Produksi Film

Aerial Shot : Strategi Memperkuat Narasi Film dari Ketinggian

Aerial shot pengambilan gambar dari udara

Dari ketinggian, dunia terlihat begitu berbeda. Pemandangan yang biasanya hanya bisa kita saksikan dari daratan, kini terbuka lebar di hadapan kita melalui kamera. Itulah daya tarik utama dari teknik pengambilan gambar yang dikenal sebagai Aerial Shot.

Aerial shot adalah teknik sinematik yang melibatkan pengambilan gambar dari udara atau ketinggian. Fotografer maupun videografer bisa menggunakan berbagai alat dalam mengambil gambar, misalnya dengan pesawat terbang, helikopter, drone, maupun balon udara.

Hingga saat ini, banyak kameraman menggunakan jenis Shot ini untuk berbagai tujuan dan kepentingan.

Contohnya untuk memenuhi kebutuhan gambar di industri film, fotografi, geologi, arkeologi, studi tata kota, militer dan lainnya.

Tak sedikit pelaku usaha yang juga menggunakan Aerial Shot dalam berbagai konteks bisnisnya, dari promosi pariwisata, promosi lahan, perumahan, dll.

Dalam konteks sinematografi, aerial shot sangat memungkinkan sinematografer untuk mendapatkan perspektif yang luas dan unik yang tidak mungkin dicapai dengan kamera yang berada di tanah.

Teknik ini dapat memberikan tampilan panoramik, menampilkan pemandangan alam yang luas, menyoroti skala dan letak geografis suatu lokasi, atau menggambarkan gerakan atau interaksi dalam skala besar.

Dengan hadirnya teknologi drone yang semakin canggih dan dengan harga yang bersahabat, aerial shot kini telah menjadi semakin familiar, banyak orang menggunakannya dalam berbagai produksi audio visual.

Penggunaan Aerial Shot dalam film

Penggunaan aerial shot dalam film

Sutradara menggunakan shot ini dengan berbagai tujuan untuk mencapai efek visual, naratif, atau emosional tertentu dalam produksi mereka.

Beberapa alasan mengapa sutradara menggunakan jenis shot ini adalah:

1. Dapat Menampilkan Skala dan Letak Geografis

Aerial shot memungkinkan bagi sutradara untuk bisa menampilkan skala yang luas dan letak geografis di suatu lokasi secara dramatis.

Dengan menggunakan kamera yang berada di udara, penonton dapat melihat pemandangan yang luas, seperti pegunungan, lautan, kota, atau lanskap yang indah.

Ini akan memberikan pengalaman visual yang spektakuler dan memukau kepada pemirsa.

2. Memperlihatkan Pergerakan atau Interaksi dalam Skala Besar

Jenis shot ini sangat memungkinkan untuk memperlihatkan pergerakan atau interaksi dalam skala besar.

Misalnya, adegan kerumunan orang dalam aksi protes atau pertunjukan besar-besaran, atau adegan kejar-kejaran mobil yang melintasi jalan-jalan perkotaan.

Dengan sudut pandang yang tinggi, penonton dapat merasakan intensitas dan dinamika situasi tersebut.

3. Bisa Memberikan Perspektif yang Unik

Shot ini bisa memberikan perspektif yang unik yang tidak mungkin dapat dicapai dengan kamera yang berada di tanah.

Penggunaan Aerial shot dapat menciptakan kejutan visual dan memberikan sudut pandang yang tidak biasa kepada penonton.

Perspektif yang tinggi atau sudut pandang yang ekstrem dapat menciptakan perasaan keagungan, kekaguman, atau keanehan terhadap subjek yang ada dalam film.

4. Mampu Menciptakan Efek Emosional

Kameraman dapat menggunakan Aerial shot untuk menciptakan efek emosional tertentu.

Misalnya, dengan menampilkan pemandangan alam yang indah, dapat membangkitkan perasaan kagum, kedamaian, atau keindahan alam.

Di sisi lain, adegan kota yang padat dengan lingkungan yang kacau dapat menciptakan perasaan ketegangan maupun kekacauan.

Sudut pandang yang tinggi juga dapat menciptakan perasaan rentan atau terisolasi terhadap subjek dalam adegan.

5. Meningkatkan Nilai Produksi

Penggunaan aerial shot juga dapat meningkatkan nilai produksi dan memberikan tampilan yang lebih profesional dalam produksi audiovisual.

