Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui

Pastinya banyak ibu hamil dan menyusui yang mendadak resah ketika bulan ramadhan tiba. Ibu hamil dan menyusui wajib puasa tidak ya? Apa hanya cukup membayar fidyah?

Sebaiknya ibu menyusui tetap puasa dan menyusui atau malah menyapih bayinya ya?

Banyak pertanyaan yang muncul.

Memang puasa terkait dengan menahan haus dan lapar sedang janin atau bayi kita dalam tahap tumbuh yang membutuhkan banyak asupan makanan yang kaya nutrisi.

Ibu hamil atau menyusui bisa saja tidak menjalankan ibadah puasa dengan membayar fidyah.

Hukum Puasa Ibu Hamil dan Menyusui

Hukum Islam memberi kemudahan kepada ibu hamil dan menyusui dalam menjalankan ibadah puasa.

Berdasarkan niat, hukum puasa bagi ibu hamil dan menyusui terbagi menjadi dua, yakni;

Seperti Orang Sakit

Huukum puasa bagi orang yang sakit adalah boleh tidak berpuasa dan bisa menggantikan puasa ramadhan di hari yang lain.

Demikian pula dengan wanita hamil atau menyusui, jika ibu khawatir dengan keadaan tubuhnya, takut lemas, tidak kuat atau lapar, maka ibu hamil dihukumi seperti orang sakit.

Ibu hamil bisa membatalkan puasa dan menggantinya dilain waktu. Seperti dalam firman Alla SWT berikut ini;

 وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).

Seperti orang tua

Berbeda lagi jika ibu hamil memiliki niat khawatir dengan keadaan bayinya.

Jika ibu khawatir bayi bisa kekurangan nutrisi, gizi, bisa rewel karena lapar, maka puasa bagi ibu hamil atau menyusui dihukumi seperti orang tua.

Orang tua yang sudah tidak mampu lagi berpuasa karena kondisi fisiknya boleh tidak berpuasa dengan syarat membayar fidyah.

Ibu hamil dan menyusui yang tidak berpuasa karena niatan ini boleh membayar fidyah tanpa harus menggantinya di lain hari.

Cara membayar fidyah ibu hamil dan menyusui

Fidyah merupakan membayar sejumlah uang terhadap fakir miskin untuk menggantikan puasa wajib dalam bulan ramadhan yang tidak dapat Anda jalani karena hal-hal tertentu.

Nominal fidyah

Nominal fidyah sesuai dengan apa yang kita makan dalam sehari.

Kita asumsikan anda makan dalam sehari sehari tiga kali dengan biaya makan sekitar Rp. 10.000, maka nominal fidyah anda juga sejumlah tersebut.

Kapan Harus Mebayar Fidyah

Fidyah Anda bayar maksimal sehari sebelum puasa yang Anda laksanakan.

Misalnya jika besok adalah hari puasa yang harus Anda fidyahi, maka hari ini adalah hari pembayaran fidyah.

Cara pembayaran fidyah boleh Anda laksanakan sehari sebelum puasa Anda laksanakan, atau Anda bayar langsung untuk beberapa hari tertentu, misalnya satu atau dua minggu sekaligus.

Tata Cara Membayar Fidyah

  • Fidyah boleh Anda serahkan langsung kepada fakir miskin yang memang membutuhkan.
  • Fidyah boleh Anda titipkan kepada ulama atau pengurus masjid yang memang berkaitan dengan pembayaran fidyah.

Ketika membayar fidyah, harus ada ucapan serah terima atau ijab kabul.

Misalnya, anda membayar fidyah kepada fakir miskin, anda bisa mengucapkan ;

“saya serahkan kepada anda, uang sebesar Rp. 10.000 guna membayar fidyah saya untuk puasa esok hari”.

Tinggalkan komentar