Angon Putu, Tradisi Jawa yang Hampir Terlupakan

Angon-Putu-tradisi-jawa

Keluarga trah Sismowartono, 85 warga Kiringan, Boyolali, baru saja menggelar hajatan yang dikemas dalam sebuah upacara tradisi Angon Putu. Acara itu mereka adakan bertepatan dengan perayaan Natal, Jumat (25/12). Upacara tradisi angon putu tersebut diikuti oleh 58 anak, cucu serta cicitnya. Anak, cucu dan cicitnya yang berasal dari luar kota itu sengaja meluangkan waktu untuk … Baca Selengkapnya

Kentalnya Tradisi Islam – Jawa dalam Grebeg Mulud

grebeg-mulud tradisi islam

Sebagian masyarakat Muslim di dunia merayakan Maulid Nabi atau kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 rabiul awal sebagai tradisi islam yang disambut dengan suka cita. Perayaan maulid nabi ini dirayakan di banyak negara dengan penduduk mayoritas Muslim di dunia.  Ini juga dilakukan negara lain yang memiliki komunitas muslim seperti India, Britania Raya, Rusia dan Kanada. … Baca Selengkapnya

Malam Satu Suro, Saatnya Intropeksi Diri Bagi Manusia Jawa

Malam-Satu-Suro-di-Solo

Desember hampir berakhir. Artinya, kita akan menghadapi detik-detik pergantian tahun malam satu suro. Pergantian tahun baru pada 31 Desember yang biasanya dirayakan dengan beragam kemeriahan ini memang fenomenal. Tak hanya masyarakat Indonesia, hampir semua penduduk dunia biasanya merayakan pergantian akhir tahun dengan berbagai cara seperti pesta dan lainnya. Masyarakat Jawa pun juga memiliki peringatan pergantian … Baca Selengkapnya

Ruwatan, Tradisi Menyelamatkan Sukerto dari Batara Kala

ruwatan-sukerto-wayang-kulit

Tradisi ruwatan hingga kini masih hidup dalam masyarakat Jawa. Inilah ritual yang memiliki makna pembebasan sekaligus penyucian manusia sukerto dari  “dosa bawaan”.  Tradisi ruwatan akan dilengkapi dengan pertunjukan wayang kulit yang menampilkan lakon Murwakala. Ruwatan dilakukan terhadap  para sukerto yang karena “dosa bawaannya” akan menjadi santapan Batara Kala. Kisah ini berawal dari janji sang ayah, … Baca Selengkapnya

Tedhak Siten, Ritual Bayi Pertama Kali Menginjak Bumi

Bayi-Baru-Lahir-CC0-WerbeFabrik

Tedhak Siten adalah upacara adat Jawa menginjak tanah untuk bayi yang memasuki usia delapan bulan atau pitung lapan. Menurut kalender Jawa, selapan terdiri dari 35 hari sehingga pitung lapan berarti 245 hari atau delapan bulan. Dalam upacara ini, bayi usia tujuh lapan menjalani ritual menapakkan kaki ke tanah atau bumi untuk yang pertama kalinya. Upacara … Baca Selengkapnya