Adegan yang diambil dengan shot ini bisa memberikan kesan visual yang mengesankan dan menarik perhatian penonton.

Dalam keseluruhan produksi, sutradara menggunakan aerial shot sebagai alat untuk meningkatkan pengalaman visual dan mendukung narasi cerita.

Hal ini memberikan dimensi yang lebih luas, perspektif yang unik, dan tampilan yang mewah kepada penonton.

Emosi yang Dapat Diciptakan dari Aerial Shot

Emosi yang Dapat Diciptakan dari Aerial Shot

Dalam produksi film. penggunaan Aerial shot dapat menciptakan berbagai emosi terhadap penonton, hal ini juga tergantung pada konteks dan cara penggunaannya.

Berikut ini beberapa emosi yang dapat diciptakan dari jenis shot ini:

1. Keajaiban dan Keagungan

Aerial shot yang menampilkan pemandangan alam yang indah atau lokasi yang spektakuler dapat membangkitkan perasaan keajaiban dan keagungan.

Dengan melihat lanskap yang luas dari sudut pandang yang tinggi dapat menciptakan perasaan kagum terhadap keindahan dunia dan memicu perasaan kecil dan rendah diri pada penonton.

2. Kekacauan atau Tegangan

Dalam adegan kerumunan orang atau aksi yang melibatkan banyak gerakan dalam skala besar, menggunakan aerial shot dapat menciptakan perasaan kekacauan atau ketegangan.

Sudut pandang yang tinggi dapat memberikan gambaran luas tentang situasi yang dinamis dan memperlihatkan kompleksitas aksi yang sedang berlangsung.

3. Kebebasan atau Ketinggian

Aerial shot yang menampilkan pemandangan dari ketinggian dapat menciptakan perasaan kebebasan atau perasaan melayang di udara.

Ini dapat memicu perasaan euforia atau kegembiraan saat melihat pemandangan yang luas, penonton bisa merasakan kebebasan dari batasan-batasan yang ada di daratan.

4. Ketegangan

Aerial shot dapat menciptakan ketegangan dalam adegan aksi tertentu misalnya pada adegan kejar-kejaran.

Dengan melihat ke bawah pada karakter yang terlibat dalam situasi berbahaya, penonton dapat merasakan secara intensif akan risiko yang akan terjadi, bahkan bisa merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.

5. Isolasi atau Kejauhan

Menggunakan Aerial shot juga dapat mengisolasi subjek dari lingkungan sekitarnya. Shot ini akan menampilkan karakter yang terlihat begitu kecil sehingga dapat menciptakan perasaan isolasi atau jauh.

Ini dapat menunjukkan perasaan kesendirian atau ketidakberdayaan karakter dalam konteks yang luas, memunculkan perasaan terasing dan terpisah.

Meski demikian, pengalaman emosional dapat bervariasi antara penonton satu dengan yang lain. Ini juga tergantung pada konteks cerita yang lebih luas.

Aerial shot bisa menjadi alat yang kuat untuk menciptakan efek emosional tertentu. Tetapi faktor lain dalam produksi, seperti skenario, akting, dan musik juga sangat mempengaruhi keberhasilannya.

Cara Menggunakan Aerial Shot pada Sinematografi

Cara Menggunakan pada Sinematografi

Untuk hasil yang maksimal, berikut ini beberapa langkah penggunaannya:

1. Tentukan Tujuan Penggunaan

Pertama-tama, tentukan tujuan penggunaan aerial shot dalam produksi Anda.

Apakah Anda ingin menampilkan pemandangan alam yang indah, memperlihatkan skala besar suatu lokasi, atau menciptakan efek emosional tertentu?

Menentukan tujuan akan membantu Anda memilih sudut pandang dan teknik yang sesuai.

2. Pilih Teknologi yang Tepat

Setelah menentukan tujuan, pilih teknologi yang tepat untuk pengambilan aerial shot.

Anda dapat menggunakan drone, pesawat terbang, helikopter, atau balon udara, tergantung pada skala, kebutuhan, dan anggaran produksi Anda.

Pastikan untuk memahami aturan dan regulasi yang berlaku terkait penggunaan alat-alat tersebut.

