Ibu dan Buah Hati

6 Resiko Pengunaan Dot Bayi yang Harus Anda Tahu

Menyusu-menggunakan-dot-bayi

Dot bayi dirancang untuk memenuhi kebutuhan menyusu bayi. Berbagai jenis dan macam produk dot dirancang semaksimal mungkin untuk kenyamanan dan keamanan bayi ketika menyusu menggunakan dot bayi (baca juga: 4 bahan kimia berbahaya dalam perlengkapan bayi). Meski dot bayi dirancang semirip mungkin dengan bentuk puting ibu, sayangnya tidak ada yang bisa menggantikan puting ibu. Dot dan puting ibu memiliki cara kerja yang sangat berbeda. Dot bisa mengalirkan air susu dengan mudah ketika Si Kecil menghisap. Sedang puting ibu tidak demikian. Bayi perlu menggerakkan lidahnya agar ASI bisa keluar.

Meski dirancang sedemikian rupa, ada beberapa resiko yang bisa muncul ketika menggunakan dot dalam jangka yang lama. Berikut beberapa resiko yang bisa terjadi;

  1. Resiko Bingung Puting

Bingung puting merupakan keadaan dimana Si Kecil tidak mau menyusu langsung tapi ebih memilih media lain seperti dot bayi. Seperti yang telah kita bahas diatas, menyusu langsung pada payudara berbeda dengan menyusu melalui dot. Si Kecil yang sudah terbiasa dengan dot akan kesulitan ketika menyusu melalui puting.

Bila Si Kecil anda masih menyusu pada anda dan perlu menggunakan media lain untuk menyusu, sebaiknya anda tidak menggunakan dot. Anda bisa menggunakan gelas sloki untuk menyusui. Meski pada awal penggunaan dot tidak bingung puting, lama kelamaan Si Kecil akan merasakan bedanya dan lebih memilih dot. Bingung puting tidak mengenal usia. Bayi yang sudah besar juga bisa terkena bingung puting.

  1. Kesulitan Menyapih

Menyapih bayi yang langsung menyusu pada puting lebih mudah ketimbang menyusu dengan dot. Maka jangan sekalipun memutuskan menyapih Si Kecil anda dengan mengalihkannya pada dot bayi. Ketika Si Kecil anda mengalami ketergantungan pada dot, ia akan kesulitan melepasnya meski usia sudah tidak pantas. Solusinya, kenalkan gelas sedini mungkin.

  1. Beresiko Tidak Higienis

Peralatan bayi merupakan produk yang bisa dikatakan kurang higienis. Selain itu juga membutuhkan perhatian khusus dalam membersihkan dan mensterilkannya (baca juga: cara mensterilkan botol susu yang aman). Padahal, bakteri mudah berkembang dalam keadaan hangat. Botol bayi yang telah habis dipakai atau jatuh harus segera disterilkan, tidak boleh dalam keadaan terbuka terlalu lama. Sisa-sisa lemak yang menempel pada dot bayi juga tidak boleh diabaikan. Bakteri yang bekembang biak pada botol bayi akan mengakibatkan muntah, diare atau kolik pada bayi.

  1. Dapat Mengakibatkan Kerusakan Gigi

dot bayi dapat mempengaruhi bentuk kesehatan gigi-geligi dan otot area mulut. Dikutip dari laman AIMI, Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat merusak gigi anak (karies). Sebuah penelitian menemukan bahwa anak ASI yang tidak pernah mengenal dot (dan empeng) akan tumbuh dengan memiliki wajah yang lebih proporsional. Bentuk gigi-geliginya lebih sempurna.

Menyusu langsung pada payudara merupakan kegiatan yang sangat kompleks. Menyusu langsung pada payudara membutuhkan kerja otot sekitar mulut, rahang dan lidah. Sedangkan menyusu menggunakan dot tidak merangsang otot-otot Si Kecil, tidak mengajarkan pada Si Kecil cara kerja menghisap. Akibatnya, otot-otot sekitar mulut, rahang dan lidah menjadi lemah. Kemampuan bicara Si Kecil yang menyusu melalui dot akan sedikit terlambat.

  1. Bisa Mengakibatkan Infeksi Telinga

 Menggunakan dot bayi bisa mengakibatkan infeksi telinga. Telinga Si Kecil sangat berbeda dengan telinga orang dewasa. Semua organ bayi masih dalam tahap berkembang sehingga beberapa organ belum sempurna. Struktur telinga bayi yang dekat dengan mulut mengakibatkan keduanya memilikiketerkaitan yang kuat. Adanya gangguan pada struktur mulut akan berdampak pada telinga Si Kecil.

Masalah terjadi ketika air susu tetap mengalir meski bayi tidak sedang menyedot. Air susu tersebut bisa masuk kedalam saluran eustachius dan memenuhi rongga pada telinga tengah. Cairan yang terkumpul pada telinga tengah akan mengakibatkan infeksi telinga atau otitis media.

  1. Dot Bayi Mengurangi Kedekatan Ibu dan Anak

Menyusui merupakan kegiatan yang sangat intim antara ibu dan anak. Ketika dalam kandungan anak mendapatkan asupan makanan melalui darah dan plasenta, maka ketika ia lahir puting ibu adalah hal yang paling dekat dengannya. Selain itu, bayi biasanya sedang dalam masa oral. Masa dimana kepuasan ada ketika ia bisa melakukan kegiatan menggunakan mulutnya. Si Kecil tidak akan mendapatkan kepuasan oral melalui dot bayi.

(baca juga: tips memilih dot dan botol susu bayi)


Warning: Attempt to read property "term_id" on bool in /home/tumz2839/public_html/wp-content/themes/flex-mag/functions.php on line 999
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top