Latar belakang (Background) yang Tepat

Foto makanan dengan latar belakang tekstur
Foto makanan dengan latar belakang tekstur | Nikon Z 6_2 | Lensa NIKKOR Z 50mm f/1.8 S | 50mm · ƒ/1.8 · 1/400s · ISO 63

Background atau latar belakang fotografi makanan sangat penting untuk menciptakan suasana dan memperkuat pesan visual dari foto.

Ada banyak pilihan latar belakan yang bisa digunakan sesuai dengan konsep foto yang akan dibuat.

Beberapa contoh pilihan background makanan misalanya; menggunakan background alam terbuka, background tekstur, pemanfaatan benda-benda alami, latar belakang warna, minimalis, dan lain sebagainya.

Pilih latar yang digunakan harus disesuaikan dengan tema foto dan gaya makanan yang akan dipotret.

Untuk fotografi makanan, saya rekomendasikan untuk menggunakan latar belakang yang sederhana, bersih, dan tidak mengganggu subyek utama, ini akan membantu fokus pada foto makanan.

Agar latar belakang bisa tampil harmonis dengan subyek, gunakanlah piring atau alas makanan dengan warna dan tekstur yang kontras dengan makanan, ini untuk menciptakan keindahan visual.

Ingat, background yang baik haruslah mendukung dan memperkuat tampilan makanan, bukan mengalihkan perhatian dari makanan yang difoto.

4. Komposisi dan Tata Letak

Pemilihan komposisi menggunakan segitiga emas
Pemilihan komposisi menggunakan segitiga emas | Canon EOS 5d Mark IIi | Lensa EF50mm f/1.8 II | 50mm · ƒ/8.0 · 1/125s · ISO 100

Fotografi makanan tak bisa terlepas dari komposisi dan tata letak, untuk itu jangan takut bereksperimen dengan hal tersebut untuk menciptakan foto yang menarik dan seimbang secara visual.

Ada banyak pola untuk mengatur komposisi fotografi, misalnya aturan sepertiga, leading lines, atau simetri.

Apapun pola yang digunakan, saya sarankan untuk memberi ruang kosong pada subyek foto, ini berguna agar subyek utama lebih menonjol.

Semua teknik pengaturan komposisi  berguna untuk memberikan struktur dan keseimbangan dalam foto kuliner.

Jangan takut untuk mencoba sudut pengambilan gambar yang berbeda untuk menghasilkan foto yang menarik.

Pengaturan komposisi juga tidak harus rapi, dalam arti susunan makanan terlalu mencolok seperti sengaja ditata.

Beberapa tampilan yang lebih alami dan kasual dapat menambah daya tarik pada foto makanan.

Biarkan beberapa elemen tumpah atau berantakan untuk memberikan kesan kelezatan dan keaslian.

Baca juga : Cara Sederhana Mengatur Komposisi Dalam Fotografi

5. Fokus pada Detail

Foto sayur terlihat menonjol dan detil
Foto sayur terlihat menonjol dan detil | Panasonic DMC-G7 | Lensa LUMIX G 20/F1.7 II | 20mm · ƒ/3.2 · 1/400s · ISO 200

Ketika Kamu memotret makanan, selalu perhatikan detail kecil pada makanan, seperti tekstur, butiran makanan, ataupun hiasan tambahan lainnya.

Untuk memperoleh detil makanan, Kamu bisa menggunakan lensa makro yang bisa mendekati subyek foto sekaligus bisa menghasilkan gambar yang lebih tajam.

Anda juga dapat menggunakan depth of field yang dangkal (aperture rendah), ini bisa menciptakan subyek utama makanan menjadi lebih fokus dan mengaburkan latar belakang.

6. Gunakan Properti hias yang Sesuai

Minuman anggur menggunakan elemen hias buah anggur
Minuman anggur menggunakan elemen hias buah anggur | Panasonic DMC-Fz200 | 41.1mm · ƒ/3.2 · 10/1250s · ISO 160

Gunakan beberapa elemen hias yang relevan dengan subyek makanan, misalnya jika Kamu ingin memotret makanan tradisional, maka elemen hias juga menggunakan bahan dan peralatan tradisional.

Perlu diingat, elemen hias jangan sampai berlebihan, cukup yang simpel-simpel saja dengan tata letak yang menarik untuk memperindah tampilan makanan.

Jangan sampai aksesori tambahan tersebut justru menenggelamkan subyek utama yang difoto.

Asesoris tambahan bisa kamu gunakan piring, pisau, garpu, serbet, atau bahan makanan tambahan yang berhubungan dengan hidangan yang difoto.

7. Konsistensi Gaya pada Fotografi Makanan

Foto masakan ikan salmon dan propertinya
Foto masakan ikan salmon dan propertinya | Olympus E-M5 | 20.0mm · ƒ/1.8 · 1/60s · ISO 320

Setiap fotografer bisa dipastikan akan memili gaya yang berbeda, masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Untuk itu pertahankan konsistensi gaya dan estetika dalam foto-foto makanan yang Kamu buat, ini akan menjadi ciri khas Kamu dalam fotografi.

Pilih dan pertahankan gaya pencahayaan, tata letak, dan pengeditan yang konsisten agar foto-foto Anda memiliki kesatuan visual.

8. Edit dengan Bijak

Melakukan editing foto makanan secukupnya
Melakukan editing foto makanan secukupnya | Canon EOS 7d | Lensa 18-50mm | 26.0mm · ƒ/5.0 · 1/30s · ISO 100

Setelah sesi pemotretan selesai, ada baiknya Kamu melakukan review terhadap foto-foto yang sudah dibuat.

Jika diperlukan pengeditan, lakukan edit foto secara bijak, atur kecerahan, kontras, saturasi, dan penajaman.

Gunakan beberapa software editing di komputer, namun saat mengedit selalu jaga agar makanan tetap terlihat alami dan menggugah selera.

9. Praktek dan Berbagi

foto makanan Daging bakar
foto makanan Daging bakar | Canon EOS 30d | 48.0mm · ƒ/11.0 · 1/250s · ISO 100

Teori tanpa praktek tak akan pernah ada karya, untuk itu prakteklah secara teratur dan terus menerus untuk mengasah keterampilan Kamu dalam fotografi makanan.

Agar foto makanan bisa ditonton oleh banyak orang, jangan enggan untuk berbagi karya dengan komunitas fotografi atau media sosial untuk mendapatkan umpan balik dan inspirasi dari orang lain.

Fotografi makanan adalah tentang bagaimana menciptakan tampilan yang menarik dan menggugah selera dari makanan.

Dengan persiapan yang baik, pencahayaan yang tepat, komposisi yang menarik, dan pengeditan yang bijak, Anda dapat menghasilkan foto-foto makanan yang memukau dan mengundang selera.

Baca juga : Kiat Sukses Merintis Usaha Katering Pernikahan

Sumber Gambar : pixabay.com

Tentang Penulis: Joko Narimo

Gambar Gravatar
Blogger kambuhan yang juga aktif mengelola perpustakaan Tumpi Readhouse, pernah sekolah seni dan desain, kadang menjadi pegiat fotografi dan film komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.