3. Perencanaan dan Koordinasi

Lakukan perencanaan dan koordinasi yang matang sebelum pengambilan gambar.

Identifikasi lokasi yang akan difilmkan, persiapkan izin yang diperlukan, dan tetapkan rute penerbangan yang aman dan sesuai.

Komunikasikan dengan tim produksi, pilot, dan sinematografer untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin dicapai.

4. Gunakan Stabilisasi dan Pengendalian Kamera

Pastikan kamera yang digunakan dilengkapi dengan sistem stabilisasi yang baik untuk mengurangi getaran dan menjaga kualitas gambar yang jernih.

Pengendalian kamera yang tepat sangat penting dalam aerial shot, sehingga memastikan kamera tetap fokus pada subjek dan bisa menghasilkan gambar yang menarik.

5. Eksplorasi Sudut Pandang

Lakukan eksplorasi berbagai sudut pandang dan jarak dengan menggunakan alat-alat yang tersedia.

Cobalah sudut pandang yang tinggi untuk menampilkan pemandangan luas atau skala besar, dan coba sudut pandang yang lebih rendah untuk menciptakan efek dramatis.

Baca juga : Camera Angle, Berbagai Sudut Pengambilan Gambar

6. Gunakan Gerakan Kamera yang Tepat

Lakukan gerakan kamera yang halus dan terkoordinasi untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Gerakan seperti panoramik, tilt, atau travelling dapat memberikan nuansa visual yang menarik dalam aerial shot.

Pastikan gerakan kamera tidak terlalu cepat atau terlalu kasar agar penonton dapat menikmati tampilan secara nyaman.

Baca juga : Teknik Gerakan Kamera (Camera Movement) dalam Film

Pastikan untuk selalu mengutamakan keselamatan selama pengambilan gambar aerial shot, mengikuti regulasi yang berlaku, dan memperhatikan lingkungan sekitar.

Pekerjakan tim profesional yang berpengalaman untuk memastikan kesuksesan dan keamanan dalam penggunaan peralatan.

Contoh Penggunaan Aerial Shot dalam Film

Contoh Penggunaan dalam Film

Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya dalam produksi audio visual:

  1. Film “The Revenant” (2015): Film ini menggunakan aerial shot untuk memperlihatkan keindahan alam liar yang luas, seperti hutan belantara, pegunungan, dan sungai yang mengalir. Setiap gambar memberikan perspektif yang dramatis dan memperkuat tema alam dan kehidupan liar dalam film ini.
  2. Iklan Nike “Unlimited You” (2016): Iklan ini menggunakan aerial shot untuk menampilkan atlet-atlet yang berlatih dan berlari di berbagai lokasi ikonik di seluruh dunia.Jenis shot ini memberikan tampilan panoramik yang menarik dan menggambarkan kekuatan, keberanian, dan semangat yang tidak terbatas.
  3. Film “Skyfall” (2012): Dalam adegan pembukaan film ini, aerial shot digunakan untuk memperlihatkan keindahan kota Shanghai dari ketinggian. Adegan tersebut menciptakan atmosfer misterius dan elegan, dan memberikan pandangan yang luas atas kota yang megah.
  4. Serial TV “Planet Earth II” (2016): Serial dokumenter ini menggunakan aerial shot dalam setiap episodenya untuk menampilkan keindahan alam dan kehidupan satwa liar di berbagai habitat di seluruh dunia. Secara visual mampu memberikan perspektif yang luar biasa dan memungkinkan penonton melihat pemandangan yang mengagumkan.
  5. Film “Mad Max: Fury Road” (2015): Dalam adegan kejar-kejaran mobil yang spektakuler, sutradara menggunakan jenis shot ini untuk memperlihatkan aksi dan kekacauan di gurun pasir. Teknik ini memberikan tampilan yang luas tentang pertempuran dan menampilkan skala besar kekacauan yang terjadi.

Penggunaan aerial shot tidak terbatas pada film-film besar atau produksi tinggi.

Dalam produksi video independen, acara TV, atau bahkan konten media sosial, jenis shot ini dapat memberikan nilai visual yang menarik dan mengesankan.

Teknologi drone yang semakin terjangkau telah memungkinkan lebih banyak orang untuk mengambil gambar dengan mudah dan terjangkau.

Baca Juga : 14 Tipe Shot Dalam Pengambilan Gambar Film

To Top